• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»BIN Tennis Club Bersama YBTS Selenggarakan Invitasi Tenis Nasional

BIN Tennis Club Bersama YBTS Selenggarakan Invitasi Tenis Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 16 December 2022

BIN Tennis Club Bersama YBTS Selenggarakan Invitasi Tenis Nasional

BIN Tennis Club bekerjasama dengan Yayuk Basuki Tennis School (YBTS) menyelenggarakan Invitasi Tenis Nasional yang diikuti 16 atlet. Pertandingan ini dimulai pada 14 Desember dan berakhir pada 17 Desember 2022 di Lapangan Tenis BIN, Jakarta Selatan.

Dari BIN Tennis Club sendiri menurunkan dua pemain kakak beradik yakni Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini. Sementara, 14 atlet lainnya yang ikut dalam turnamen ini berasal dari beberapa daerah seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Pelatih Tenis BIN sekaligus Ketua Pertandingan Invitasi Tenis Nasional, Suharyadi menyampaikan pertandingan memang dijadwalkan dan difokuskan untuk mengundang pemain-pemain nasional yang berperingkat dibawah 10 nasional baik putra dan putri. Persiapan selama ini berjalan lancar dan pertandingan mendekati babak final pada 17 Desember 2022.

“Alhamdulillah, kedua pemain BIN yang diturunkan saat ini Fitriana dan Fitriani masuk final semuanya atau all-final besok karena berhasil mengalahkan pemain-pemain baik yunior maupun senior. Besok diharapkan pertandingan ini akan spektakuler,” kata Suharyadi di sela-sela pertandingan.

Pertandingan ini untuk menggairahkan dan menambah jam terbang anak-anak menuju kompetisi di tahun depan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan yang sudah memberikan fasilitas pertandingan. Selain itu, ucapan terima kasih untuk Kemenpora dan YBTS karena memberikan dukungan yang maksimal.

Sementara, dari jalannya pertandingan ini juga mendapat kesan dari Fitriana Sabrina yang mewakili BIN. Fitriana atau biasa dipanggil Ana menyampaikan bahwa lawan yang dihadapi pada pertandingan ketiga ini cukup berat.

“Saya berhasil menang dengan skor 6-3 dan 6-0 meski lawannya cukup berat. Persiapannya kalau partner saya menang akan lebih enjoy di pertandingan selanjutnya. Kalau main dengan partner sendiri akan lebih santai karena sudah tahu permainannya,” ujar Fitriana.

Ana juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan karena telah memfasilitasi pertandingan ini dan mendukung atlet tenis di POR BIN. Untuk pertandingan besok akan lebih fokus karena pertandingan terkahir di bulan ini.

“Ada beberapa kesalahan kecil yang akan dievaluasi untuk besok seperti lebih berani untuk memukul bola,” kata Fitriana.

Senada, Fitriani Sabatini mengatakan bahwa pertandingan hari ketiga sangat keras karena lawannya juga cukup bagus, tetapi saya bisa handle dengan skor 6-1 dan 6-4. Saya juga lolos ke tahap final, kemungkinan lawan dengan kembaran saya sendiri, Fitriana Sabrina.

“Untuk serius melawan Fitriana hanya disaat latihan dan untuk pertandingan saya pikir kita main santai saja. Kita biasanya akan rundingan dulu sih untuk tanding besok. Pertandingan besok tidak perlu serius karena setiap hari latihan dengan dia. Saya pikir kita main santai saja.” Ucap Fitriani.

Fitriani juga mengucapkan terima kasih kepada BIN dan YBTS yang telah memfasilitasi pertandingan ini. Saya sangat senang diundang oleh YBTS dan senang bisa mewakili BIN di invitasi ini.

“Bulan ini sudah mengikuti dua turnamen dan hasilnya menurut saya bagus. Mungkin nanti habis ini akan latihan lagi untuk persiapan tahun depan. Persiapan khusus menghadapi Fitriana sudah ada tapi saya juga sudah tahu kelemahannya,” tutupnya.

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.