• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»G20 Jadi Aksi Nyata Hadapi Badai Finansial dan Multikrisis

G20 Jadi Aksi Nyata Hadapi Badai Finansial dan Multikrisis

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 29 October 2022

G20 Jadi Aksi Nyata Hadapi Badai Finansial dan Multikrisis

Oleh :Abdul Razak

KTT G20 akan diselenggarakan di Bali, 15-16 November 2022. Dengan tema ‘Recover Together, Recover Stronger’, forum ini akan berusaha menyelesaikan berbagai masalah yang dialami oleh anggota-anggotanya, diantaranya masalah finansial dan penyelesaian multikrisis.

Pandemi hampir 3 tahun telah membuat situasi kacau-balau, karena efeknya juga ada di seluruh dunia. Ketika berkonsentrasi pada penanganan Corona dan efeknya, bidang ekonomi terkena imbasnya.

Kondisi ini tidak bisa diperpanjang karena akan menyebabkan berbagai efek buruk, mulai dari krisis ekonomi, resesi, hingga inflasi. Saat ada multikrisis maka pemerintah berusaha keras agar keadaan finansial negara membaik lagi.

Oleh karena itu, ketika Indonesia ditunjuk menjadi Presidensi G20 tahun 2022, mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. KTT G20 juga sangat penting sebagai ajang untuk bekerja sama antar anggota dan mengatasi masalah finansial dan multikrisis bersama-sama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa presidensi G20 Indonesia akan membangkitkan semangat untuk bangkit dan pulih bersama. Sangat dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan tindakan kolektif yang kuat untuk melindungi sekaligus membawa dunia ke pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif.
Sri Mulyani melanjutkan, kondisi perekonomian Indonesia masih kuat dalam menghadapi badai finansial dan multikrisis. Tema KTT G20 “Recover Together, Recover Stronger”, dipilih karena dunia membutuhkan upaya bersama dan aksi nyata dengan semangat kerja sama dan kolaborasi, melalui G20.
Pada KTT G20, maka akan dibahas kerja sama di bidang kesehatan yang menyeluruh. Pandemi masih terjadi meski jumlah pasien Corona terus menurun. Namun bukan berarti situasi 100% aman karena virusnya masih bisa bermutasi. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi agar semua anggota G20 bisa menangani virus Covid-19 dan dampaknya.
Jika ada kerja sama maka akan ada sharing bagaimana cara mengendalikan pandemi, agar tidak terjadi ledakan pasien. Lantas juga ada kerja sama dan pemberian vaksin, ketika ada negara anggota G20 yang masih kekurangan stok vaksin Covid-19. Ketika hal ini terjadi maka masyarakatnya akan sehat dan berdampak positif pada perekonomian.
Saat masyarakatnya bebas Corona dan taat prokes maka perekonomian negara-negara anggota G20 akan bangkit kembali, karena mereka semangat bekerja. Tidak ada yang takut tertular Corona karena semuanya tertib memakai masker. Pabrik-pabrik juga buka terus, tidak bergiliran atau ada sesi work from home, sehingga roda perekonomian bergulir dengan cepat.
Kemudian, kerja sama pada KTT G20 adalah pada transisi menuju energi keberlanjutan. Indonesia menjadi pionir dengan beralih, dari penggunaan energi minyak bumi yang berbahan fosil, menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang sumbernya dari tenaga surya atau bayu (angin).
Dengan kerja sama di bidang energi baru ini maka dunia akan jadi lebih baik, karena EBT sangat minim emisi dan ramah lingkungan. Ketika minim emisi maka akan mengurangi potensi pelubangan lapisan ozon, sehingga bumi akan makin sehat.
Pada KTT G20 akan ada kerja sama sehingga seluruh anggotanya kompak beralih ke EBT. Transisi energi memang sangat diperlukan, karena persedian fosil yang diolah jadi minyak bumi sudah menipis. Oleh karena itu, sebelum fosil benar-benar habis, perlu ada transisi energi sesegera mungkin, juga untuk adaptasi agar masyarakat tidak kaget.
Sementara itu, Tony Blair Institute mengadakan kunjungan ke Indonesia, dan delegasinya bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam pertemuan itu dibicarakan kerja sama untuk mengatasi pandemi di Indonesia dan seluruh anggota G20. Inggris sebagai negara asal Tony Blair Institute sekaligus anggota G20, sangat mendukung Presidensi Indonesia di KTT G20 tahun ini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, akan ada 5 target yang ditetapkan dalam Presidensi G20 tahun ini. Pertama, membentuk dana pandemi sehingga ketika terjadi pandemi berikutnya, sudah siap dengan uang untuk operasional dan penanggulangannya. Saat ini memang belum ada tanda-tanda pandemi berikutnya, tetapi tidak ada salahnya disiapkan.
Kedua, membentuk mekanisme formal dana pandemi. Dana ini akan digunakan untuk membeli obat-obatan, vaksin, dan lain-lain. Diharap dengan uang ini maka akan membantu negara miskin yang kesulitan mendapatkan obat dan vaksin. Sedangkan yang ketiga adalah membangun jejaring genome sequence di seluruh dunia. Pasalnya, penyakit, virus, dan bakteri bisa menyebar dengan cepat.
Yang keempat adalah standar protokol kesehatan secara global. Dalam artian, jangan sampai ketika di Indonesia masih wajib pakai masker, tetapi di negara-negara lain (anggota G20) bebas tidak pakai masker. Padahal negar tersebut banyak dikunjungi wisatawan asing, dan bisa berbahaya karena ada penularan Corona.
Oleh sebab itu Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022, bekerja keras agar acara ini sukses 100%. Kerja sama antar anggota G20 sangat penting untuk menghadapi badai finansial dan krisis multidimensi. Sedangkan kerja sama di bidang kesehatan akan menyehatkan masyarakat sedunia, dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi global.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa institute

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

November 7, 2026

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

November 7, 2026

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Posisi Cadangan Devisa Oktober Jadi Indikator Ketahanan Eksternal RI Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan…

Pengelolaan Devisa yang Prudent, Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pengelolaan Devisa yang Prudent, Stabilitas Ekonomi Nasional Terjaga Oleh Hanum Sekarningrum Ketahanan ekonomi Indonesia terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.