• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Peringkat 4 Dunia

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Peringkat 4 Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 21 January 2022

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Indonesia Peringkat 4 Dunia

Oleh : Fikri Arfiansyah

Indonesia meraih prestasi karena cakupan vaksinasi Covid-19-nya ada di peringkat 4 dunia. Ini adalah sebuah kebanggaan, karena menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas corona dan melaksanakan program vaksinasi nasional.

Pandemi membuat kondisi kita jadi jungkir balik dan pemerintah berusaha keras agar keadaan ini tidak berlarut-larut. Untuk mencegah keparahan pandemi maka salah satu strateginya adalah dengan program vaksinasi nasional.

Program ini makin digenjot karena makin banyak yang divaksin tentu makin banyak pula yang kebal dari virus Covid-19 (dengan catatan mematuhi protokol kesehatan).

Kerja keras pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi membuahkan hasil. Per tanggal 4 januari 2022, Indonesia dinyatakan jadi negara ke-4 yang memiliki cakupan vaksinasi corona terbanyak, yakni lebih dari 283 juta dosis untuk sasaran 166 juta orang. Negara pertama yang mencapai cakupan vaksinasi adalah Tiongkok, disusul India dan Amerika Serikat.

Ketika cakupan vaksinasi di Indonesia sudah lebih dari 283 juta dosis maka lebih dari 60% penduduk yang sudah divaksin. Jika program vaksinasi nasional makin digenjot, maka pada akhir tahun 2022 akan tercapai kekebalan kelompok, karena semua WNI sudah disuntik vaksin. Kekebalan ini yang diidam-idamkan karena bisa menghapus status pandemi yang menyakitkan.

Cakupan vaksinasi yang besar merupakan hasil dari strategi-strategi pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi nasional. Pertama, vaksin corona diberikan secara gratis, sehingga banyak yang mau disuntik (mumpung tidak harus membayar seperti di negara lain). Pemerintah paham bahwa kondisi masyarakat saat pandemi begitu menyedihkan, sehingga penggratisan vaksin bisa membantu mereka.
Kedua, vaksinasi dilaksanakan secara massal. Jika pada awal program vaksinasi nasional hanya diadakan di Puskesmas atau RS, maka saat ini vaksinasi selalu diadakan di tanah lapang, aula, atau tempat lain yang bisa menampung banyak orang. Penyelenggara vaksinasi massal biasanya dari pihak aparat dan ada juga pihak swasta.
Menariknya, saat ini juga sudah umum vaksinasi diadakan di pusat perbelanjaan. Hal ini untuk menarik minat masyarakat yang sedang belanja, sehingga mereka yang belum divaksin bisa mendaftar. Sebaliknya, ketika mereka yang niat awalnya mau divaksin, akan makan di foodcourt dan belanja di mall tersebut, sehingga terjadi simbiosis mutualisme.
Vaksinasi juga diadakan secara door to door. Program yang diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) ini mendekatkan mobil vaksinasi dan tenaga kesehatan ke masyarakat, sehingga mereka bisa disuntik tanpa harus pergi ke Rumah Sakit atau lokasi vaksinasi massal lainnya. Dengan begitu, maka diharap makin banyak masyarakat yang sudah divaksin.
Makin banyak yang sudah divaksin maka makin banyak yang punya imunitas, sehingga tidak mudah tertular corona. Kesehatan adalah modal utama karena jika sehat maka bisa bekerja dengan riang.
Cakupan vaksinasi memang harus diperbesar karena targetnya adalah selesai dalam 18 bulan setelah maret 2021, sehingga perkiraannya pada september 2022 100% WNI sudah divaksin. Untuk mencapai target maka suntikan ditingkatkan, dari 1 juta menjadi 3 juta per hari di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga membuat aturan agar semuanya mau divaksin, agar cakupan vaksinasi makin besar. Misalnya ketika ada pembelajaran tatap muka, maka para murid harus divaksin terlebih dahulu. Selain itu, guru-gurunya juga harus divaksin.
Ketika Indonesia menjadi negara ke-4 yang mencapai cakupan vaksinasi terbesar di dunia maka ini adalah sebuah prestasi besar. Hal ini menunjukkan keberhasilan program vaksinasi nasional di Indonesia. Semua WNI juga tertib dan mau divaksin dengan senang hati.

)* Penulis adalah mahasiswa IISIP Jakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.