• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 27 September 2022

Event B20 Tingkatkan Investasi Berkesinambungan

Oleh : Aprilian Hutapea

Keberadaan Investasi di Indonesia harus bisa dimanfaatkan dengan baik, terlebih lagi kemudahan bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia akan menjadi daya tarik untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang berkesinambungan.

Ketua Bidang UMKM di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ronald Walla memberikan apresiasi atas terselenggaranya B20 Indonesia, acara tersebut bertujuan agar para pengusaha UMKM mampu mengelola bisnis yang berkesinambungan.

Pembahasan terkait rantai pasok dan bisnis berkesinambungan ini mengemuka dalam The Business 20 atau B20 yang merupakan forum Bisnis dalam Presidensi G20 di Indonesia yang diselenggarakan di Jawa Timur pada 16 September 2022dan diikuti oleh para pegiat usaha.

Diskusi secara spesifik menyoroti perihal proses rantai pasok yang efisien sehingga dapat berdampak positif terhadap bisnisnya.

Ronald berujar, salah satu strategi bisnis yang ditekankan B20 adalah pengusaha UMKM harus memahami rantai pasok secara lebih baik terhadap keunggulan produk yang dimiliki sehingga memiliki daya kompetitif yang baik bagi perusahaan sehingga dapat memenuhi ekspektasi pelanggan.

Penyelenggaraan G20 di Bali pada November mendatang akan membahas secara khusus hal yang berkaitan dengan perdagangan dapat membuka peluang besar dari pelaku UMKM untuk masuk ke dalam sistem rantai pasok global.

Para pemangku kepentingan dari seluruh dunia diyakini bisa memberikan akses pelaku UMKM dari Indonesia untuk masuk ke dalam sistem tersebut.

Dengan pendekatan yang dilakukan selama gelaran G20 itu diharapkan pelaku UMKM dalam negeri dapat secara inklusif masuk ke sistem rantai pasok global. Ronald menyampaikan para pegiat UMKM dan pelaku usaha di seluruh sektor industri untuk mempraktikkan model bisnis dan investasi yang berkesinambungan berbasis prinsip environment, social, governance (ESG).

ESG ini ternyata telah populer di lima pasar utama Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Australia dan Selandia Baru. Investasi berkelanjutan ini tentunya sangat mempertimbangkan lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan.

Perusahaan yang menjalankan konsep ESG akan lebih mudah mendapatkan investasi dan menjadi pertimbangan dasar bagi para investor dalam melakukan pengambilan keputusan untuk berinvestai atau tidaknya dalam suatu perusahaan.

Ronald menjelaskan, perusahaan yang mengimplementasikan konsep ESG ini akan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan, ekologi dan masyarakat melalui pemberdayaan komunitas.

Sejumlah lembaga nirlaba juga telah mengampanyekan praktik bisnis dan investasi berbasis ESG. Wismilak Foundation, misalnya, menggelar Diplomat Succes Challenge atau DSC untuk mendorong pertumbuhan wirausahawan berusia 20-45 tahun.

Forum diskusi ini juga memacu UMKM untuk terintegrasi dengan sistem rantai pasok global dan berinisiatif untuk mendampingi UMKM dalam melakukan transformasi digital agar dapat berakselerasi ke rantai pasok global. Selain itu, UMKM diharapkan bisa mengkreasikan model bisnis yang berkelanjutan berbasis ESG.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Task Force Side Event dan CEO ASYX, Lishia Erza mengatakan, ke depannya harus ada perubahan tentang tata kelola rantai pasok secara global maupun nasional.

Tantangannya adalah diharapkan adanya kerja sama antara perusahaan secara jangka panjang.
Dalam forum B20 ini, rupanya mencakup banyak hal, yakni pembiayaan dan kapasitas industri, hubungannya dengan usaha yang lebih kecil, serta bagaimana pemerintah menjadi katalis.
Demikian pula dari sisi keuangan.

Harus diperkenalkan banyak model keuangan baru, mengingat pentingnya institusi keuangan bekerja sama dengan regulator yaitu Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lainnya. Nantinya pasca B20 akan ada rancangan program hingga lima tahun ke depan untuk membina UKM dan level industri dari segala sisi.
Program yang telah terselenggara sejak tahun 2010 ini merupakan inkubator kewirausahaan yang memperkokoh ekosistem wirausaha di Indonesia, serta mendukung bisnis berkelanjutan dalam ajang yang diselenggarakan B20 Indonesia.
DSC merupakan salah satu contoh yang bagus, program ini sangat komprehensif, pengetahuan yang diberikan mampu memperkaya secara bisnis, perilaku sebagai pelaku usaha dan etika berusaha. Hal ini menjadi modal para peserta DSC untuk bisa berkembanga dan maju lebih besar.
Event B20 juga menyoroti isu keberlanjutan lingkungan di mana Indonesia memiliki peran strategis untuk menanggulangi krisis iklim yaitu restorasi sumber daya alam.
Executive Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Herlina Hartanto, menjelaskan bahwa untuk dapat merangkul stakeholder utama yaitu masyarakat desa yang dekat dengan hutan tropis, gambut dan lainnya, upaya yang dilakukan adalah dengan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.
Tentu saja harus ada investor untuk program tersebut, di mana investor akan memberikan dana dengan melihat sisi produk dan proses produksi apakah ada prinsip ramah lingkungan. Investor atau perusahaan model ventura juga memiliki ketertarikan kepada UMKM yang ramah lingkungan dan berdampak sosial.
Event B20 rupanya mampu memberikan dampak positif tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada lingkungan di mana produk yang ditawarkan mengandung prinsip ramah lingkungan.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.