• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Gotong Royong FPMSI Bersama Warganet Semarang Dukung Suksesnya RUU OmnibusLaw CiptaKerja Demi Kesejahteraan Bangsa

Gotong Royong FPMSI Bersama Warganet Semarang Dukung Suksesnya RUU OmnibusLaw CiptaKerja Demi Kesejahteraan Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 18 March 2020

Dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan segera memasuki fase bonus demografi. Artinya jumlah angkatan kerja baru akan meningkat sangat signifikan, sehingga menuntut lebih banyak lapangan kerja baru.

Maka Menyikapi makin banyaknya kebutuhan pekerjaan, teronosan kebijakan OmnibusLaw Cipta Kerja dinilai sebagai solusi cepat penambahan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Baca juga: Kolaborasi FPMSI Bersama Warganet Bandung Melawan Hoax Dan Kampanyekan Pola Hidup Sehat Guna Dukung Upaya Penanganan Wabah Corona

Oleh karena itu Forum Pegiat Media Sosial Independen bersama Warganet kota Semarang akan lakukan aksi kampanye literasi melawan hoax sekaligus memberikan dukungan kepada RUU OmnibusLaw CiptaKerja yang saat ini telah berproses di Prolegnas DPR RI.. Acara akan digelar di kawasan Kota Tua atau di Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (22/3) pagi.

Aksi kampanye literasi melawan hoax dan dukung RUU OmnibusLaw CiptaKerja ini mengusung tema “Bersama Warganet Mendukung Suksesnya RUU OmnibusLaw Cipta Kerja Dalam Prolegnas Demi Kesejahteraan Bangsa”.

Koordinator Nasional FPMSI Hafyz Marshal mengatakan bahwa Melalui aksi kampanye lawan hoax dan posting konten positif, FPMSI juga mengajak dan mengedukasi masyarakat khususnya Warganet tentang pentingnya mendukung kebijakan Omnibus Law Cipta Kerja demi kesejahteraan.bangsa.

“Dengan Aksi literasi di Semarang ini, FPMSI mengajak Warganet menerima dan mendukung RUU OmnibusLaw CiptaKerja demi terciptanya percepatan transformasi ekonomi dan suksesnya pembangunan diberbagai bidang lainnya untuk kesejahteraan bangsa menuju Indonesia Maju” kata Hafyz.

Selain itu, FPMSI juga mendukung upaya Pemerintah mengajukan RUU OmnibusLaw CiptaKerja Dalam Prolegnas agar Secepatnya Disahkan oleh DPR RI Demi Percepatan Transformasi Ekonomi Dan Menciptakan Kesejahteraan Bangsa khususnya kalangan pekerja.

Melalui kegiatan aksi kampanye literasi dan gerakan posting konten positif di Semarang ini, FPMSI terus mengajak para pegiat sosial media dan generasi muda mileneal agar melawan narasi hoax dan konten negatif tentang OmnibusLaw CiptaKerja.

Nantinya para pegiat media sosial yang terdiri dari kalangan blogger, vloger, youtuber, dan content creator yang tergabung dalam Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) pada kampanye aksi literasi tersebut akan membentangkan spanduk raksasa berisikan narasi-narasi optimisme yang akan ditanda tangani oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk.dukungan terhafap RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam.Prolegnas 2020. Dalam Kampanye aksi juga akan digelar deklarasi dukungan warganet guna membangun komitmen warganet Kota Semarang ikut berkontribusi menciptkan kondusifitas di.lini media publik demi Indonesia maju.

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.