• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Dari Lampu Merah ke Ruang Kelas: Sekolah Rakyat Nyalakan Harapan Baru Anak Jalanan

Dari Lampu Merah ke Ruang Kelas: Sekolah Rakyat Nyalakan Harapan Baru Anak Jalanan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 6 June 2026

Dari Lampu Merah ke Ruang Kelas: Sekolah Rakyat Nyalakan Harapan Baru Anak Jalanan

Oleh: Dhita Karuniawati

Di berbagai persimpangan jalan, anak-anak yang mengamen, memulung, atau menjajakan barang dagangan kerap menjadi pemandangan sehari-hari. Bagi sebagian masyarakat, mereka adalah bagian dari realitas perkotaan yang sulit diubah. Namun, melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya mengubah nasib anak-anak yang selama ini hidup dan bekerja di jalanan dengan menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Program ini menjadi jembatan yang membawa mereka dari lampu merah menuju ruang kelas, sekaligus membuka peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini berada di lapisan paling rentan, termasuk anak jalanan, anak terlantar, serta anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang belum mendapatkan layanan pendidikan secara optimal. Melalui pendekatan penjangkauan aktif, pemerintah tidak menunggu calon peserta didik datang mendaftar, melainkan mendatangi langsung kelompok sasaran berdasarkan data sosial yang telah diverifikasi.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum atau putus sekolah. Program tersebut secara khusus menjangkau anak-anak yang hidup di jalanan agar mereka dapat kembali memperoleh pendidikan formal dan kesempatan mengembangkan potensi diri.

 

Data penjangkauan yang dilakukan pemerintah menunjukkan bahwa cukup banyak calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari lingkungan jalanan. Dari puluhan anak yang berhasil dijaring di wilayah Jakarta, sebagian besar ditemukan ketika bekerja di jalan sebagai pengamen, pemulung, atau pekerja informal lainnya. Kondisi tersebut menggambarkan masih besarnya tantangan pendidikan bagi kelompok rentan di perkotaan sekaligus memperlihatkan pentingnya intervensi negara dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

 

Kisah-kisah yang muncul dari program ini menjadi bukti nyata dampak transformasi yang sedang berlangsung. Salah satunya adalah pengalaman seorang calon siswa yang sempat putus sekolah sejak duduk di bangku sekolah dasar akibat kesulitan ekonomi keluarga. Selama bertahun-tahun ia menghabiskan hidup di jalanan dan bekerja serabutan untuk bertahan hidup. Kini, melalui Sekolah Rakyat, ia kembali memperoleh kesempatan belajar yang sebelumnya terasa mustahil diraih. Harapan yang sempat padam perlahan kembali menyala.

 

Pemerintah menilai pendidikan menjadi instrumen paling efektif untuk mengangkat harkat hidup keluarga miskin. Karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pembelajaran akademik, tetapi juga menerapkan sistem pendidikan berasrama yang memungkinkan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan keterampilan hidup peserta didik secara lebih komprehensif. Sistem tersebut dirancang agar siswa mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus terbebas dari berbagai risiko sosial yang selama ini mereka hadapi di lingkungan asal.

 

Menurut Saifullah Yusuf atau yang biasa disapa Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan. Ia menegaskan bahwa Presiden menginginkan seluruh anak Indonesia memperoleh pendidikan yang layak tanpa ada yang tertinggal, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi generasi pemimpin bangsa di masa depan.

 

Komitmen tersebut juga tercermin dalam pengembangan program yang terus diperluas. Pemerintah saat ini telah mengoperasikan ratusan titik Sekolah Rakyat di berbagai provinsi dan terus mempercepat pembangunan fasilitas permanen guna meningkatkan kapasitas layanan pendidikan. Saat ini, pembangunan telah berjalan di 93 titik, sementara tujuh titik masih dalam proses lelang dan empat titik lainnya dalam tahap persiapan. Langkah ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar program jangka pendek, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

 

Memasuki hampir satu tahun penyelenggaraan, Kementerian Sosial (Kemensos) berencana menggelar kegiatan open house Sekolah Rakyat untuk memperlihatkan secara langsung proses pembelajaran, fasilitas pendidikan, serta perkembangan para siswa kepada masyarakat. Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus memperkuat dukungan berbagai pihak terhadap program tersebut.

