• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Keuangan»BLT BBM untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

BLT BBM untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 September 2022

BLT BBM untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Oleh : Aulia Hawa

Pemerintah telah menyalurkan BLT BBM (Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak). Bantuan ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat. Jika ada BLT maka masyarakat memegang uang dan membelanjakannya, lalu pasar akan ramai dan roda perekonomian akan bergerak dengan cepat.

BBM subsidi sudah disesuaikan harganya dengan rincian sebagai berikut. Untuk solar jadi 6.800 rupiah, Pertamax 14.500, dan Pertalite jadi 10.000 rupiah per liternya. Harga ini berlaku mulai tanggal 3 September 2022.

Penyesuaian harga BBM terpaksa dilakukan karena terjadi pengurangan subsidi, dan memang harga minyak mentah dunia naik drastis dari 65 jadi 100 dollar per barrel. Namun pemerintah memberikan kompensasi dari penyesuaian harga BBM berupa BLT.

Masyarakat yang kurang mampu bisa menikmati BLT dan diharap bisa membantu mereka untuk belanja.

BLT BBM yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp. 150.000, akan diberikan dalam 4 bulan. Presiden Jokowi berharap BLT tersebut akan menjaga daya beli masyarakat. Beliau memantau langsung pemberian BLT di Tanimbar, Maluku.

Dalam artian, BLT yang diterima masyarakat akan digunakan untuk belanja, karena pemerintah memang menyuruh agar uang tersebut dihabiskan dan tidak disimpan begitu saja.

Uang BLT yang dibelikan sembako dan berbagai keperluan lain akan membuat daya beli masyarakat naik. Jika daya beli naik dan terjaga maka akan sangat bagus karena perputaran uang memang harus dilakukan setiap hari.

Perputaran uang di pasar wajib dilakukan agar roda perekonomian tetap berjalan. Sebaliknya, jika tidak ada yang belanja maka akan berbahaya karena roda perekonomian melambat dan tidak baik untuk keadaan finansial negara. Oleh karena itu BLT diberikan untuk menggerakkan roda perekonomian dan menjaga daya beli masyarakat.
Daya beli masyarakat wajib dijaga karena menjaga dari kondisi stagflasi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat dan angka pengangguran tinggi. Dalam artian, ketika daya beli menurun maka pertumbuhan ekonomi juga menurun. Solusinya adalah masyarakat diberi BLT agar mereka bisa memiliki daya beli yang lebih tinggi, sehingga perekonomian Indonesia bisa naik lagi walau masih masa pandemi.
Pemerintah telah mengalokasikan bantuan sosial (bansos) senilai 24,17 Triliun dari pengalihan subsidi BBM untuk 3 bantuan. Pertama adalah BLT yang diberikan ke 20,4 juta masyarakat. Kedua adalah bantuan subsidi upah sebesar 600.000 kepada 16 juta pekerja dengan gaji maksimal 3,5 juta rupiah per bulan.
Sedangkan yang ketiga adalah bantuan dari pemerintah daerah sebesar 2,17 Triliun, yang diberikan kepada pekerja sektor transportasi seperti sopir, nelayan, dll. Ketiga bantuan diberikan kepada masyarakat yang berhak dan mereka senang karena mendapatkan kompensasi dari penyesuaian harga BBM.
Pemberian BLT menunjukkan perhatian pemerintah kepada rakyat kecil. Mereka tidak akan kesulitan lagi setelah harga BBM disesuaikan karena subsidinya dikurangi. Namun akan bisa belanja seperti biasa karena diberi BLT oleh pemerintah. Sebelumnya mereka juga sudah mendapatkan BLT sejak awal pandemi karena benar-benar kurang mampu.
Jika ada kompensasi dari penyesuaian harga BBM dan dialihkan dalam bentuk subsidi maka akan lebih baik, karena subsidi akan tepat diberikan kepada mereka yang berhak. Subsidi yang dialihkan jadi BLT akan langsung dikasih ke warga yang kurang mampu. Sementara jika tidak ada pengalihan subsidi malah berbahaya, karena BBM yang bersubsidi bisa saja dibeli oleh warga yang kaya, dan mereka melakukan pelanggaran karena mengambil hak orang lain.
Pemerintah memang menginginkan agar subsidi diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak dan menghindari resiko pemanfaatan BBM bersubsidi oleh kalangan yang lebih mampu. Selain itu, untuk pemberian BLT BBM, akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sehingga akan tepat sasaran. Tidak akan ada BLT yang nyasar karena sudah disurvey terlebih dahulu dan dilihat data-datanya di kelurahan.
Masyarakat akan mengantri di Kantor Pos untuk mendapatkan BLT BBM dan mereka benar-benar membutuhkannya, karena berasal dari kalangan kurang mampu. Pemberian BLT berupa uang tunai juga dipuji karena lebih praktis, beda dengan BLT sembako yang masih membutuhkan biaya angkut. Selain itu, BLT tunai akan langsung dibelanjakan dan daya beli masyarakat akan kembali kuat.
Pemerintah juga mensosialisasikan bahwa BLT BBM wajib untuk langsung dibelanjakan sampai habis. Jangan ada yang ditabung baik sebagian atau seluruhnya. Penyebabnya karena justru jika dibelanjakan, kondisi perekonomian Indonesia akan selamat.
Masyarakat diharap untuk tetap tenang menghadapi perubahan harga BBM di pom bensin. Jangan ada yang mencak-mencak atau menyesal karena tidak menyetok dulu di jerigen. Penyesuaian harga BBM dan pengurangan subsidi terpaksa dilakukan karena harga minyak mentah dunia juga sedang bergejolak, dan hal ini terjadi juga di seluruh dunia. Di banyak negara, harga bensin juga disesuaikan oleh pemerintahnya masing-masing.
BLT BBM diberikan oleh pemerintah dengan tujuan menjaga daya beli masyarakat. Mereka akan mendapatkan total 600.000 rupiah yang dibagi dalam termin 4 bulan. Diharap bantuan ini akan meringankan beban rakyat kecil, dan sekaligus bisa menjaga daya beli rakyat di pasar. Roda perekonomian akan tetap berputar walau harga BBM disesuaikan oleh pemerintah.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.