“Kesempatan itu selalu ada di sekitar kita, ketika kita gagal percayalah akan selalu ada kesempatan lainnya” berikut adalah kutipan kata-kata dari Billy Mambrasar yang diambil di channel youtube Merry Riana yang tayang baru-baru ini. Pria kelahiran Papua yang akrab dipanggil Kakak Billy ini, merupakan salah satu staf khusus Presiden Republik Indonesia yang dilantik pada tahun 2019.
Billy Mambrasar ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk mengawasi pembangunan Indonesia, khususnya Indonesia bagian timur, dan fokus pada pengembangan Pendidikan, kewirausahaan dan anak muda Indonesia.
Tapi, siapa sangka dibalik prestasi dan karir cemerlangnya, Billy Mambrasar mengaku pernah Depresi. Itu terjadi beberapa tahun silam, saat dirinya mengikuti salah satu ajang pencarian bakat Nasional di salah satu TV swasta Indonesia Ini.
“Saya gagal di ajang Indonesian Idol tahun 2006 silam, dan hanya bertahan sampai di TOP 30, sudah masuk karantina waktu itu utk 3 babak lanjutan di Jakarta, tapi ga jadi. Saya akhirnya “gantung mic”, kembali ke Bandung untuk meneruskan kuliah saya di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan berakhir kerja jadi Insinyur aja”, ujar Billy tersenyum.
Mengaku sempat merasa terpuruk dan membuat ia keteteran dalam mengikuti kuliah nya tidak membuat Billy semakin jatuh dalam kesedihan karena gagal di ajang nyanyi ini.
Ditanya mengenai kegagalannya di ajang tersebut, Billy menjawab sambil tersenyum, “Gak apa-apa gagal jadi penyanyi, tapi bisa sukses menjadi pengusaha muda dan akhirnya bisa menembus istana saat ini, bekerja untuk Bangsa dan Negara Indonesia. Tuhan sudah punya rencana yang lebih indah ternyata.”
Terlepas dari kegagalan yang pernah dialaminya, sosok Billy sendiri merupakan pribadi yang tangguh. Hal ini bukan tanpa sebab. Masa kecil nya yang dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga tidak mampu, membuat Billy selalu berusaha keras dan melakukan apa saja untuk mencapai mimpinya.
Link Podcast: https://www.youtube.com/watch?v=aMasBNNUhvE&t=38s
Dalam wawancara nya bersama Merry Riana, Billy menambahkan, bahkan saat ini setelah sukses dan memiliki keuntungan karena memiliki banyak opsi atau pilihan dalam hidup nya, tidak membuat langkah Billy semakin mudah. “Terkadang memiliki banyak pilihan di meja kita, justru memperbesar kemungkinan untuk melakukan kesalahan. Karena itu saya tidak pernah berhenti berdoa untuk meminta petunjuk dari Tuhan untuk menentukan langkah hidup saya” ujar Billy.
Anak Papua pertama yang berhasil masuk universitas Harvard ini pun kemudian berpesan kepada anak muda Indonesia bahwa anak muda harus memaksimalkan ambisi dan rasa bersyukur.
“Tidak ada mimpi yang tidak mungkin dicapai, tidak perduli latar belakang hidup kalian seperti apa, tetapi dengan doa, semangat dan kerja keras maka semua yang di cita-cita kan, akan tercapai. Lalu lakukanlah kebaikan sebanyak banyak nya supaya hidup tambah happy” ungkap Billy sembari tersenyum.
Safe Screen, Safe Mind: PP TUNAS dan Perlindungan Anak Oleh : Abdul Razak Transformasi digital…
Langkah kaki Datuk Dr. Bungsu Aziz bin Haji Jaafar terhenti sejenak saat memasuki pelataran Pondok…
PP TUNAS Lindungi Anak dari Terorisme dan Radikalisme Digital Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen…
PP TUNAS Perkuat Perlindungan Anak, Cegah Paparan Radikalisme Digital Jakarta, - Pemerintah terus memperkuat upaya…
Sekolah Rakyat dan Penegasan Negara atas Hak Pendidikan Oleh: Hanif Ridho Pemerintah terus memperkuat peran…
Sekolah Rakyat Jamin Hak Dasar Pendidikan Masyarakat Oleh: Tiana Pramesti Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi penegasan…