• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Gebyar Perayaan Kemerdekaan Indonesia Ke-74 dari Baku, Azerbaijan

Gebyar Perayaan Kemerdekaan Indonesia Ke-74 dari Baku, Azerbaijan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 17 August 2019

Langkah-langkah kaki anggota Paskibra yang sedang menyempurnakan latihannya sudah terdengar sejak pagi. Ragam pakaian adat Indonesia mulai dikeluarkan dari lemari koleksi di gedung KBRI Baku, untuk segera dipakai oleh para petugas upacara yang bertugas untuk membacakan teks Proklamasi, UUD’ 45, Doa serta MC pada upacara kali ini.

Masyarakat Indonesia yang ada di Baku dan sebagian mahasiswa juga penduduk Azerbaijan juga mulai menjejali pintu gerbang KBRI Baku pagi itu untuk menjadi bagian dari upacara pengibaran bendera merah putih sebagai tanda perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-74.

Sekitar pukul 9 lewat 15 menit, sesuai waktu yang dijadwalkan, para peserta upacara mulai membentuk barisan dan seluruh perangkat upacara telah berdiri tegap, menunggu aba-aba bahwa upacara akan segera dimulai.

Pemimpin upacara, Kifah Gibraltar, memasuki lapangan upacara dengan pakaian ala paskibraka di Istana, setelan warna merah dan putih. Ia mengaba-abakan untuk memberikan hormat kepada Pembina upacara pagi ini, Dubes RI Azerbaijan, Prof. Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA.

Dilanjutkan dengan pengibaran Sang Merah Putih, dengan tim paskibra yang terdiri dari mahasiswa Indonesia dan mahasiswa Azerbaijan. Dengan sempurna sang merah putih dibuka dan dikibarkan bersama iringan lagu Indonesia Raya, yang kerap membuat nurani para WNI yang merantau di LN bergetar.

Dalam amanatnya, Dubes RI Azerbaijan, menyampaikan bahwa “Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar, merupakan tugas kita dan generasi muda untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa para pemimpin dunia. 270 juta orang Indonesia harus menjadi pribadi-pribadi yang unggul, berkarakter kuat dan cinta dengan tanah air untuk bersaing dengan masyarakat dunia,” ujarnya.

Seusai upacara, dilanjutkan dengan ramah-tamah, syukuran berupa makan tumpeng dan potong kue ulang tahun Indonesia. Perayaan 17 Agustus di Baku juga akan dilanjutkan dengan pesta rakyat yang akan dimulai pada pukul 5 sore di Wisma Indonesia.

Masih dalam rangkaian Dirgahayu Indonesia, KBRI Baku juga akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival ke-4 pada bulan September.

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Ekonomi RI Dinilai Tetap Stabil Meski Rupiah Menghadapi Tekanan Jakarta – Pemerintah menilai kondisi perekonomian…

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.