• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»CKG Genjot Peningkatan Standar Layanan Kesehatan

CKG Genjot Peningkatan Standar Layanan Kesehatan

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 1 March 2026

CKG Genjot Peningkatan Standar Layanan Kesehatan

JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar layanan kesehatan nasional. Memasuki tahun kedua pelaksanaan pada 2026, program ini tidak lagi hanya berorientasi pada capaian jumlah pemeriksaan, tetapi juga menitikberatkan pada kualitas layanan serta tindak lanjut hasil skrining.

 

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menegaskan, fokus CKG tahun ini diarahkan pada tata laksana dan penanganan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan program ini berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

“Target kita di 2026 bukan hanya melakukan cek kesehatan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar sehat. Bukan hanya pemeriksaannya yang gratis, pencegahan dan penanganannya juga gratis,” ujar Budi.

 

Ia menjelaskan, pemerintah menjamin pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan melalui CKG. Setelah periode tersebut, penanganan selanjutnya dilakukan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta aktif BPJS Kesehatan. Bagi warga yang belum terdaftar, pemerintah mendorong agar segera mengaktifkan kepesertaan untuk memastikan kesinambungan layanan.

 

Menurut Budi, transformasi ini menandai pergeseran paradigma dari sekadar skrining menuju pengendalian penyakit secara komprehensif. Dengan sistem yang terintegrasi, CKG diharapkan mampu menekan risiko komplikasi penyakit kronis sekaligus mengurangi beban pembiayaan kesehatan jangka panjang.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Endang Sumiwi, mengatakan bahwa pada 2026 pelaksanaan CKG difokuskan pada peningkatan mutu layanan dan penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

 

Ia menyoroti pentingnya deteksi dini untuk mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes yang kerap disebut sebagai “silent killer”. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 70 juta warga Indonesia. Tahun ini, Kementerian Kesehatan menargetkan 130 juta orang memanfaatkan layanan tersebut.

 

“Kami menemukan peserta dengan kadar gula darah sampai 400. Artinya banyak yang sudah bermasalah tapi tidak merasakan gejala. Kalau dibiarkan, bisa berujung cuci darah, operasi jantung, bahkan stroke. Inilah pentingnya CKG,” kata Endang di Jakarta.

 

Ia mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan idealnya dilakukan setidaknya setahun sekali, meskipun hasil sebelumnya normal, karena kondisi tubuh dapat berubah tanpa disadari.

 

Untuk memperluas jangkauan, pelaksanaan CKG kini tidak hanya dilakukan di puskesmas dan sekolah, tetapi juga menyasar komunitas seperti kampung nelayan, kelompok tani, hingga pekerja informal.

 

“Kami datang langsung ke tempat masyarakat berada, supaya akses layanan makin mudah,” ujarnya.

 

Dengan penguatan kualitas layanan serta jaminan pengobatan terintegrasi, CKG diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih preventif, inklusif, dan berkelanjutan.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.