• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Jadi Fondasi Peta Kesehatan Berkualitas Nasional

CKG Jadi Fondasi Peta Kesehatan Berkualitas Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 21 May 2026

CKG Jadi Fondasi Peta Kesehatan Berkualitas Nasional

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan dampak strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Hingga awal Mei 2026, jumlah peserta CKG tercatat telah menembus 100 juta orang sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025. Program tersebut kini telah berjalan di lebih dari 10.000 puskesmas yang tersebar di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut dinilai bukan sekadar angka partisipasi, melainkan tonggak penting dalam membangun peta kesehatan nasional yang selama ini belum pernah dimiliki Indonesia secara utuh dan sistematis. Data kesehatan lintas usia yang terkumpul dari jutaan peserta menjadi landasan baru bagi pemerintah dalam membaca kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat.

Temuan dari program CKG menunjukkan masih tingginya kasus penyakit yang selama ini tidak terdeteksi. Sekitar 70 persen penderita diabetes dan tiga kali lipat penderita hipertensi diketahui belum menyadari kondisi kesehatannya sebelum mengikuti pemeriksaan melalui CKG. Kondisi itu memperlihatkan pentingnya pendekatan deteksi dini sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan nasional.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa pemerintah kini memperkuat skema tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan. Menurutnya, CKG tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat deteksi, tetapi juga menjadi peta kesehatan sekaligus pintu masuk layanan pengobatan dan perawatan yang lebih cepat.

“CKG bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga melakukan tata laksana lanjutan dari hasil CKG. Jadi ini bukan sekadar deteksi, melainkan benar-benar perawatan,” ujar Rizka.

Ia menjelaskan, mulai 2026 pasien hipertensi dan diabetes yang terdeteksi melalui CKG dapat langsung memperoleh obat di puskesmas pada hari yang sama tanpa harus melalui prosedur rujukan yang panjang. Sementara untuk kasus yang lebih serius, seperti penyakit jantung bawaan atau gangguan kesehatan pada bayi baru lahir, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Selain itu, pemerintah juga memperluas jangkauan layanan dengan pendekatan jemput bola ke sekolah, kantor, dan komunitas masyarakat. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mempercepat pemerataan layanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus penting dalam implementasi CKG. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di sekolah membantu pemerintah membangun peta kesehatan nasional yang lebih sistematis melalui pengumpulan data kesehatan siswa secara terukur dan berkelanjutan.

Melalui pemetaan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi berbagai potensi penyakit sejak dini, sehingga langkah pencegahan, penanganan, dan intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan tiap daerah dan kelompok usia.

“Melalui CKG, pemerintah memperoleh data kesehatan siswa secara lebih sistematis dan data ini menjadi dasar untuk merancang intervensi yang lebih tepat, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan,” jelas Qodari.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya menjaga kesehatan anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa, tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.

Dengan penguatan layanan dan pemanfaatan data kesehatan secara nasional, Program CKG dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan layanan kesehatan berkualitas, merata, dan berkelanjutan menuju Indonesia maju.

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

July 29, 2026

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

July 29, 2026

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Melindungi Anak dan Remaja dari Rekrutmen Terorisme Digital Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan teknologi digital telah…

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital 

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Negara Makin Bersiap Melawan Terorisme Digital  Oleh : Gavin Asadit Perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses informasi hingga percepatan transformasi ekonomi. Namun, di balik berbagai peluang tersebut, ruang siber juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran paham radikal, propaganda ekstremisme, rekrutmen anggota kelompok teror, hingga pendanaan terorisme melalui platform digital. Pemerintah memandang ancaman tersebut sebagai bentuk baru terorisme yang membutuhkan pendekatan penanganan yang lebih adaptif dan kolaboratif. Oleh karena itu, sepanjang 2026 pemerintah terus memperkuat strategi nasional dalam menghadapi terorisme digital melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, serta masyarakat. Perubahan pola penyebaran paham radikal menjadi perhatian serius pemerintah. Jika sebelumnya proses radikalisasi banyak berlangsung melalui pertemuan langsung, kini media sosial, aplikasi percakapan, forum daring, hingga berbagai platform digital menjadi sarana utama penyebaran propaganda. Laporan tren terorisme yang dipublikasikan BNPT bersama UNDP menunjukkan bahwa sebagian pelaku tindak pidana terorisme dalam beberapa tahun terakhir pertama kali terpapar konten ekstremis melalui internet, bahkan terdapat pelaku yang seluruh aktivitas radikalisasinya berlangsung di ruang digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terorisme kini semakin bergeser ke ranah siber sehingga strategi pencegahan harus ikut bertransformasi dengan memperkuat literasi digital, pengawasan ruang siber, serta ketahanan masyarakat terhadap propaganda ekstremisme. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono, menegaskan bahwa pencegahan terorisme tidak lagi hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga harus mengedepankan upaya preventif melalui penguatan ketahanan masyarakat di ruang digital. Menurutnya, BNPT terus memperkuat strategi kontra narasi, meningkatkan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta memperluas edukasi kepada generasi muda agar mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk propaganda ekstremisme yang beredar melalui internet. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci karena ancaman digital berkembang sangat cepat dan tidak mengenal batas wilayah. Sejalan dengan penguatan strategi pencegahan, pemerintah juga memperkuat tata kelola ruang digital melalui berbagai regulasi dan kebijakan. Kementerian Komunikasi dan Digital terus meningkatkan kerja sama dengan BNPT dalam mempersempit ruang gerak penyebaran konten radikal, termasuk melalui implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital dan peningkatan pengawasan terhadap platform digital. Pemerintah menilai bahwa ruang digital yang sehat harus dibangun melalui keseimbangan antara perlindungan kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang mengandung unsur radikalisme, kekerasan, maupun propaganda terorisme. Pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap melalui penguatan sistem pengawasan, peningkatan literasi digital, serta koordinasi dengan penyelenggara platform digital nasional maupun global. …

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Terorisme Digital Makin Adaptif, Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pencegahan Ekstremisme Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah…

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi

By Kata IndonesiaJuly 29, 20260

Pemerintah Mitigasi Terorisme Digital, 250 Anak Terpapar Ekstremisme Dibina dan Direhabilitasi Jakarta – Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.