• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Travel»Harus Kamu Tahu Beberapa Tempat Sejuk yang Ada di Jakarta

Harus Kamu Tahu Beberapa Tempat Sejuk yang Ada di Jakarta

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 September 2020

Laporan: Mutiaradha Syaifitri

Ibukota Jakarta terkenal dengan segudang kesibukan dan kemacetannya. Selain itu, Jakarta juga dikenal karena polusi udara dan kapadatan penduduknya. Oleh karena itu, wisata yang ada di kota ini tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan daerah yang lainnya.

Namun, kamu masih bisa menemukan beberapa tempat sejuk yang penuh kesegaran di tengah padatnya gedung-gedung Jakarta. Terdapat tempat-tempat yang bisa kamu temukan untuk melarikan diri dari kejenuhan setelah seharian lelah beraktifitas di ibukota.

Berikut ini adalah beberapa tempat sejuk di Jakarta yang bisa kamu kunjungi.

1. Taman Cattleya
Berlokasi di Jakarta Barat tepatnya di Perempatan Tomang, RT.15/RW.1, Kemanggisan, Kec. Palmerah, taman ini seakan menjadi paru-paru bagi lingkungan sekitarnya yang sudah didominasi perumahan dan gedung-gedung tinggi. Tidak perlu mengeluarkan biaya sepersenpun untuk masuk ke taman ini, karena ini merupakan tempat umum siapa pun boleh memasukinya.

Dulunya taman ini bernama Taman Tomang, sesuai dengan nama daerah. Disaat itu, taman ini memiliki reputasi buruk karena kumuh, terbengkalai, rusak, dan bahkan menjadi lokasi mesum. Semak belukar tidak teratur dan berbagai benda berserakan tak teratur di sini. Lokasinya memang berada di samping jalan layang yang padat.

Setelah perbaikan yang dilakukan pada 2013, taman ini berganti wajah menjadi indah, terawat, dan menyenangkan untuk dikunjungi. Namanya pun diganti menjadi Cattleya. Setiap pagi, taman yang juga dilengkapi danau kecil ini menjadi favorit warga untuk berolahraga.

Berjalan menyusuri Taman Cattleya ini juga menyenangkan, bisa membuat adem pikiran. Selain itu, taman ini juga memiliki banyak wajah karena bisa menunjukkan latar belakang pemandangan yang beragam jika dilihat dari sisi yang berbeda.

2. Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk
Biasanya, udara di pinggir laut terutama di sekitar kota besar seperti Jakarta selalu gerah. Tapi tidak jika kamu datang ke Pantai Indah Kapuk (PIK). Berlokasi di jalan Garden House No.4, RT.4/RW.3, Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, kamu bisa menikmati kesejukan karena hutan bakau (mangrove) dirawat dengan baik. Bukan hanya dibiarkan hidup, mangrove di sini juga ditata sedemikian rupa sehingga menjadi indah dan menarik untuk dikunjungi.

Dengan membayar Rp.25.000 kamu bisa menikmati kesejukan yang ada di hutan ini. Kamu bisa menyusuri keindahan tempat ini dengan berjalan di atas geladak yang rapi atau naik perahu bersama-sama. Jika ingin lebih seru, kamu bisa juga menyewa kano ataupun sepeda air.
Di hutan ini, kamu juga bisa belajar di kursus singkat tentang cara menanam mangrove. Sunset di sini juga cukup cantik dan jika kamu betah untuk berlama-lama di tempat ini, kamu bisa menginap di salah satu pondoknya.

3. Allianz Ecopark
Ecopark yang berada ini Jalan Lodan Timur No.7, RW.10, Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara ini berusaha menyajikan paket wisata edukasi kepada para pengunjungnya. Bukan hanya untuk mendinginkan diri dari udara panas, taman seluas 34 hektar ini juga mengajarkan tentang pentingnya green lifestyle kepada semua yang datang.

