• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Sekolah Jadi Investasi bagi Kemandirian Bangsa

CKG Sekolah Jadi Investasi bagi Kemandirian Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 20 May 2026

CKG Sekolah Jadi Investasi bagi Kemandirian Bangsa

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah kini resmi menjangkau jutaan peserta didik di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari komitmen Pemerintah dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Intervensi kesehatan sejak dini ini dinilai menjadi investasi strategis untuk melahirkan generasi muda yang sehat dan produktif demi mewujudkan kemandirian bangsa.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahadiansyah, mengungkapkan kesehatan siswa memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, berbagai gangguan kesehatan yang dialami anak dapat menghambat kemampuan belajar sekaligus memengaruhi kualitas SDM dalam jangka panjang.

“Program ini mendesak karena ditengarai banyak anak-anak sekolah terkena penyakit yang sifatnya degeneratif. Selain itu juga ada penyakit-penyakit jenis menular, jadi penyakit-penyakit ini kan bisa dideteksi melalui CKG ini,” ujar Trubus.

Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga membantu pemerintah memetakan persoalan kesehatan siswa secara lebih sistematis. Data hasil pemeriksaan dapat digunakan untuk menentukan intervensi kesehatan dan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

 

Selain itu, Trubus menilai Program CKG turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan sejak usia dini. Menurutnya, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting agar perhatian terhadap kesehatan anak semakin meningkat.

 

“Yang kedua, CKG di sini juga mengedukasi masyarakat untuk memahami pentingnya kesehatan. Ini berlaku juga untuk orang tua, karena enggak semua orang tua juga paham,” katanya.

 

Trubus juga menyoroti pentingnya penguatan fasilitas kesehatan dan kesiapan tenaga medis di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

 

Menurutnya, penguatan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.

 

“Programnya menurut saya ini program yang bagus. Jadi program ini harus diperkuat, harus dibuat berkelanjutan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses layanan kesehatan dasar secara merata melalui pendekatan jemput bola di sekolah.

 

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Ini juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari.

 

Dengan memastikan jutaan anak tumbuh sehat dan bebas dari hambatan kesehatan, pemerintah optimistis program ini akan menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas yang tangguh dan mandiri. #

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.