• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Gotong Royong Menjaga Tren Positif Pengendalian Covid-19

Gotong Royong Menjaga Tren Positif Pengendalian Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 May 2022

Gotong Royong Menjaga Tren Positif Pengendalian Covid-19

Oleh : Raditya Rahman

Kasus Covid-19 terus mengalami penurunan, utamanya pasca libur panjang Idul Fitri. Kendati demikian, seluruh komponen masyarakat diminta untuk terus bergotong royong dalam menjaga tren positif Covid-19 dengan selalu taat Prokes agas transisi pandemi ke endemi dapat segera terwujud.

Indonesia terus mengalami penurunan kasus positif Covid-19 yang ditandai dengan kurva yang terus melandai.

Hal tersebut merupakan sebuah bukti nyata dari kerja keras seluruh masyarakat yang juga turut mensukseskan program-program Pemerintah mulai dari taat prokotol kesehatan sampai pada melakukan vaksinasi sehingga pengendalian pandemi bisa berhasil seperti sekarang ini.

Menurunnya kurva penularan Covid-19 diharapkan tidak serta merta membuat masyarakat menjadi lengah dan menganggap kalau seolah pandemi sudah hilang atau lenyap begitu saja. Maka dari itu Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menyatakan dengan tegas kepada seluruh masyarakat supaya tren baik ini harus terus dapat dipertahankan.
Apabila semua masyarakat bisa terus bersinergi menjaga stabilitas pengendalian pandemi Covid-19, maka bukan tidak mungkin seluruh aktivitas sosial dan juga perekonomian dalam negeri perlahan akan terus bangkit dan menjadi kembali produktif seperti sedia kala.
Keberhasilan Indonesia untuk mengendalikan pandemi dengan menekan angka penularan sampai pada titik seperti sekarang ini, bahkan dikatakan oleh Prof Wiku sangat patut untuk dicontoh oleh berbagai negara lain. Pasalnya masih terdapat beberapa negara yang terus berjuang dan masih melakukan lockdown di wilayah mereka karena tingkat penularan Covid-19 yang tinggi.
Bukti konkret dari keberhasilan penanganan pandemi di Tanah Air bahkan juga telah teruji pada waktu masyarakat banyak melaksanakan mudik dan juga liburan Lebaran. Faktanya, ternyata sama sekali tidak ada kenaikan penularan Covid-19 yang signifikan, bahkan kian hari angka penularan tersebut semakin melandai. Tentunya apabila dibandingkan dengan periode liburan atau hari raya pada setidaknya 2 tahun belakangan ini, hal tersebut sangat berbanding terbalik karena pada waktu itu secara signifikan tingkat penularan Covid-19 di masyarakat langsung meningkat.
Jika semisal semua negara juga bisa melakukan pengendalian pandemi sebaik yang telah ada di Indonesia, maka nantinya status pandemi dari Covid-19 ini akan dicabut oleh World Health Organization (WHO) sehingga perlahan tentunya segala aktivitas bisa kembali normal. Akan tetapi nyatanya, keberadaan pandemi atau bahkan virus itu sendiri masih ada sehingga bukan menutup kemungkinan masih terdapat potensi risiko penularan.
Selain itu, ditambahkan oleh Prof Wiku bahwa potensi risiko keterjangkitan manusia terhadap Covid-19 juga masih ada karena terdapat kemungkinan faktor lain seperti misalnya keberadaan varian virus yang baru sehingga kekebalan atau imunitas manusia akan kembali diuji. Maka dari itu pesan penting disampaikan olehnya bahwa masyarakat masih harus bermawas diri untuk menjaga adanya risiko keterjangkitan tersebut.
Setidaknya terdapat tiga kunci utama yang bisa dijadikan patokan bagi masyarakat supaya mampu mempertahankan landainya kurva penularan Covid-19 ini. Poin pertama adalah terletak pada kebiasaan untuk terus menjaga perilaku pola hidup yang bersih dan juga sehat. Jadi jangan sampai hidup bersih sehat ini hanya ada pada saat pandemi saja, namun memang seharusnya menjadi pola hidup utama masyarakat.
Lebih lanjut, masyarakat sendiri juga harus memiliki kesadaran diri untuk melakukan pengetesan apabila memiliki riwayat bahwa dirinya berisiko yakni telah mendatangi keramaian atau bepergian jarak jauh, termasuk juga apabila merasa memiliki gejala Covid-19. Kemudian poin terakhir adalah pada kesadaran diri masyarakat untuk segera melakukan isolasi mandiri apabila memang telah terkonfirmasi positif, atau bisa langsung menuju ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kepedulian masyarakat untuk ikut berperang melawan pandemi Covid-19 menjadi modal utama kesuksesan pengendalian Covid-19. Dengan adanya kesadaran untuk selalu taat Prokes dan mengikuti imbauan Pemerintah, kasus Covid-19 diharapkan dapat terus ditekan demi percepatan pemulihan perekonomian.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Gotong Royong Menjaga Tren Positif Pengendalian Covid-19

