• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hilirisasi sebagai Jalan Kedaulatan Pangan Nasional

Hilirisasi sebagai Jalan Kedaulatan Pangan Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 5 May 2026

Hilirisasi sebagai Jalan Kedaulatan Pangan Nasional

Oleh : Rivka Mayangsari

Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional kini semakin menemukan pijakan kuat melalui kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, hilirisasi tidak lagi sekadar pilihan kebijakan ekonomi, melainkan strategi fundamental untuk memastikan Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, baik dalam sektor pangan maupun energi.

 

Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa program hilirisasi merupakan jalan kebangkitan bangsa menuju negara yang makmur dan mandiri. Menurutnya, keberanian untuk mengolah kekayaan alam di dalam negeri menjadi kunci utama agar Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain. Dalam pandangan tersebut, hilirisasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan.

 

Prabowo Subianto menekankan bahwa penguatan fondasi ekonomi nasional harus dimulai dari swasembada energi dan pangan. Ia menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi yang nyata hanya dapat dicapai jika Indonesia mampu menguasai seluruh rantai produksi, mulai dari hulu hingga hilir, di dalam negeri sendiri. Dengan demikian, nilai tambah dari setiap komoditas tidak lagi dinikmati pihak luar, tetapi kembali kepada rakyat Indonesia.

 

Dalam implementasinya, pemerintah telah menyiapkan berbagai proyek strategis yang mencerminkan keseriusan dalam mendorong hilirisasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, memaparkan bahwa terdapat 13 proyek besar yang mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian. Proyek-proyek ini dirancang untuk memperkuat struktur industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

 

Salah satu fokus utama berada pada sektor energi, di mana pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Menurut Rosan Perkasa Roeslani, proyek ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga 1,25 miliar dolar AS per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa hilirisasi memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

 

Selain itu, pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam substitusi impor LPG yang selama ini masih mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberikan efek domino terhadap sektor lain, termasuk industri dan rumah tangga.

 

Keseluruhan proyek hilirisasi tersebut melibatkan sinergi besar antar BUMN strategis seperti Pertamina, MIND ID, Krakatau Steel, hingga PTPN. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa transformasi ekonomi nasional membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid dan terintegrasi. Dengan sinergi yang kuat, proses hilirisasi diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan memberikan hasil yang optimal.

 

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat hilirisasi di sektor perkebunan sebagai bagian dari strategi besar untuk memperkuat kemandirian energi dan pangan. Langkah ini menempatkan subsektor perkebunan tidak lagi sekadar sebagai penghasil bahan mentah, tetapi sebagai fondasi penting dalam rantai pasok energi baru berbasis sumber daya lokal.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa paradigma pembangunan perkebunan harus berubah menuju pengolahan bernilai tambah tinggi. Komoditas strategis seperti kelapa sawit, tebu, jagung, dan singkong kini diarahkan menjadi bahan baku utama dalam pengembangan biofuel, baik biodiesel maupun bioetanol.

 

Menurut Amran, pemanfaatan komoditas dalam negeri menjadi langkah penting untuk memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Dengan pendekatan ini, sektor pertanian tidak hanya berperan dalam menyediakan pangan, tetapi juga menjadi pilar penting dalam ketahanan energi nasional.

 

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Ali Jamil, menambahkan bahwa hilirisasi memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional. Ia menilai bahwa proses ini mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri berbasis komoditas, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

 

Ali Jamil menegaskan bahwa hilirisasi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan pekebun. Dengan adanya industri pengolahan di dalam negeri, petani tidak lagi bergantung pada harga bahan mentah yang fluktuatif, tetapi dapat menikmati nilai ekonomi yang lebih tinggi dari hasil produksinya.

 

Transformasi ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukan sekadar strategi ekonomi jangka pendek, melainkan langkah struktural dalam membangun kemandirian nasional. Dengan mengintegrasikan sektor pertanian, energi, dan industri, Indonesia menciptakan sistem ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

 

Ke depan, tantangan dalam implementasi hilirisasi tentu masih ada, mulai dari kebutuhan investasi besar, penguatan teknologi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Namun, dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, hilirisasi diyakini dapat menjadi motor penggerak utama dalam transformasi ekonomi nasional.

 

Hilirisasi adalah tentang mengembalikan kedaulatan kepada bangsa sendiri. Ketika Indonesia mampu mengolah dan memanfaatkan kekayaan alamnya secara optimal, maka ketahanan pangan dan energi bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat. Inilah fondasi menuju Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera di tengah persaingan global yang semakin ketat.

 

*) Pemerhati ekonomi

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.