• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Efisiensi Anggaran Diperkuat, Pemerintah Cegah Kebocoran Ekonomi

Efisiensi Anggaran Diperkuat, Pemerintah Cegah Kebocoran Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 March 2026

Efisiensi Anggaran Diperkuat, Pemerintah Cegah Kebocoran Ekonomi

Jakarta – Pemerintah memperkuat langkah efisiensi anggaran sebagai upaya strategis untuk mencegah kebocoran ekonomi sekaligus menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian global. Kebijakan ini dinilai penting sebagai respons terhadap dinamika geopolitik, khususnya dampak rambatan dari konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi nasional. Melalui pendekatan yang terukur dan bertahap, pemerintah optimistis pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam batas aman.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa skema efisiensi anggaran akan dilakukan dalam tiga tahap sepanjang tahun berjalan. Pemerintah menargetkan defisit APBN tahun 2026 berada di kisaran 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB), tetap berada di bawah ambang batas 3% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

 

“Kan tahap satu, tahap dua, tahap tiga kita jalankan nanti. Yang jelas anggarannya sudah clear. Jadi APBN saya bisa dikendalikan, enggak tembus 3%,” ujar Purbaya.

 

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat dan telah disesuaikan dengan perencanaan fiskal jangka menengah. Total nilai efisiensi anggaran yang ditargetkan mencapai Rp81 triliun, sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

 

“Pemerintah telah melakukan relokasi anggaran dalam jumlah besar untuk memastikan alokasi belanja lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat. Pengendalian defisit menjadi prioritas utama dalam kebijakan fiskal tahun ini,” tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa selain efisiensi sebesar Rp81 triliun, pemerintah telah lebih dahulu melakukan realokasi anggaran hingga mencapai sekitar Rp800 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat struktur fiskal dan memastikan belanja negara lebih produktif.

 

“Sudah dapat Rp80 triliun. Di luar yang sudah kita realokasi. Total kurang lebih US$70 miliar. Yang sudah direalokasi kurang lebih mencapai Rp800 triliun, di luar itu bapak perintahkan efisiensi kembali sudah dapat sekitar Rp81 triliun,” jelas Prasetyo.

 

Dengan kombinasi efisiensi dan realokasi tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas belanja negara sekaligus menjaga daya tahan ekonomi nasional. Kebijakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengelola keuangan negara secara prudent, transparan, dan akuntabel.

 

Di tengah tantangan global yang kompleks, langkah efisiensi anggaran diyakini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.