• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Gencarkan Pemberantasan OPM, Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan

Gencarkan Pemberantasan OPM, Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 31 July 2024

Gencarkan Pemberantasan OPM, Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan

Oleh : Clara Anastasya Wompere

Pemerintah berupaya serius mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah Papua. Hal tersebut tercermin dalam penggencaran pemberantasan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang selama ini sangat meresahkan masyarakat.

Gencarnya pemberantasan OPM yang pemerintah lakukan itu merupakan sebuah wujud nyata keseriusan negara dalam upaya untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah berjuluk Bumi Cenderawasih tersebut.

Karena selama ini, Tanah Papua memang masih menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang termasuk rawan konflik dan masih belum stabil keamanannya, yang mana semua hal itu lantaran masih adanya OPM, sehingga pemerintah sangat serius dalam memberantas gerombolan separatis musuh negara itu.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa segala bentuk macam tindakan separatisme dan juga terorisme di Tanah Air, utamanya di wilayah Papua harus mengalami pemberantasan dengan tuntas.
Bukan tanpa alasan tentunya, lantaran tindak teror yang selama ini OPM lakukan itu sudah selayaknya aksi kombatan dengan senjata karena turut juga menyerang dan menyebabkan jatuhnya korban dari berbagai kalangan termasuk masyarakat sipil bahkan hingga aparat keamanan sendiri.
Oleh karena itu, negara tidak mendiamkan hal tersebut karena OPM sudah menjadi kombatan dengan membawa senjata. Terlebih, dengan sangat tegas Pemerintah tidak akan membiarkan sampai ada negara di dalam negara sebagaimana tuntutan dari OPM yang ingin memerdekakan Papua karena hal tersebut akan terus mendatangkan kerawanan konflik tinggi.
Sehingga menjadikan seluruh jajaran aparat keamanan menindak dengan sangat tegas apa yang selama ini telah gerombolan separatis musuh negara itu lakukan. Lebih lanjut, para prajurit juga telah menyiapkan metode tersendiri untuk penyelesaian masalah di Papua, yakni melawan penggunaan senjata dengan senjata pula.
Meski tindak sangat tegas telah aparat keamanan persiapkan, namun mereka juga tetap terus mengutamakan operasi teritorial sebagai wujud nyata untuk merangkul dan membantu seluruh masyarakat setempat.
Dengan adanya operasi teritorial dari aparat keamanan, sama saja juga dalam rangka untuk membantu Pemerintah dalam upayanya menyukseskan percepatan pembangunan demi menyejahterakan masyarakat Bumi Cenderawasih.
Sejatinya selama ini aparat keamanan sendiri juga sudah melakukan berbagai macam bantuan pelayanan kepada masyarakat setempat seperti membangun sekolah dan mengajar kepada anak-anak di sana.
Namun, upaya pelayanan masyarakat yang aparat lakukan itu seringkali mendapatkan gangguan yang cukup serius bahkan kerap kali mengancam nyawa mereka. Untuk itu, sama sekali negara sudah tidak bisa lagi terus membiarkan gangguan tersebut terjadi.
Sementara itu, Komando Operasi (Koops) TNI Habema juga terus berupaya untuk selalu siaga dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah Papua, yang mana dengan demikian mampu menjamin upaya percepatan pembangunan dari Pemerintah berjalan dengan lancar.
Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letnan Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Letkol Arh), Yogi Nugroho mengatakan bahwa pihaknya berhasil menindaklanjuti serangan OPM dengan melakukan tindak sangat tegas kepada anggota gerombolan separatis Bumi Cenderawasih itu.
Keberhasilan prajurit aparat keamanan dalam melumpuhkan kekuatan OPM merupakan upaya nyata dari pemerintah untuk selalu menjaga stabilitas keamanan guna mendukung kelancaran proses percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Menindaklanjuti kekejian dan kebiadaban OPM, maka aparat keamanan melakukan penindakan sangat tegas yang berlangsung efektif serta terbukti berhasil melumpuhkan kekuatan gerombolan teroris musuh negara itu.
Di sisi lain, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Meutya Hafid turut menyoroti aksi kejam OPM yang kian hari menjadi semakin anarkis. Pihak dewan legislatif terus mendukung upaya Pemerintah yang berfokus dalam menyelesaikan seluruh konflik dan melakukan pemulihan akan stabilitas keamanan di Bumi Cenderawasih.
Selama ini pemerintah sudah mengambil banyak bentuk langkah konkret dan terus berfokus pada penyelesaian konflik serta mengupayakan terwujudnya stabilitas keamanan di Papua, termasuk juga sudah sangat optimal dalam mengambil tindakan dalam mengatasi semua aksi anarkis OPM.
Fokus utama pemerintah selama ini, tidak lain dan tidak bukan hanyalah demi keamanan bagi masyarakat orang asli Papua (OAP) saja. Oleh karena itu, kemampuan aparat keamanan pasukan gabungan dari TNI maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengatasi gangguan kamtibmas dan melindungi warga sipil patut mendapatkan apresiasi tinggi.
Terkait dengan tindak sangat kejam OPM yang melakukan pembakaran sekolah, tentunya tindakan tersebut jelas telah sangat merebut hak penerus generasi bangsa di sana untuk belajar. Maka dari itu, Pemerintah terus menggencarkan upaya untuk memberantas keberadaan OPM dengan sangat serius, dalam rangka demi mewujudkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua sehingga menunjang percepatan pembangunan di sana.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Yogyakarta

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.