• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hilirisasi Komoditas Lokal Perkuat Target Ketahanan Pangan

Hilirisasi Komoditas Lokal Perkuat Target Ketahanan Pangan

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 5 May 2026

Hilirisasi Komoditas Lokal Perkuat Target Ketahanan Pangan

Maluku – Hilirisasi komoditas lokal menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Pendekatan ini menekankan pergeseran dari penjualan bahan mentah ke pengolahan yang memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi daerah.

 

Arah tersebut mulai terlihat dengan dimulainya proyek hilirisasi komoditas unggulan seperti pala dan kelapa di Kabupaten Maluku Tengah.

 

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa proyek ini merupakan momentum penting dalam mengubah wajah perekonomian daerah.

 

“Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik dimulainya hilirisasi kelapa dan pala ini sebagai bagian dari program nasional,” katanya.

 

Menurutnya, selama ini Maluku memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya kelapa dan pala, namun nilai ekonominya belum optimal karena masih didominasi ekspor bahan mentah.

 

Dengan adanya hilirisasi, komoditas tersebut akan diolah di dalam daerah sehingga mampu meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang industri baru.

 

“Melalui hilirisasi, tidak hanya nilai jual yang meningkat, tetapi juga membuka peluang industri pengolahan, kemitraan dengan petani, serta penciptaan lapangan kerja baru,” ujarnya.

 

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan sosial sebagai fondasi utama keberhasilan investasi.

 

“Iklim yang kondusif harus kita jaga bersama karena ini merupakan investasi untuk masa depan masyarakat Maluku,” katanya.

 

Upaya serupa juga dilakukan di Provinsi Lampung, di mana pemerintah daerah mendorong transformasi ekonomi melalui strategi hilirisasi komoditas strategis.

 

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dalam sektor pertanian. Dorongan hilirisasi menempatkan sektor pertanian tidak lagi sekadar sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga penggerak nilai tambah.

 

“Sektor pertanian harus beranjak dari sekadar penyedia bahan baku menjadi penggerak industri hilirisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar,” ujar Marindo Kurniawan.

 

Kondisi ini menegaskan pentingnya percepatan pengolahan komoditas di dalam negeri agar manfaat ekonomi tidak berhenti di tingkat produksi. Dengan hilirisasi, rantai nilai menjadi lebih panjang, membuka peluang industri turunan, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

 

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan juga menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan hilirisasi.

 

Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan model bisnis yang lebih inovatif dan berkelanjutan, termasuk replikasi keberhasilan pengolahan komoditas lokal di berbagai daerah.

 

[w.R]

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

August 30, 2026

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

August 30, 2026

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Pemerintah Libatkan Sekolah dan Keluarga Bangun Literasi Gizi Lewat MBG JAKARTA — Pemerintah mendorong Program…

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih 

By Kata IndonesiaAugust 30, 20260

Megaproyek PLTS: Indonesia Berani Menjemput Masa Depan Energi Bersih  Oleh: Catur Ronggo Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali pada 25 Agustus 2026 layak dibaca sebagai salah satu langkah konkrit dalam membangun kemandirian energi. Target tersebut bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah: energi bersih ditempatkan sebagai instrumen ketahanan nasional, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan ketergantungan pada energi fosil. Presiden Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun. Tenggat agresif menunjukkan pemerintah ingin mempercepat eksekusi, bukan membiarkan transisi energi berhenti pada dokumen perencanaan. Target itu sekaligus menjadi tantangan koordinasi bagi kementerian, PLN, pelaku usaha, dan seluruh ekosistem energi nasional untuk mengubah potensi surya Indonesia menjadi kapasitas listrik yang nyata. Pilihan energi surya memiliki dasar yang kuat. Pemerintah mencatat potensi energi surya Indonesia mencapai sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Kesenjangan tersebut memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dimanfaatkan. Karena itu, megaproyek 100 GWp bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan upaya mengubah sumber daya alam yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi kekuatan ekonomi dan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan kebutuhan investasi untuk keseluruhan program mencapai sekitar 73 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.140 triliun. Nilai tersebut memang sangat besar, tetapi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Bahlil juga memperkirakan program ini dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menghasilkan efisiensi subsidi energi hingga Rp73,9 triliun setiap tahun. Dengan demikian, belanja pembangunan diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Besarnya kebutuhan investasi juga membuka ruang kolaborasi antara negara dan sektor swasta. Pemerintah menyiapkan skema Independent Power Producer bagi investor yang mampu menawarkan harga listrik kompetitif. Apabila tidak terdapat penawaran yang memenuhi prinsip efisiensi, pemerintah menyiapkan opsi pembangunan melalui Danantara. Pola ini menunjukkan negara tetap memegang kendali strategis, sekaligus membuka kesempatan bagi modal dan kemampuan usaha untuk mempercepat pembangunan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan bertahap agar pelaksanaan dapat dikawal secara terukur. Tahap awal diarahkan pada 17 GWp, dilanjutkan 18 GWp, kemudian sekitar 35 GWp pada fase berikutnya, sementara kapasitas sisanya akan ditetapkan melalui tahapan lanjutan. Peta jalan tersebut penting karena proyek sebesar 100 GWp membutuhkan kesiapan lahan, jaringan transmisi, pembiayaan, teknologi penyimpanan, serta koordinasi lintas sektor.…

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

PLTS 100 GWp, Lompatan Peradaban Energi Indonesia Oleh : Radjiman Arif Indonesia sedang memasuki babak…

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja

By Kata IndonesiaAugust 29, 20260

Daulat Energi Mendekat, Megaproyek PLTS Disiapkan Serap 5,52 Juta Tenaga Kerja JAKARTA – Pemerintah di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.