 

Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat dapat menampung sekitar 32 ribu siswa baru tahun ini. Jika digabungkan dengan sekitar 15 ribu siswa yang telah lebih dulu mengikuti program, total peserta didik Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai lebih dari 47 ribu siswa. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus besarnya harapan masyarakat terhadap akses pendidikan yang lebih merata bagi kelompok rentan.

 

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Idit Supriadi Priatna mengatakan anak jalanan menjadi target utama untuk mengikuti program Sekolah Rakyat yang akan digulirkan pemerintah. Mereka yang akan mengikuti program itu berangkat dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah diintegrasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

 

Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih dihadapi bangsa, Sekolah Rakyat menghadirkan optimisme baru. Program ini tidak hanya memindahkan anak-anak dari jalanan ke bangku sekolah, tetapi juga mengubah cara pandang bahwa kemiskinan bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Melalui pendidikan yang inklusif, pendampingan yang berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, anak-anak yang sebelumnya hidup di bawah bayang-bayang keterbatasan kini memiliki kesempatan untuk bermimpi lebih besar.

 

*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas

August 6, 2026

PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal

August 6, 2026

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Kabinet Bayangan Dinilai Bermasalah, Tak Punya Basis Konstituen Jelas Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan…

PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI di Masjid Istiqlal

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (PB JATMA ASWAJA) kembali menggelar…

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan…

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik 

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik  Oleh: Ratna Komala Gelombang transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Kehadiran platform digital dengan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan atensi telah menciptakan ekosistem informasi yang bergerak sangat cepat, tetapi tidak selalu mengutamakan akurasi. Konten yang memancing emosi sering kali memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan informasi yang telah melalui proses verifikasi. Dalam situasi demikian, jurnalisme berkualitas menjadi semakin penting sebagai penopang ruang publik yang sehat, menjaga nalar masyarakat agar tetap berpijak pada fakta di tengah derasnya arus disinformasi. Peran pers tidak lagi terbatas sebagai penyampai berita, melainkan menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Jurnalisme yang profesional berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat melalui informasi yang akurat. Namun, tantangan yang dihadapi industri media semakin kompleks akibat dominasi algoritma platform digital global yang mengubah pola distribusi informasi sekaligus memengaruhi model bisnis media. Ketimpangan tersebut menuntut hadirnya kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih adil bagi seluruh pelaku industri pers. Dalam konteks itu, langkah pemerintah menghadirkan regulasi mengenai tanggung jawab platform digital menjadi bagian penting dari upaya memperkuat keberlanjutan jurnalisme nasional. Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi inovasi teknologi, melainkan membangun keseimbangan antara perkembangan platform digital dan keberlangsungan media yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. Ruang digital yang sehat membutuhkan mekanisme yang memastikan informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik memperoleh posisi yang layak di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi. Dengan demikian, kepentingan publik tetap menjadi orientasi utama dalam tata kelola informasi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan bahwa Kemenko Polkam memiliki peran strategis dalam mengawal penyusunan Peraturan Presiden mengenai tanggung jawab platform digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas. Menurut Eko Dono Indarto, pembentukan Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat, menjaga kualitas pers nasional, sekaligus memperkokoh stabilitas keamanan di ruang digital. Kehadiran pedoman pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan secara terukur. Komitmen pemerintah tersebut menunjukkan bahwa penguatan jurnalisme dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan informasi nasional. Lebih jauh, lahirnya pedoman pelaksanaan kewajiban platform digital memberikan kepastian mengenai tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dalam membangun ruang digital yang lebih sehat. Selama ini, perusahaan platform memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari distribusi konten jurnalistik, sementara media menghadapi tekanan finansial yang semakin berat akibat perubahan pola konsumsi informasi. Ketimpangan tersebut berpotensi melemahkan kualitas jurnalisme apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang lebih berkeadilan. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah menjadi instrumen penting untuk menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara inovasi digital dan keberlanjutan industri pers. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru terhadap kredibilitas informasi. Teknologi AI memungkinkan produksi konten dalam jumlah besar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi tidak seluruhnya dibangun di atas prinsip verifikasi dan etika jurnalistik. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran informasi yang menyesatkan, manipulasi visual, hingga lahirnya narasi yang sulit dibedakan dari fakta. Akibatnya, kemampuan masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar semakin bergantung pada keberadaan media yang menjunjung tinggi profesionalisme.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.