• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»DOB Papua Memudahkan Penurunan Angka Kemiskinan

DOB Papua Memudahkan Penurunan Angka Kemiskinan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 5 August 2023

DOB Papua Memudahkan Penurunan Angka Kemiskinan

Oleh : Hendrik Pattipawae

4 DOB (Daerah Otonomi Baru) memudahkan penurunan angka kemiskinan karena salah satu tujuan pembentukannya adalah untuk kesejahteraan rakyat Papua. Dengan penambahan provinsi maka bertambah juga dana APBD, sehingga bisa digunakan untuk program-program yang bermanfaat untuk masyarakat di Bumi Cendrawasih. Seluruh rakyat Papua mendukung 4 DOB dan mereka berterima kasih karena diperhatikan oleh pemerintah pusat.

Akhirnya Papua memiliki 4 provinsi baru secara resmi, yakni Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan Tengah. Pembentukan 4 DOB tersebut adalah murni keinginan dari masyarakat Papua. Mereka ingin agar hidupnya lebih maju berkat pemekaran wilayah.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Papua Derek Hegemur, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua ikut fokus menurunkan angka kemiskinan di Papua, melalui program kerja masing masing.
Derek melanjutkan, pihaknya meminta kepada para Kepala OPD lebih fokus menurunkan angka kemiskinan di Bumi Cenderawasih.

Hal ini untuk mendukung tercapainya kualitas hidup yang sejahtera bagi masyarakat di Papua. Dengan tersisanya sembilan kabupaten/kota pasca pembentukan daerah otonom baru (DOB). Semestinya, upaya menurunkan angka kemiskinan di Papua bakal semakin mudah.

Jika dulu mengurus 29 kabupaten dan 1 kota, sekarang OPD ini lebih sedikit yang diurus. Sehingga fokus penanganan bisa lebih tepat sasaran, dan itu yang diharapkan dalam mengembangkan DOB ke depan.
Artiannya, penambahan DOB memudahkan pemerintah daerah untuk menurunkan angka kemiskinan. Penyebabnya karena makin banyak provinsi di Papua dan masing-masing DOB fokus pada upaya penurunan kemiskinan di Bumi Cendrawasih. Masyarakat yang diuntungkan karena hidup mereka makin sejahtera.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua merilis jumlah persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 26,03 persen atau menurun 0,77 persen poin terhadap September 2022. Hal ini menandakan bahwa penambahan DOB berhasil menurukan angka kemiskinan di seluruh wilayah Papua. Padahal 4 DOB baru berdiri selama setahun, tetapi program-program untuk kesejahteraan rakyat sudah berjalan dengan efektif.
Sementara itu, jika ada penambahan provinsi di Papua, maka selain memudahkan pengaturan (karena bisa lebih gampang dengan pendekatan kultural yang sama) maka akan memakmurkan rakyat. Penyebabnya karena makin banyak dana APBD yang dikucurkan oleh pemerintah, sehingga uang tersebut bisa untuk pembangunan infrastruktur dan lain-lain, sehingga kehidupan masyarakat makin baik.
Penambahan DOB benar-benar dibuat untuk kemaslahatan masyarakat Papua. Program ini amat baik hingga puluhan tahun ke depan. Masyarakat Papua juga mendukung 4 DOB karena kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik dan Papua tak lagi identik dengan daerah yang masih hutan asli.
Papua tak hanya identik dengan wilayah yang terpencil, tetapi juga kemiskinan. Namun pemerintah tak tinggal diam melihat fenomena ini dan berusaha keras menghapus kemiskinan dari Papua. Bukankah di dalam UUD tertulis ‘fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara’? Jadi, pemerintah hadir untuk mengentaskan kemiskinan dengan cara penambahan DOB.
Anggota DPR RI Yan Permenas menyatakan bahwa masyarakat Papua mendukung DOB. Penduduk di berbagai wilayah adat mendukung penuh adanya pemekaran wilayah. Majelis Rakyat Papua (MRP) juga setuju akan adanya provinsi-provinsi baru di Bumi Cendrawasih. Dalam artian, seluruh warga Papua setuju akan DOB baru dan memang mereka yang menginginkannya sejak lama.
Masyarakat meminta penambahan DOB agar hidup mereka lebih sejahtera. Pertama, saat ada provinsi baru maka akan dibangun infrastruktur baru juga. Dengan jalan yang baru tersebut maka perjalanan masyarakat akan lancar, sehingga berdampak positif ke bidang perekonomian. Penyebabnya karena arus pengiriman barang dagangan juga ikut lancar, dan diharap bisa menurunkan harga barang-barang di Papua.
Kemudian, saat ada 4 provinsi baru maka akan dibangun pasar induk baru pula. Keberadaan pasar sangat penting karena menjadi pusat ekonomi masyarakat. Meski saat ini sudah ada marketplace tetapi sebagian warga lebih suka belanja langsung karena bisa memegang barangnya dan menawar ke pedagangnya. Pasar akan menampung para pedagang dan kegiatan ekonomi masyarakat berjalan makin semarak.
Para pedagang di pasar yang berupa kaum hawa atau yang disebut dengan panggilan ‘mama’ juga diuntungkan berkat penambahan DOB. Pasalnya, saat ada pemerintah provinsi yang baru maka anggarannya juga baru. Sebagian anggaran tersebut dirupakan bantuan ke para mama, berupa tambahan modal usaha (uang tunai), mesin untuk bekerja (mesin parut dan mesin lain), meja untuk berjualan, dan lain-lain.
Dengan bantuan dari pemerintah provinsi maka para mama akan lebih semangat berjualan. Mereka memutar otak agar dagangannya laku dan hasilnya untuk membantu suami mencari nafkah. Akibatnya, kehidupan warga Papua akan lebih baik karena penghasilan tiap keluarga bertambah.
Penambahan 4 DOB Papua mempermudah program-program pengentasan kemiskinan. Penyebabnya karena dana APBD bertambah dan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Mereka yang diuntungkan karena kesejahteraannya bertambah.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Bali

 

 

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.