• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Gedung AMANAH untuk Mendorong Pembangunan dan Pemberdayaan Generasi Muda di Aceh

Gedung AMANAH untuk Mendorong Pembangunan dan Pemberdayaan Generasi Muda di Aceh

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 31 August 2024

Banda Aceh – Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) yang berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mendorong pembangunan dan memberdayakan generasi muda di Aceh. Proyek senilai Rp120 miliar ini sepenuhnya didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Lokasi berdirinya Gedung AMANAH di KIA Ladong membuktikan jika investasi di Aceh semakin aman dan kondusif. Hal ini juga mendorong berdirinya gedung-gedung lain yang memiliki peran strategis di sekitar Gedung AMANAH. Secara tidak langsung, berdirinya Gedung AMANAH ikut mendorong pembangunan di sekitar KIA Ladong.

Kepala Dinas Perindag Aceh, Muhammad Tanwier, mengatakan keberadaan Gedung AMANAH akan membantu meningkatkan ekonomi kerakyatan, karena nantinya akan menyerap tenaga kerja di masa mendatang dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Banyak misi yang dibawa oleh AMANAH, terutama terkait dengan isu tenaga kerja serta meningkatkan ekonomi kerakyatan,” ucap pria yang akrab disapa Baong ini.

Selain sebagai pusat kreatif bagi generasi muda, gedung AMANAH ini nantinya juga akan menjadi rumah produksi bersama untuk memberdayakan tenaga kerja terampil.

“Dengan konsep usaha terpadu itu, gedung pusat industri UMKM AMANAH akan menjadi solusi dari masalah penampungan tenaga kerja di Aceh, terutama tenaga terampil dengan kualifikasi yang mumpuni. Kita ingin menjadikan gedung itu menjadi sentra UMKM terpadu dengan membuka akses pasar seluas-luasnya,” tutup Baong.

Gedung AMANAH juga akan dimanfaatkan untuk menjadi sarana berdiskusi dan memfasilitasi anak muda Aceh agar dapat mengembangkan teknologi dan kreativitas mereka melalui talkshow-talkshow yang akan digelar.

Seperti salah satu talkshow yang diselenggarakan oleh AMANAH yang mengangkat tema “Teknologi Jadi Cuan, Kenapa Tidak?”. Aktor film, Dennis Adhiswara, yang menjadi narasumber dalam talkshow ini menyampaikan keyakinannya bahwa dukungan terhadap startup lokal kreasi anak muda adalah langkah strategis dalam memberdayakan ekosistem teknologi di Aceh.

“Dengan memberikan perhatian dan sumber daya yang memadai, akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi berkelas dunia dapat muncul dari daerah Aceh.” Kata Dennis.

Dengan dibangunnya Gedung AMANAH di Aceh, diharapkan dapat memfasilitasi serta memberdayakan semua potensi anak muda yang ada di Aceh.

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

September 1, 2026

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

September 1, 2026

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Ekonomi RI Berpeluang Tembus 5,6 Persen Ditopang Investasi Produktif JAKARTA — Perekonomian Indonesia dinilai memiliki…

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Investasi Nasional Jadi Kunci Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,6 Persen Jakarta – Investasi nasional menjadi…

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.