Terdapat empat zona di Allianz Ecopark. Zona Eco-Care menyediakan berbagai permainan seru, Eco-Art yang memamerkan berbagai pertunjukan seni, Eco-Nature menyediakan pembelajaran tentang hewan dan tumbuhan dan Zona Eco-Energy memberikan pembelajaran tentang pemanfaatan energi yang ramah lingkungan. Harga tiket untuk memasuki area ini mulai Rp.35.000.

4. Kebun Binatang Ragunan
Dengan hara Rp.4.000 kamu sudah bisa menikmati kesejukan Kebun Bintang Ragunan yang bertempat di jalan Harsono RM No.1, Ragunan, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan. Kebun binatang ini termasuk kebun binatang tua, berdiri sejak 1864.

Memiliki luas area sekitar 140 hektar, Ragunan terdapat koleksi ratusan spesies hewan dan menawarkan lingkungan yang hijau serta sejuk.
Selain koleksi hewannya, Kebun Binatang Ragunan juga sangat populer sebagai tempat berolahraga bagi warga sekitarnya. Pada pagi hari, Ragunan adalah tempat yang sangat ideal untuk jogging. Udara yang bersih dan sejuk membuatnya sangat nyaman untuk telusuri.

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik

September 15, 2026

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

September 15, 2026

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Pemerintah Sebut Ekonomi Mulai Membaik JAKARTA – Optimisme masyarakat terhadap kondisi…

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Negara Terus Menjaga Warga, Satwa, dan Lingkungan dari Dampak Karhutla Oleh: Samuel Yohanes Kebakaran hutan…

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

Karhutla Ditangani dengan Perlindungan Nyata bagi Warga Terdampak Oleh: Yandi Arya Adinegara Kebakaran hutan dan…

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan

By Kata IndonesiaSeptember 15, 20260

RUU Reforma Agraria, Jalan Negara Mengakhiri Ketimpangan Lahan  Oleh : Catur Ronggo  Persoalan agraria di Indonesia tidak sekadar menyangkut siapa yang menguasai sebidang tanah. Di balik konflik lahan terdapat persoalan kepastian hukum, tumpang tindih regulasi, akses masyarakat terhadap sumber penghidupan, hingga ketimpangan pemanfaatan ruang. Karena itu, langkah pemerintah bersama DPR untuk menghadirkan kerangka hukum reforma agraria yang lebih komprehensif menjadi momentum penting untuk mengakhiri persoalan yang selama ini berlarut-larut. Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menilai kompleksitas konflik agraria menunjukkan kebutuhan terhadap aturan khusus yang mampu menjadi mekanisme penyelesaian secara lebih jelas. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tanah, tetapi juga bersinggungan dengan regulasi dan kepentingan antarsektor. Ia mencontohkan adanya desa yang berada dalam kawasan hutan serta persoalan masyarakat adat dan kelompok masyarakat lainnya. Karena itu, RUU Reforma Agraria diharapkan tidak berhenti pada norma, tetapi memiliki kekuatan untuk mengeksekusi keputusan penyelesaian konflik. Pandangan tersebut menjadi semakin relevan setelah RUU Reforma Agraria disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna pada 8 September 2026. Rancangan tersebut memuat 70 pasal dalam 16 bab, antara lain mengatur restitusi, redistribusi tanah, pemberdayaan penerima reforma agraria, serta gagasan pembentukan Badan Reforma Agraria Nasional atau BRAN. Lembaga tersebut dirancang bertanggung jawab kepada Presiden dan memiliki tugas dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi reforma agraria. Bagi pemerintah, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun penyelesaian konflik yang tidak parsial. Kepastian mengenai siapa yang berwenang menangani persoalan, bagaimana keputusan dilaksanakan, serta bagaimana masyarakat memperoleh manfaat setelah mendapatkan tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari reforma agraria. Tanpa mekanisme yang kuat, redistribusi tanah berisiko hanya menjadi proses administratif tanpa dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menawarkan pendekatan yang berangkat dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Ia mengusulkan agar pemerintah desa diberikan fungsi yang tegas dalam menerima pengaduan, mengidentifikasi fakta, memfasilitasi pemetaan, dan memediasi konflik lokal. Menurut Yandri, pelibatan desa penting karena konflik agraria kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.