• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini

Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 4 August 2026

Cek Kesehatan Gratis Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Sejak Dini

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.

Selain menjangkau peserta didik di seluruh Indonesia, program ini juga menjadi sarana deteksi awal berbagai penyakit dan faktor risiko kesehatan di masyarakat.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, mengatakan program CKG sekolah telah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota.

“Sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, CKG sekolah sudah melayani 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota,” ujar Kurnia.

 

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di sekolah sesuai jadwal kunjungan puskesmas dan mencakup kesehatan fisik maupun kejiwaan peserta didik. Pemeriksaan meliputi aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, kesehatan mata, telinga, gigi, hingga kondisi kejiwaan.

 

“Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan,” jelasnya.

 

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan, yakni sebesar 40,8 persen.

 

Temuan lainnya meliputi anemia pada 27,3 persen remaja putri, hipertensi 21,7 persen, serumen impaksi 6,9 persen, dan obesitas 6,7 persen.

 

Pemerintah menargetkan program ini menjangkau lebih dari 50,2 juta peserta didik di 303.263 sekolah sepanjang 2026.

 

“Program ini bermanfaat besar bagi siswa, orang tua, serta sekolah sebagai penyelenggara pendidikan,” kata Kurnia.

 

Sementara itu, pelaksanaan CKG di Kabupaten Tabanan juga menunjukkan pentingnya deteksi dini.

 

Dari hasil pemeriksaan yang telah diinput ke aplikasi Satu Sehat Indonesia (SSI), petugas menemukan kasus hipertensi, diabetes melitus, obesitas, berat badan berlebih, hiperglikemia, hingga hiperkolesterolemia.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, menegaskan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah penting untuk menemukan penyakit maupun faktor risikonya sebelum muncul gejala.

 

“Pemeriksaan ini bagian dari upaya deteksi dini. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan langkah penanganan dan pengendalian,” ujarnya.

 

Selain penyakit tidak menular, pemeriksaan juga menemukan ISPA, bronkitis akut, diare akut tanpa dehidrasi, dispepsia, varicella, katarak, serta berbagai masalah kesehatan gigi seperti karies dan gingivitis.

 

“Jangan menunggu sampai muncul keluhan. Pemeriksaan secara berkala penting, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit tidak menular,” tutupnya.

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.