Oleh : Raditya Rahman )*
Kasus Covid-19 terus mengalami penurunan, utamanya pasca libur panjang Idul Fitri. Kendati demikian, seluruh komponen masyarakat diminta untuk terus bergotong royong dalam menjaga tren positif Covid-19 dengan selalu taat Prokes agas transisi pandemi ke endemi dapat segera terwujud.
Indonesia terus mengalami penurunan kasus positif Covid-19 yang ditandai dengan kurva yang terus melandai. Hal tersebut merupakan sebuah bukti nyata dari kerja keras seluruh masyarakat yang juga turut mensukseskan program-program Pemerintah mulai dari taat prokotol kesehatan sampai pada melakukan vaksinasi sehingga pengendalian pandemi bisa berhasil seperti sekarang ini.
Menurunnya kurva penularan Covid-19 diharapkan tidak serta merta membuat masyarakat menjadi lengah dan menganggap kalau seolah pandemi sudah hilang atau lenyap begitu saja. Maka dari itu Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menyatakan dengan tegas kepada seluruh masyarakat supaya tren baik ini harus terus dapat dipertahankan.
Apabila semua masyarakat bisa terus bersinergi menjaga stabilitas pengendalian pandemi Covid-19, maka bukan tidak mungkin seluruh aktivitas sosial dan juga perekonomian dalam negeri perlahan akan terus bangkit dan menjadi kembali produktif seperti sedia kala.
Keberhasilan Indonesia untuk mengendalikan pandemi dengan menekan angka penularan sampai pada titik seperti sekarang ini, bahkan dikatakan oleh Prof Wiku sangat patut untuk dicontoh oleh berbagai negara lain. Pasalnya masih terdapat beberapa negara yang terus berjuang dan masih melakukan lockdown di wilayah mereka karena tingkat penularan Covid-19 yang tinggi.
Bukti konkret dari keberhasilan penanganan pandemi di Tanah Air bahkan juga telah teruji pada waktu masyarakat banyak melaksanakan mudik dan juga liburan Lebaran. Faktanya, ternyata sama sekali tidak ada kenaikan penularan Covid-19 yang signifikan, bahkan kian hari angka penularan tersebut semakin melandai. Tentunya apabila dibandingkan dengan periode liburan atau hari raya pada setidaknya 2 tahun belakangan ini, hal tersebut sangat berbanding terbalik karena pada waktu itu secara signifikan tingkat penularan Covid-19 di masyarakat langsung meningkat.
Jika semisal semua negara juga bisa melakukan pengendalian pandemi sebaik yang telah ada di Indonesia, maka nantinya status pandemi dari Covid-19 ini akan dicabut oleh World Health Organization (WHO) sehingga perlahan tentunya segala aktivitas bisa kembali normal. Akan tetapi nyatanya, keberadaan pandemi atau bahkan virus itu sendiri masih ada sehingga bukan menutup kemungkinan masih terdapat potensi risiko penularan.
Selain itu, ditambahkan oleh Prof Wiku bahwa potensi risiko keterjangkitan manusia terhadap Covid-19 juga masih ada karena terdapat kemungkinan faktor lain seperti misalnya keberadaan varian virus yang baru sehingga kekebalan atau imunitas manusia akan kembali diuji. Maka dari itu pesan penting disampaikan olehnya bahwa masyarakat masih harus bermawas diri untuk menjaga adanya risiko keterjangkitan tersebut.
Setidaknya terdapat tiga kunci utama yang bisa dijadikan patokan bagi masyarakat supaya mampu mempertahankan landainya kurva penularan Covid-19 ini. Poin pertama adalah terletak pada kebiasaan untuk terus menjaga perilaku pola hidup yang bersih dan juga sehat. Jadi jangan sampai hidup bersih sehat ini hanya ada pada saat pandemi saja, namun memang seharusnya menjadi pola hidup utama masyarakat.
Lebih lanjut, masyarakat sendiri juga harus memiliki kesadaran diri untuk melakukan pengetesan apabila memiliki riwayat bahwa dirinya berisiko yakni telah mendatangi keramaian atau bepergian jarak jauh, termasuk juga apabila merasa memiliki gejala Covid-19. Kemudian poin terakhir adalah pada kesadaran diri masyarakat untuk segera melakukan isolasi mandiri apabila memang telah terkonfirmasi positif, atau bisa langsung menuju ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kepedulian masyarakat untuk ikut berperang melawan pandemi Covid-19 menjadi modal utama kesuksesan pengendalian Covid-19. Dengan adanya kesadaran untuk selalu taat Prokes dan mengikuti imbauan Pemerintah, kasus Covid-19 diharapkan dapat terus ditekan demi percepatan pemulihan perekonomian.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.