• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 9 August 2026

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban

Jakarta- Pemerintah bersama dunia usaha terus memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah dinamika ekonomi global. Melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja, pemerintah tengah menyusun sejumlah langkah mitigasi yang berorientasi pada pencegahan sejak dini. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dunia kerja, melindungi pekerja, serta memastikan keberlangsungan aktivitas dunia usaha sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengatakan bahwa pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja saat ini sedang merumuskan sekitar sepuluh langkah mitigasi PHK. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan setelah PHK terjadi, tetapi lebih diarahkan pada deteksi dini terhadap kondisi perusahaan yang mulai mengalami tekanan agar solusi dapat segera diberikan.

 

“Kurang lebih ada 10 langkah yang nanti kita rumuskan dalam rangka untuk menghindari PHK. Jadi itu memang kita tangani sejak awal, di hulunya bukan di hilirnya. Itu yang sekarang sedang kita kolaborasikan dengan pemerintah,” ujar Bob.

 

Ia menjelaskan, pemetaan dilakukan berdasarkan berbagai indikator yang lazim dialami perusahaan ketika menghadapi tekanan usaha, seperti berkurangnya lembur, pengurangan hari kerja, pengurangan jam kerja, hingga kebijakan merumahkan sebagian pekerja. Dengan mengenali indikator tersebut sejak awal, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai tingkat kesehatan perusahaan dan menyiapkan langkah-langkah pendampingan yang sesuai sebelum kondisi memburuk.

 

“Jadi kita bisa mapping kondisi perusahaan-perusahaan itu sejak awal. Jadi jangan di akhir. Begitu di akhir ngomongin soal pesangon saja, sudah telat,” katanya.

 

Bob menambahkan, perusahaan yang mengalami penurunan keuntungan selama dua hingga tiga tahun berturut-turut juga perlu mendapat perhatian khusus. Menurutnya, identifikasi dini akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan maupun dukungan yang dapat membantu perusahaan bertahan sehingga mampu mempertahankan tenaga kerja yang dimiliki.

 

Ia menilai pendekatan preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah PHK terjadi. Sebab, ketika perusahaan telah memasuki kondisi bangkrut, penyelesaian hak-hak pekerja menjadi semakin sulit karena kemampuan finansial perusahaan telah menurun secara signifikan. Oleh karena itu, langkah penyelamatan perusahaan sejak awal dinilai menjadi bagian penting dalam melindungi pekerja dari risiko kehilangan mata pencaharian.

 

Bob juga mengingatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan akibat perlambatan ekonomi bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi di berbagai negara seperti Singapura dan China. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sektor ketenagakerjaan nasional.

 

Melalui penyusunan langkah mitigasi berbasis pemetaan kondisi perusahaan, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanganan setelah masalah terjadi. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan dunia usaha, melindungi hak-hak pekerja, memperkuat iklim investasi, serta menciptakan hubungan industrial yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.

Komite Jakarta Utara (Kom-Ju) Didampingi Sejumlah Advokat Akan Melaporkan Suket Gate Gibran ke Basreskrim Polri

November 4, 2026

Keamanan Pangan MBG adalah Komitmen Negara Melindungi Generasi Bangsa

November 4, 2026

Komite Jakarta Utara (Kom-Ju) Didampingi Sejumlah Advokat Akan Melaporkan Suket Gate Gibran ke Basreskrim Polri

By Kata IndonesiaNovember 4, 20260

Pengamat pemilu Ramdansyah menyatakan siap mendampingi Komite Masyarakat Jakarta Utara (Kom-JU) untuk membawa persoalan surat…

Keamanan Pangan MBG adalah Komitmen Negara Melindungi Generasi Bangsa

By Kata IndonesiaNovember 4, 20260

Keamanan Pangan MBG adalah Komitmen Negara Melindungi Generasi Bangsa Oleh: Bima Prasety Pemerintah memperkuat pengawasan…

Pakar HI UI Dorong Regulasi Anti Spionase Asing Hadapi Ancaman Intelijen

By Kata IndonesiaNovember 4, 20260

Pakar HI UI Dorong Regulasi Anti Spionase Asing Hadapi Ancaman Intelijen *Jakarta* – Pakar Hubungan…

Anggota DPR Sebut Ancaman Spionase Nyata, RUU Antispionase Perlu Dikaji

By Kata IndonesiaNovember 4, 20260

Anggota DPR Sebut Ancaman Spionase Nyata, RUU Antispionase Perlu Dikaji *JAKARTA* – Anggota Komisi I…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.