• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hindari Ujaran Kebencian Selama Pemilu 2024

Hindari Ujaran Kebencian Selama Pemilu 2024

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 28 October 2023

Hindari Ujaran Kebencian Selama Pemilu 2024

Oleh : Elisabeth Titania Dionne

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 semakin mendekat, dan atmosfer politik di berbagai daerah di Indonesia mulai memanas. Tantangan besar menghadang dalam menjaga kelancaran pesta demokrasi ini, terutama dalam mencegah ujaran kebencian dan politik identitas yang bisa mengancam kedamaian dan persatuan masyarakat.

Oleh karena itu, berbagai pihak, mulai dari aparat kepolisian hingga pemimpin daerah, telah bersuara dengan tegas mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga Pemilu 2024 agar berlangsung dengan damai, jujur, dan adil.
Dalam pandangan mereka, Pemilu bukanlah ajang mencari musuh, melainkan upaya bersama untuk mencari pemimpin yang akan membawa daerah, bangsa, dan negara ke arah yang lebih baik.

Kapolres Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Chandra Kurnia Setiawan, menjadi salah satu sosok yang secara tegas menekankan urgensi menjaga Pemilu dari segala bentuk ujaran kebencian. Dia dengan tegas berpesan kepada semua peserta Pemilu untuk menjauhkan diri dari tindakan yang mengandung ujaran kebencian, penyebaran berita palsu, serta politisasi SARA dalam berbagai bentuknya.

Selain itu, Chandra Kurnia Setiawan juga memperingatkan mengenai bahaya terjerumus ke dalam praktik politik uang yang bisa merusak integritas jalannya Pemilu. Dia mendorong semua pihak untuk bersama-sama mencapai tujuan Pemilu 2024 yang damai, jujur, dan adil.
Namun, menjaga kelancaran Pemilu bukanlah tanggung jawab yang hanya harus ditanggung oleh aparat kepolisian semata. Chandra Kurnia Setiawan, dalam hal ini, mengajak seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan di Pasangkayu untuk turut serta dalam usaha ini.
Ia menegaskan bahwa upaya Polri dalam memastikan Pemilu berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki peran penting. Chandra Kurnia Setiawan berharap agar semua pemangku kepentingan bersama-sama menjaga agar Pemilu berlangsung dalam suasana yang aman dan teratur.
Pemilu 2024 dianggap sebagai penentu masa depan daerah, bangsa, dan negara. Chandra Kurnia Setiawan menyoroti pentingnya hak suara masyarakat dalam menentukan wakil rakyat, kepala daerah, hingga presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, menjaga integritas Pemilu adalah tugas bersama bagi semua pihak.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga memberikan suaranya dalam upaya memastikan Pemilu berlangsung dengan damai. Saat berbicara di Surabaya, ia mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk berperan aktif dalam menciptakan Pemilu yang berlangsung secara aman dan damai pada tahun 2024.
Khofifah dengan tegas menyatakan pentingnya kesuksesan bersama dalam menjalankan pesta demokrasi tersebut dan berharap agar seluruh proses berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Ia menyoroti jumlah pemilih tetap yang sangat besar di Jawa Timur, mencapai 31,402 juta pemilih, dan menekankan perlunya mengambil langkah-langkah preventif dan mitigatif guna menjaga suasana kondusif di wilayah tersebut.
Khofifah juga menggarisbawahi perlunya melakukan seleksi teliti terhadap informasi yang beredar. Hal ini dianggap sebagai faktor kunci dalam upaya mencegah munculnya isu-isu yang berhubungan dengan SARA, berita palsu, serta upaya provokasi.
Dia menegaskan bahwa penting untuk tidak menyebarkan informasi yang belum memiliki kejelasan dalam kebenarannya. Khofifah menekankan bahwa tindakan seperti itu dapat memicu konflik yang merusak persatuan di antara kita sebagai warga negara.
Khofifah juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga situasi yang kondusif. Ini melibatkan upaya untuk mengatur kerumunan massa yang mendukung partai politik serta memberikan dukungan penuh kepada tindakan tegas yang diambil oleh pihak berwenang jika ada bukti pelanggaran yang mengancam kelancaran dan kedamaian Pemilu.
Ia menekankan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat harus tetap terjaga dengan baik. Khofifah berharap agar para pendukung juga ikut serta dalam menjaga ketenangan di masyarakat dan berperan aktif dalam mencegah penyebaran politik identitas yang dapat memicu ujaran kebencian.
Kedamaian dan keamanan pada Pemilu 2024 juga menjadi fokus utama Khofifah. Ia mengingatkan bahwa sengketa yang mungkin timbul harus ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan yang berlaku, dengan harapan semua sengketa Pemilu bisa diselesaikan secara adil dan transparan.
Dalam rangka mendukung semangat menjaga Pemilu yang damai, pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan deklarasi pemilu damai oleh Forkopimda Jatim, Penyelenggara Pemilu, serta perwakilan 18 partai politik peserta pemilu. Selain itu, juga dilakukan peragaan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (SISPAMKOTA) dalam rangka pengamanan Pemilu 2024.
Pesan dari kedua narasumber ini sangat jelas untuk menjaga Pemilu 2024 agar berlangsung damai, jujur, dan adil adalah tugas bersama semua pihak. Seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas dan menghindari ujaran kebencian.
Pemilu adalah saat untuk mencari pemimpin yang akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Sebagai rakyat Indonesia, mari kita bersatu dalam menjaga kedamaian dan menjadikan Pemilu 2024 sebagai momen perubahan yang positif bagi negeri ini. Hindari ujaran kebencian selama Pemilu 2024, dan bersama-sama kita wujudkan Indonesia yang damai dan bersatu.

)* Kontributor Gelora Media Institut

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Dorong Mangrove Jadi Sumber Ekonomi Hijau dan Lapangan Kerja Baru Bali – Menteri Lingkungan…

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.