• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hadirkan Berbagai Pakar Hukum, Mahupiki Gelar Sosialisasi KUHP Nasional di Manokwari

Hadirkan Berbagai Pakar Hukum, Mahupiki Gelar Sosialisasi KUHP Nasional di Manokwari

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 8 February 2023

Hadirkan Berbagai Pakar Hukum, Mahupiki Gelar Sosialisasi KUHP Nasional di Manokwari

Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia (Mahupiki) terus menggelar rangkaian kegiatan sosialisasi mengenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional di beberapa daerah di Indonesia.

Terbaru, mereka melaksanakan kegiatan sosialisasi tersebut di Swiss Bell Hotel Manokwari, Papua Barat pada 8 Februari 2023, bekerja sama dengan Universitas Papua.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Guru Besar Hukum Pidana Universitas Diponegoro Prof. Dr. Pujiyono, Guru Besar Emeritus Universitas Padjadjaran (UNPAD), Prof. Romli Atmasasmita, dan Guru Besar Universitas Jember, Prof.Dr. M. Arief Amrullah

Pada sosialisasi KUHP yang diselenggarakan oleh Mahupiki, Prof. Dr. Pujiyono, menjelaskan bahwa Pancasila merupakan ide dasar dari pembentukan KUHP baru atau nasional.

“kalau kita bicara terkait dengan KUHP kita yang baru ini adalah sebuah KUHP yang bersifat tidak hanya modern, tetapi juga KUHP yang bersumber dari ide dasar dari bangsa Indonesia itu sendiri,” jelas Pujyiono.

Ia juga menambahkan bahwa Pengesahan KUHP baru yang disetujui oleh DPR RI pada 6 Desember 2022 ini merupakan salah satu bentuk dekolonilaisasi dari sistem hukum pidana yang masih diadopsi hingga tiga tahun mendatang.

“misi utama dahulunya adalah melakukan dekolonialisasi dalam bidang hukum. Karena apa? Apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, polisi, jaksa, pak hakim, dan yang lain lain itu terkurung di dalam aplikasinya oleh doktrin doktrin kolonial.,” imbuh prof Pujiyono.

Sementara itu, Prof. Romli Atmasasmita, menjelaskan sejarah penjang mengenai perkembangan penyusunan KUHP nasional. Menurutnya, KUHP yang kita gunakan saat ini adalah KUHP yang berdasarkan atas pemikiran kolonial penjajahan Hindia Belanda.

“Tapi supaya diketahui kitab undang undang yang digunakan sehari hari selama ini yang sering menimbulkan masalah adalah undang undang pidana Hindia Belanda.” ujar Prof Romli.

Namun demikian, Prof Romli menambahkan bahwa KUHP baru atau nasional ini merupakan salah satu upaya dekolonialisasi system hukum pidana Indonesia yang selama ini digunakan hingga tiga tahun mendatang.

“Perlu ada yang namanya dekolonisasi KUHP yang kita pakai hari ini. Dekolonisasi karena itu berbau kolonial penjajahan. dengan dekolonialisasi diharapkan kita bisa beradaptasi dengan perkembangan nasional dan internasional.” kata Prof Romli.

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Jember, Prof.Dr. M. Arief Amrullah menegaskan bahwa materi hukum pidana nasional mengatur keseimbangan antara, kepentingan masyarakat dan kepentingan individu atau yang disebut dengan keseimbangan monodualistik.

Hukum pidana selain memperhatikan segi objektif dari perbuatan, lanjut dia, tetapi juga memperhatikan dari segi subjektif dari pelaku.

“KUHP nasional kita atau sering juga disebut KUHP baru ini mengandung muatan keseimbangan. Mengandung keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan kepentingan individu jadi istilahnya tuh proporsional nantinya,” ujar Prof Arief

“itu yang disebut dengan istilahnya keseimbangan monodualistik ya jadi antara asas legalitas yang disebut juga itu asas kemasyarakatan dan juga asas kemanusiaan,” lanjut Prof Arief.

Danantara Housing Expo: Langkah Nyata Pertemukan Hunian dan Kemampuan Finansial Anak Muda

August 9, 2026

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban

August 9, 2026

Danantara Housing Expo: Langkah Nyata Pertemukan Hunian dan Kemampuan Finansial Anak Muda

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Danantara Housing Expo: Langkah Nyata Pertemukan Hunian dan Kemampuan Finansial Anak Muda Oleh: Hanan Alfawazi…

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban Jakarta- Pemerintah bersama dunia…

Danantara Gandeng Himbara dan Pengembang Perluas Akses Rumah bagi Generasi Muda

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Danantara Gandeng Himbara dan Pengembang Perluas Akses Rumah bagi Generasi Muda JAKARTA – Dalam rangka…

Danantara Housing Expo Perkuat Akses Hunian bagi MBR dan Non-MBR

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Danantara Housing Expo Perkuat Akses Hunian bagi MBR dan Non-MBR Jakarta – Sebagai upaya memperluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.