• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Dukung Otsus untuk Masa Depan Pemuda Papua

Dukung Otsus untuk Masa Depan Pemuda Papua

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 30 October 2020

Oleh : Abner Wanggai

Otonomi khusus akan diperpanjang selama 20 tahun ke depan. Seluruh warga Papua mendukung otsus jlid 2 karena mereka sudah menikmati hasilnya. Anak-anak bisa sekolah dengan beasiswa dan mereka mendapat jaminan masa depan yang cerah. Sehingga tak hanya SDA yang dibangun oleh dana otsus, tapi juga SDM-nya.

Saat Presiden Jokowi mengangkat staf khusus dari kalangan milenial, maka publik terhenyak karena ada seorang putra Papua di antara deretan orang-orang hebat tersebut. Dialah Billy Mabrasar, pemuda berusia 30 tahun yang mengharumkan Bumi Cendrawasih. Di usianya yang sangat muda, ia memiliki sebuah yayasan, dan kini dipercaya untuk bekerja di Istana Negara.

Billy adalah satu di antara banyak alumni beasiswa otsus. Sejak otsus digelar tahun 2001 lalu, memang ada dana khusus untuk bidang pendidikan. Peruntukannya tak hanya untuk membangun sekolah, tapi juga diberikan dalam bentuk beasiswa kepada para putra Papua. Sehingga mereka bisa makin cerdas dan tak lagi identik dengan anak yang buta huruf.

Baca juga: 75 Tahun PLN Hadir, Akses Listrik di Indonesia Semakin Merata

Beasiswa otsus yang diberikan tidak hanya untuk murid SD, tapi juga ke level SMP, SMA, SMK, sampai unversitas. Untuk level universitas, rata-rata pemuda Papua kuliah di Jawa untuk belajar di Kampus dengan akreditasi A. Setelah lulus, mereka pulang ke Bumi Cendrawasih dan mengabdikan diri di kampung halamannya, sebagai bentuk balas budi.

Ada pula Akademi di Papua yang menerima mahasiswa dengan beasiswa otsus, yakni akademi penerbangan. Di Bumi Cenderawasih sudah semakin maju, sehingga ada Kampus khusus untuk mendidik penerbang, jadi tak usah jauh-jauh belajar di Jawa. Menariknya, jika kuliah di Akademi tersebut, akan dengan mudah diterima bekerja di Bandara Internasional Sentani.

Status otsus yang diberikan kepada Papua memang membuat kehdupan rakyat menjadi lebih baik. Selain mendapat beasiswa untuk sekolah dan kuliah, para pemuda juga diberi kesempatan untuk mendaftar jadi anggota TNI. Ada jalur otsus yang khusus diberi kepada para putra Papua agar mereka jadi semangat untuk mengikuti seleksi dan menuntut ilmu di akademi militer.

Jalur otsus untuk mendaftar jadi tentara memang disediakan. Pertama, karena jumlah aparat yang ada di Papua masih belum mencukupi, karena luasnya wilayah. Kedua, para pemuda Bumi Cendrawasih punya fisik yang kuat, sehingga cocok jadi anggota TNI. Mereka akan bangga dan berusaha keras menjaga wilayah Papua dan Papua Barat dari separatis.

Selain jadi tentara, para pemuda Papua juga bisa diarahkan untuk jadi wirausahawan. Dana otsus untuk bidang pendidikan bisa dirupakan edukasi non formal. Banyak remaja bisa dilatih untuk berbisnis dan mengurus usahanya sendiri. Apalagi di Papua masih banyak bahan mentah yang bisa diolah dan dibisniskan, misalnya sagu dan umbi-umbian.

Jika mereka jad wirausahawan maka akan meringankan beban pemerintah, karena mengurangi jumlah pengangguran. Apalagi jika bisnisnya bertambah besar dan butuh karyawan baru. Di Papua akan makin makmur karena semua orang punya pekerjaan dan banyak yang semangat untuk jadi wirausahawan.

Jadi, perpanjangan otsus sangat dinanti oleh masyarakat di Bumi Cendrawasih. Karena program ini terbukti membangun Papua dengan cepat, sehingga jadi tujuan wisata yang ramai. Selain itu, dana otsus berupa beasiswa juga membuat masa depan pemuda Papua jadi cerah, karena mereka bisa mendapat pendidikan dan pekerjaan yang layak.

Jangan ada lagi oknum yang menolak perpanjangan otsus, karena dananya sudah dinikmati oleh banyak kalangan. Program otsus tidak hanya untuk membangun infrastruktur dan sumber daya alam, tapi juga sumber daya manusia. Warga Papua jadi cerdas dan bisa membangun daerah mereka sendiri.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Gerakan Mahasiswa Harus Tetap Jadi Suara Rakyat, Bukan Alat Elite Di beberapa wilayah belakangan ini…

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.