• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Elemen Masyarakat Apresiasi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Warisan Pembangunan Diakui Negara

Elemen Masyarakat Apresiasi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Warisan Pembangunan Diakui Negara

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 10 November 2025

Elemen Masyarakat Apresiasi Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Warisan Pembangunan Diakui Negara

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, pemerintah resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto. Keputusan ini disambut luas oleh berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi, pertanian, dan stabilitas nasional yang menjadi warisan berharga bagi bangsa hingga hari ini.

 

Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur, Emanuel Mikael Kota, menyatakan apresiasinya terhadap langkah pemerintah tersebut. Ia menilai, penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional adalah wujud pengakuan negara terhadap jasa besar seorang pemimpin yang telah meletakkan dasar kuat bagi kemajuan Indonesia modern.

 

“Soeharto bukan tanpa cela, tapi beliau juga bukan tanpa jasa. Beliau pemimpin yang melanjutkan estafet sejarah dari Soekarno, bukan pemutusnya,” ujarnya.

 

Emanuel menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menilai sejarah dengan kepala dingin dan hati yang dewasa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam dendam politik yang justru berpotensi memecah persatuan nasional.

 

“Kalau dendam terus dipelihara, nanti anak cucu kita belajar sakit hati, bukan belajar menghargai sejarah. Bangsa besar bukan bangsa tanpa luka, tapi bangsa yang bisa memaafkan dan terus melangkah,” tegasnya.

 

Apresiasi serupa juga datang dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, yang menilai bahwa penganugerahan ini merupakan momentum tepat untuk meneguhkan sikap bangsa yang menghargai para pemimpin atas kontribusi mereka terhadap republik.

 

“Setiap kepala negara memiliki jasa kepada republik. Presiden Soeharto mengambil alih kepemimpinan saat ekonomi terpuruk dan berhasil menstabilkan kondisi tersebut. Itu fakta sejarah yang tidak bisa dihapus,” kata Eddy.

 

Ia menambahkan, gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dalam membangun ekonomi nasional yang tangguh, yang kemudian menjadi pijakan bagi pertumbuhan jangka panjang.

 

Sementara itu, Wakil Direktur Intelligence and National Security Studies (INSS), Yusup Rahman Hakim, menilai bahwa kebijakan strategis pada masa pemerintahan Soeharto memiliki dampak yang sangat besar terhadap pembangunan karakter bangsa dan ketahanan ekonomi.

 

“Pembangunan sekolah dasar, reformasi administrasi pemerintahan, serta modernisasi pertanian menjadi warisan yang masih kita rasakan hingga kini. Itu bagian dari legacy pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Menurut Yusup, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto bukan sekadar penghormatan simbolik, melainkan refleksi dari kesadaran kolektif bangsa untuk menilai sejarah secara utuh.

 

“Bangsa ini sedang belajar berdamai dengan masa lalu. Menghormati jasa tokoh bangsa seperti Soeharto bukan berarti menutup mata terhadap kritik, tetapi mengakui kontribusi besar yang membentuk wajah Indonesia hari ini,” imbuhnya.

Keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dinilai sebagai langkah moral sekaligus momentum persatuan. Pengakuan atas legacy pembangunan yang diwariskan Soeharto menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari kerja keras para pemimpinnya — dan penghormatan terhadap jasa mereka adalah bagian penting dari menjaga keutuhan Indonesia. (*)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.