• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»BIN Bangun AMN Manado sebagai Wadah Pembinaan Pemuda, Masyarakat Sulawesi Utara Berikan Apresiasi

BIN Bangun AMN Manado sebagai Wadah Pembinaan Pemuda, Masyarakat Sulawesi Utara Berikan Apresiasi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 4 May 2024

BIN Bangun AMN Manado sebagai Wadah Pembinaan Pemuda, Masyarakat Sulawesi Utara Berikan Apresiasi

Oleh : Marini Elisabet

Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) membangun Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado sebagai wadah untuk pembinaan para pemuda penerus generasi bangsa. Dengan adanya realisasi pembangunan tersebut, kemudian masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan apresiasi sangat tinggi mereka.

Tentunya bukan tanpa alasan mengapa pembangunan AMN Manado oleh BIN mendatangkan banyak sekali bentuk apresiasi yang beragam dari masyarakat sekitar di Provinsi Sulut. Pasalnya, dengan adanya gedung asrama tersebut, maka kini para penerus generasi muda sekitar sama saja telah memiliki wadah untuk pembinaan segala potensi mereka.

Sehingga dengan adanya pembangunan AMN di Manado itu, jelas menjadi sebuah wadah untuk pembinaan dan pendidikan yang sangat tepat menyasar bagi segenap elemen pemuda setempat. Sehingga tidak mengherankan mengapa realisasi program tersebut mendapatkan banyak sekali bentuk dukungan dan apresiasi langsung dari masyarakat Sulawesi Utara.

Peranan dari para pemuda di Indonesia sangat penting bahkan sejak dari jaman sebelum kemerdekaan bangsa ini. Dulu, para anak muda itu mampu mempelopori terlahirnya semangat persatuan meski negara ini memiliki keberagaman yang sangat luar biasa, mulai dari perbedaan suku, agama, ras, adat hingga budayanya.

Namun dengan keberanian dan tekad yang sangat kuat, para pemuda kala itu mampu menyatukan masyarakat Indonesia yang saling berbeda sehingga memiliki satu tujuan untuk kemerdekaan bangsa.

Terkait bagaimana peranan penting dari para anak muda itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menegaskan bahwa tidak terlepas pula hingga hari ini, peranan para pemuda pun tetap penting, utamanya dalam peradaban Indonesia yang berkarakter Pancasila.

Seluruh generasi milenial dan Gen Z di Indonesia, utamanya mereka yang berasal dari Manado dan sekitarnya hendaknya mampu meneladani bagaimana perjuangan para pendiri bangsa terdahulu. Terlebih terdapat pula tokoh dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seperti Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau Sam Ratulangi dan juga Mr. Alexander Andres Maramis.

Di tengah terjadinya perkembangan teknologi, komunikasi dan informasi yang serba digital seperti sekarang ini, para anak muda harus mampu menjadi pelopor bagi masyarakat dalam hal memerangi ujaran kebencian antar warga dengan menunjukkan sikap yang saling toleran antar satu sama lain.

Mengetahui betapa pentingnya hal tersebut, kemudian BIN berupaya untuk membentuk sebuah wadah bagi pembinaan para pemuda agar mereka bisa tetap bersatu, bersinergi dan berkolaborasi secara bersama meski di tengah perbedaan dengan adanya pembangunan AMN Manado.

Hal tersebut menjadikan warga masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan serta program pembangunan AMN Manado yang mereka inisiasi.

Ungkapan rasa terima kasih masyarakat dan apresiasi sangat tinggi itu terwakilkan oleh ungkapan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey yang dibacakan oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara Steve H.A. Kepel.

Masyarakat menilai bahwa keberadaan Gedung AMN Manado itu bukan hanya sekedar menjadi tempat tinggal secara fisik saja, melainkan juga sebagai laboratorium sosial, intelektual hingga kewirausahaan.

Dengan kata lain, adanya pembangunan AMN Manado bukan hanya bertujuan untuk mencetak para mahasiswa yang merupakan para pemuda penerus generasi bangsa agar mereka lebih cerdas saja, namun gedung tersebut juga sekaligus menjadi tonggak keberhasilan dalam peningkatan kualitas pada perjalanan pendidikan di wilayah Sulawesi Utara.

Selain itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga memberikan apresiasi tinggi karena adanya upaya untuk melibatkan para generasi muda penerus bangsa dari seluruh pelosok nusantara untuk semakin memperkokoh Pancasila.

Jelas saja upaya tersebut membawa angin yang sangat segar bagi keberlangsungan bangsa dan negara ini, karena dengan terbentuknya jaringan yang bagus dari para pemuda yang berkumpul dan tinggal dalam satu atap dalam AMN Manado meski mereka berasal dari beragam sekali latar belakang, mampu membawa para generasi muda itu juga ke arah yang jauh lebih baik lagi.

AMN Manado bentukan BIN mampu memberikan banyak bentuk didikan dan pembinaan, sehingga para pemuda tersebut mampu tumbuh dengan adanya penanaman sangat kuat karakter kebangsaan, nasionalisme, Pancasila hingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam hati sanubari mereka.

Bekal-bekal tersebut merupakan hal yang sangat penting bagi para generasi milenial dan Gen Z supaya mereka sangat siap tatkala menghadapi adanya tantangan masa depan yang semakin kuat ini, terutama di tengah derasnya arus globalisasi.

Maka dari itu, pembangunan AMN Manadi oleh BIN jelas merupakan sebuah langkah yang patut mendapatkan apresiasi sangat tinggi dari segenap warga masyarakat lantaran di dalamnya juga sekaligus menyediakan wadah untuk pembinaan para pemuda, bukan hanya untuk gedung tempat tinggal saja.

*) Mahasiswa Manado tinggal di Yogyakarta

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

September 22, 2026

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Oleh: Stefano Listanto Menjelang dua…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Oleh Yuliarti Isu ketenagakerjaan tidak pernah…

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.