• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Danantara dan Transformasi Sampah menjadi Energi Bersih

Danantara dan Transformasi Sampah menjadi Energi Bersih

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 30 March 2026

Danantara dan Transformasi Sampah menjadi Energi Bersih

Oleh Aulia Andini Rahmah

Transformasi pengelolaan sampah menjadi energi bersih kini memasuki fase strategis dalam agenda pembangunan nasional. Kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai motor penggerak investasi menandai pergeseran paradigma dari sekadar pengelolaan limbah menuju pemanfaatan sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi. Danantara tidak hanya memposisikan diri sebagai lembaga investasi, tetapi juga sebagai katalisator perubahan yang mendorong integrasi antara kepentingan lingkungan, energi, dan pertumbuhan ekonomi. Langkah ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya tekanan terhadap kapasitas pengelolaan sampah di kota-kota besar serta kebutuhan mendesak untuk memperluas bauran energi hijau nasional.

 

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menempatkan proyek pengolahan sampah menjadi energi sebagai salah satu pilar utama dalam portofolio investasi lembaga. Penegasan ini mencerminkan kesadaran bahwa limbah bukan lagi sekadar residu pembangunan, melainkan potensi energi yang dapat dioptimalkan secara sistematis. Transformasi limbah menjadi sumber listrik produktif dirancang untuk mengurangi beban ekologis di berbagai wilayah strategis, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini penting untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yaitu krisis pengelolaan sampah dan kebutuhan energi yang terus meningkat.

 

Dukungan penuh dari pemerintah semakin memperkuat arah kebijakan ini. Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat langsung kepada Rosan Perkasa Roeslani untuk mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah di berbagai kota besar. Instruksi tersebut menegaskan urgensi penanganan sampah sebagai isu nasional yang tidak bisa lagi ditunda. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa percepatan ini difokuskan pada wilayah padat penduduk seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali, yang selama ini menghadapi tekanan volume sampah yang sangat tinggi. Arah kebijakan ini mencerminkan pendekatan terintegrasi antara pengelolaan lingkungan dan penyediaan energi alternatif.

 

Permasalahan sampah di kota besar memang telah mencapai titik kritis. Volume sampah harian yang mencapai ribuan ton, seperti yang terjadi di Jakarta, menggambarkan betapa mendesaknya solusi yang sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena ini, proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik hadir sebagai jawaban yang tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga bisa memberikan manfaat ekonomi melalui produksi energi. Transformasi ini pada dasarnya merupakan bentuk inovasi kebijakan yang mengubah beban menjadi peluang, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

 

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, Danantara menggandeng mitra strategis internasional yang memiliki pengalaman dan teknologi mumpuni. Perusahaan Wangneng Environment Co., Ltd. ditunjuk sebagai operator fasilitas pengolahan limbah di Bekasi, sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. dipercaya mengelola proyek di Denpasar Raya dan Bogor Raya. Kehadiran mitra global ini diharapkan mampu menghadirkan transfer teknologi, khususnya dalam pengolahan limbah termal yang efisien dan ramah lingkungan. Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah modern membutuhkan sinergi global untuk menghasilkan solusi yang optimal.

 

Di sisi lain, langkah Danantara membuka pendaftaran gelombang kedua bagi calon mitra proyek waste to energy menunjukkan komitmen untuk memperluas partisipasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, mendorong keterlibatan perusahaan yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pengembangan proyek pengolahan sampah modern. Proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa mitra yang terlibat memiliki standar kualitas yang tinggi. Dengan mekanisme ini, proyek-proyek yang dikembangkan diharapkan mampu berjalan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

 

Sementara dari sisi target, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menetapkan ambisi besar dengan mendorong sedikitnya 18 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 2028–2029. Empat proyek tahap awal di Denpasar, Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta telah memasuki tahap kontrak dan siap memulai pembangunan. Sementara itu, tahap kedua akan mencakup sekitar 14 proyek tambahan di kota-kota besar lainnya. Target ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari strategi energi nasional.

 

Ke depan, keberhasilan proyek-proyek awal ini akan menjadi cetak biru bagi pengembangan infrastruktur energi berbasis limbah di seluruh Indonesia. Evaluasi terhadap performa operasional di wilayah percontohan akan memberikan pelajaran berharga dalam menyempurnakan model bisnis, teknologi, dan tata kelola. Dengan pendekatan yang terukur, dukungan modal yang kuat, serta kemitraan lintas sektor, Danantara memiliki peluang besar untuk menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

 

Transformasi sampah menjadi energi bersih bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga representasi dari perubahan cara pandang dalam pembangunan. Ketika limbah diperlakukan sebagai sumber daya, maka tercipta peluang untuk mengurangi tekanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, peran Danantara menjadi sangat strategis sebagai penghubung antara visi pemerintah, kebutuhan masyarakat, dan potensi investasi global. Dengan akselerasi yang terus didorong, harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri energi sekaligus ramah lingkungan bukan lagi sekadar wacana, melainkan tujuan yang semakin nyata untuk diwujudkan.

)* penulis merupakan pengamat kebijakan energi

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

September 8, 2026

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

September 8, 2026

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Dorong Penguatan Keamanan demi Lindungi Masyarakat PAPUA — Sejumlah tokoh masyarakat Papua mendorong…

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Tokoh Papua Serukan Perdamaian untuk Lindungi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan PAPUA — Tokoh adat dan…

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Mitigasi Erupsi Harus Berbasis Data, Bukan Ketakutan dan Informasi Liar  Oleh : Radjiman Arif Aktivitas vulkanik kembali mengingatkan Indonesia bahwa hidup di kawasan cincin api menuntut kesiapsiagaan yang tinggi. Namun, kesiapsiagaan tidak sama dengan kepanikan. Ketika erupsi terjadi, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan agar setiap langkah perlindungan diri dilakukan berdasarkan kondisi nyata, bukan ketakutan yang dipicu oleh kabar yang belum terverifikasi. Situasi terkini terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya prinsip tersebut. Erupsi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak berupa sebaran abu vulkanik dan gangguan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan. Pemerintah bersama lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan serta langkah mitigasi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dalam kondisi seperti ini, arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri. Video lama dapat kembali beredar seolah-olah merupakan kejadian terbaru, sementara spekulasi mengenai potensi bencana lanjutan dapat menyebar lebih cepat dibandingkan informasi resmi. Padahal, informasi yang keliru dapat memicu kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan mendorong munculnya tindakan yang justru membahayakan keselamatan. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang dan mengikuti perkembangan berdasarkan data resmi. Kekhawatiran terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian pemerintah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Namun, setiap penilaian risiko harus didasarkan pada hasil pemantauan dan analisis lembaga yang memiliki kewenangan. Berton menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau aktivitas gunung api melalui koordinasi BNPB, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait. Berdasarkan evaluasi kondisi terkini, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama mengenai isu ancaman tsunami. Pemerintah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan jalur evakuasi, sarana komunikasi, titik kumpul, serta langkah perlindungan masyarakat dapat digunakan apabila terjadi perubahan kondisi. …

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau

By Kata IndonesiaSeptember 8, 20260

Pemerintah Bergerak Tangani Erupsi Anak Krakatau Jakarta – Pemerintah bergerak memperkuat kesiapsiagaan menyusul erupsi Gunung…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.