• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hapus Lingkaran Radikalisme, Bakar Semangat Nasionalisme

Hapus Lingkaran Radikalisme, Bakar Semangat Nasionalisme

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 6 May 2020

Oleh: Edi Sulistyo (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Surabaya)

Kebenaran yang tidak terorganisir, bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir, demikian ungkapan populer Ali bin Abi Talib. Kalimat ini tepat dalam menggambarkan fenomena radikalisme saat ini. Radikalisme sebagai representasi dari kebatilan bisa mengalahkan kedamaian sebagai perwujudan dari kebenaran.

Merupakan sebuah fakta, bahwa orang-orang radikal itu sejatinya hanya segelintir orang, tetapi mereka terorganisir. Sedikit, tetapi kompak. Sebaliknya, pihak yang mendambakan perdamaian berada dalam jumlah yang banyak, tetapi tidak bisa berjamaah. Mayoritas, tetapi diam.

Gemerlap kamajuan informasi dan teknologi ditambah penetrasi dari media sosial membuat manusia bisa mencukupi dirinya sendiri. Apa-apa yang diinginkannya tinggal klik, sudah tersedia di depan mata.

Efek paling nyata adalah pudarnya budaya gotong royong di tengah-tengah masyarakat. Budaya gotong royong adalah sendi dari kehidupan dalam mewujudkan kenyamanan dan kedamaian.

Di lain pihak, tumbuhnya keegoisan di tengah mayarakat ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membuat teror dan menciptakan dis-harmoni.

Keegoisan ini bisa dilihat dari adanya anggapan bahwa tugas memberantas dan mencegah terorisme hanya tugas pemerintah saja. Atau ada sikap yang masih bersimpati terhadap mereka yang didakwa sebagai terorisme.

Akar Radikalisme

Akar dari radikalisme yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan aksi terorisme adalah sikap intoleransi. Sikap intoleransi secara sederhana adalah sikap yang tidak mau menghargai pendapat, pemahaman, keyakinan orang lain. Entitas apapun yang berasal dari lisan tidak dihargai dan sekuat tenaga ditolak.

Sikap seperti ini menjadikan seseorang jadi eksklusif, menutup diri, dan menegasikan yang lain. Intoleransi pada akhirnya menjadikan seseorang tidak mempercayai orang lain, dan kebenaran sejati hanya pada “aku atau kelompok-ku”.

Mengapa seseorang bisa bersikap intoleran? Jawabannya tentu banyak. Akan tetapi, dari sekian faktor itu, agama menjadi salah satu penyebab yang rentan dijadikan alasan

Kita tidak bisa mengatakan, bahwa hanya agama sematalah yang menyebabkan seseorang terkena virus radikalisme. Agama hanya salah satu dari sekian banyak faktor.

Menuju Toleransi

Nilai ke-Indonesia-an yang toleran, welas asih, dan guyub, menjadi modal yang sangat pas dalam menangkal sikap intoleransi.

Dengan demikian, melawan radikalisme perlu dari akarnya, yaitu mencegah sikap intoleransi dengan cara-cara mengakar tentunya. Cara-cara mengakar itu lebih mengutamakan pencegahan yang berbasis pada lintas disiplin, pendekatan, strategi, partisipasi, dan keaktifan dari semua kalangan.

Sikap toleransi sudah tertanam di hati masyarakat Indonesia dengan beragam budaya dan dibangun oleh sejarah pluralisme. Hanya butuh semangat kebersamaan untuk memantik api toleransi dan semangat kebangsaan di sanubari masyarakat Nusantara.

Maka dari itu menangkal radikalisme harus dilakukan secara bersama-sama antar elemen warganet dan masyarakat. Menangkal virus radikalisme membutuhkan kerja kolektif dengan jiwa gotong-royong dan semangat Bhinneka Tunggal Ika menciptakan toleransi dan nasionalisme serta optimisme terhadap bangsa dan negara.

Koperasi Desa Merah Putih Hadir sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Papua

June 17, 2026

MBG Diperkuat melalui Evaluasi Total dan Pengetatan Standar Operasional

June 17, 2026

Koperasi Desa Merah Putih Hadir sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Papua

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Koperasi Desa Merah Putih Hadir sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Papua PAPUA — Koperasi Desa Merah…

MBG Diperkuat melalui Evaluasi Total dan Pengetatan Standar Operasional

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

MBG Diperkuat melalui Evaluasi Total dan Pengetatan Standar Operasional Oleh: Yuni Sukmawati Program Makan Bergizi…

Mengawal Komitmen Pemerintah Hadirkan Layanan MBG yang Lebih Baik

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Mengawal Komitmen Pemerintah Hadirkan Layanan MBG yang Lebih Baik Oleh: Rina Oktavia Komitmen pemerintah dalam…

Pemerintah Fokus Benahi MBG dari Hulu hingga Hilir

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Pemerintah Fokus Benahi MBG dari Hulu hingga Hilir Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.