• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Di Sidang IPU Ke -144, Parlemen Mesir Tunjukkan Dukungan Relokasi IKN Indonesia

Di Sidang IPU Ke -144, Parlemen Mesir Tunjukkan Dukungan Relokasi IKN Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 22 March 2022

Di Sidang IPU Ke -144, Parlemen Mesir Tunjukkan Dukungan Relokasi IKN Indonesia

Delegasi Parlemen dari Mesir ketika menghadiri sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali menyatakan bahwa mereka ingin melakukan studi banding ke Indonesia dan membahas mengenai relokasi Ibu Kota Negara.

Pertemuan tersebut terjadi di sela-sela sidang berlangsung. Hanafi el Gebaly selaku Ketua Parlemen Mesir ternyata mengaku tertarik dan ingin mempelajari lebih lanjut terkait relokasi yang akan dilakukan dari Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Perlu diketahui, tentu ketertarikan yang membuat Hanafi ingin melakukan studi banding bukanlah begitu saja terjadi dan tanpa alasan. Mesir belakangan memang sedang menggodok sebuah rencana untuk bisa memindahkan Ibu Kota mereka yang semua berada di Kairo digeser ke wilayah yang terletak di sekitar 50 KM Timur Kairo.

Tentunya hal yang sangat penting lain mengenai upaya perencanaan pemindahan Ibu Kota Negara adalah bagaimana keterjaminan peningkatan pendidikan dan ekonomi.

Maka dari itu kedua belah negara tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas pertemuan tersebut untuk juga membahas kerja sama antara Indonesia dengan Mesir mengenai peningkatan pendidikan dan ekonomi.

Diucapkan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani bahwa tercatat sekitar 9 ribu mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Mesir. Tak ketinggalan pula beliau memberikan apresiasi besar pada Pemerintah Mesir lantaran fasilitas yang telah mereka berikan selama ini.

Namun bukan hanya fasilitas pendidikan yang memadai saja, namun alangkah jauh lebih baik jika fasilitas kesehatan pun disediakan untuk para mahasiswa Indonesia. Mengingat sampai saat ini pandemi COVID-19 pun masih belum benar-benar dinyatakan hilang.

Satu hal yang tidak kalah penting untuk terus diupayakan dari terjalinnya kerja sama tersebut adalah pihak Mesir harus bisa membantu pihak KBRI yang berada di Kairo untuk terus memperoleh informasi atas kondisi para mahasiswa Tanah Air yang berada di sana serta terus mengakomodasi terkait keterjangkauan vaksinasi COVID-19 bagi para mahasiswa.

Terkait aspek peningkatan pendidikan, beberapa hal penting yang perlu kita dorong kepada pihak Parlemen Mesir adalah mengenai kuota beasiswa.

Tentunya salah satu yang membuat para pelajar Indonesia bisa sangat antusias untuk berangkat menimba ilmu sampai ke luar negeri termasuk Mesir adalah ketika mereka mengetahui adanya keterjaminan biaya atau beasiswa yang diberikan. Selain itu, faktanya memang sejauh ini Mesir menjadi salah satu negara rujukan terbaik dari mahasiswa Indonesia untuk mengambil pendidikan agama.

Setelah pembahasan mengenai aspek kesehatan dan juga pendidikan yang telah diuraikan, lebih lanjut poin terakhir yang juga tak kalah pentingnya adalah pembahasan pada aspek ekonomi. Terutama setelah sempat terganggunya ekonomi ketika terjadi pandemi Covid-19, sekarang Indonesia tengah berjuang untuk bisa kembali menggerakkan roda perekonomian.

Untuk kepentingan penggerak roda perekonomian setelah pandemi, kedua belah pihak legislatif, baik dari Indonesia maupun Mesir kemudian membahas bagaimana kerja sama perdagangan yang selanjutnya akan dikembangkan. Mengingat bahwa Mesir sendiri sejauh ini menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia di seluruh kawasan Timur Tengah, sehingga jika kerja sama di bidang ekonomi bisa lebih ditingkatkan lagi, maka otomatis perencanaan relokasi Ibu Kota Negara yang dicanangkan oleh kedua negara ini bisa sukses besar.

Dalam perbincangan mengenai upaya kerja sama ekonomi tersebut, ternyata terdapat sebuah usulan mengenai pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) demi terjalinnya kerja sama ekonomi secara berkelanjutan. Tidak cukup sampai di sana, namun upaya Indonesia juga patut untuk di apresiasi lantaran terus mendorong Mesir melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditujukan untuk pembentukan Joint Trade Committee antar Kementerian Perdagangan di kedua negara.

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.