• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ekonom : Meski Sulit, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Di Atas Proyeksi Bank Dunia

Ekonom : Meski Sulit, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Di Atas Proyeksi Bank Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 12 April 2026

Ekonom : Meski Sulit, Ekonomi RI Masih Bisa Tumbuh Di Atas Proyeksi Bank Dunia

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dinilai masih berpotensi berada di atas proyeksi Bank Dunia, meskipun sulit menembus level lima persen di tengah ketidakpastian global saat ini.

 

“Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untuk bisa tembus lima persen,” kata Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Sebelumnya, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari 4,8 persen.

 

Wijayanto memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 masih berpotensi mencapai sekitar 5,5 persen, karena aktivitas ekonomi terbantu oleh faktor musiman, seperti momentum Natal dan Tahun Baru, Imlek, serta Lebaran.

 

Namun pada kuartal II hingga IV perekonomian Indonesia diperkirakan menghadapi tekanan dari penurunan daya beli, pelemahan nilai tukar, peningkatan inflasi, serta ketidakpastian global yang mendorong investor bersikap _wait and see._

 

Di samping itu ada potensi El Nino yang dapat memperburuk kondisi ekonomi.

 

Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi pada 2026 sangat bergantung pada konsumsi domestik di tengah terbatasnya dorongan dari komponen lain seperti proyeksi investasi yang cenderung landai, belanja pemerintah yang terbatas, serta kinerja ekspor yang diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan.

 

Dalam kondisi ini, sejumlah sektor diperkirakan menjadi motor pertumbuhan.

 

“Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, dan ritel,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons pemangkasan proyeksi pertumbuhan dari Bank Dunia. Menurutnya, revisi tersebut merupakan hal yang wajar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang memengaruhi banyak negara.

 

“Dengan situasi perang kan, ya mereka semua menurunkan (proyeksi) di berbagai wilayah,” ucap Airlangga.

 

Airlangga menilai proyeksi ini masih tergolong optimistis karena berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

 

“Kita lihat angka itu juga masih di atas pertumbuhan global rata-rata. Pertumbuhan global rata-rata kan di 3,4 persen, tapi kalau Indonesia sendiri optimis karena nanti di kuartal I (2026) lihat aja hasilnya seperti apa,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen pada Oktober 2025.

 

Perlambatan ini dipengaruhi tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional.

 

Meski demikian, Bank Dunia menilai Indonesia masih memiliki penyangga ekonomi, antara lain dari ekspor komoditas dan inisiatif investasi pemerintah, yang dapat membantu meredam dampak kenaikan biaya energi dalam jangka pendek. [*]

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

October 14, 2026

​Bukan Sekadar Umroh Biasa! Ternyata Ini Alasan Alumni 696 Gontor Kumpul Bareng Keluarga di Tanah Suci!

October 14, 2026

Inovasi Teknologi dan Sinergitas Lintas Instansi Dukung Percepatan Penanganan Karhutla

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan sinergi lintas…

​Bukan Sekadar Umroh Biasa! Ternyata Ini Alasan Alumni 696 Gontor Kumpul Bareng Keluarga di Tanah Suci!

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Memasuki momentum bersejarah Abad ke-2 Pondok Modern Darussalam Gontor, Alumni Emas 696 Gontor menggelar kegiatan…

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah Halmahera Tengah, – Hilirisasi industri semakin…

APBN Dua Tahun Prabowo-Gibran Perlu Menggerakkan Investasi, Produksi, dan Lapangan Kerja

By Kata IndonesiaOctober 14, 20260

APBN Dua Tahun Prabowo-Gibran Perlu Menggerakkan Investasi, Produksi, dan Lapangan Kerja Oleh: Rania Ismawari Anggaran…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.