• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Bersama Menghadirkan Papua Yang Damai Tanpa Hoaks dan Provokasi

Bersama Menghadirkan Papua Yang Damai Tanpa Hoaks dan Provokasi

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 September 2019

Oleh : Anggara Purista  (Netizen/Mahasiswa Sosiologi UIN Jakarta)

Warga negara mana yang menginginkan negaranya berada dalam perpecahan atau perlgolakan? Lalu warga negara mana yang menginginkan permasalahan di negaranya berlarut larut? Tak ada satu pun yang menginginkan pastinya. Termasuk warga negara Indonesia ini yang tak ingin persatuan dan kesatuannya ada yang merusak. Tapi sadar atau tidak terkadang kita lupa bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dihargai dan dijunjung tinggi serta dihormati.

Padahal faktanya negara ini berdiri atas dasar keberagaman yang ada. Keberagaman tersebut seharusnya membuat kita lebih hebat. Membuat Indonesia sebagai satu negara yang hebat. Kita memiliki agama dan ras yang berbeda. Namun, harusnya itu membuat kita bisa saling menghargai satu sama lain.

Namun, berbagai peristiwa memperihatinkan bahwa masih terdapat pihak pihak yang terus memprovokasi serta mempertentangkan keberagsman yang ada untuk kepentingan sesat yang berakibat terjadinya pergesekan di tengsh masyarakat seperti kerusuhan yang disinyalir disebabkan oleh pernyataan rasis terhadap orang Papua. Kerusuhan yang dipicu oleh persoalan ujaran kebencian yang menyinggung perasaan masyarakat asli papua.

Percaya atau tidak, ujaran kebencian tersebut memicu persoalan lama yang dirasakan masyarakat Papua hingga meminginkan berpisah dengan Indonesia. Terlebih provokasi yang ada di media sosial semakin masif. Dengan berbagai berita hoax dan provokasi yang dilakukan pihak pihak yang selalu ingin menghancurkan bangsa Indonesia. Hal ini dapat di pastikan bahwa Infonesia yang kaya ini menjadi target pihak tertentu ysng ingin menguasai segala kekayaan yang ada di bumi Indonesia.

Di samping itu kerusuhan yang terjadi di Papua tak terlepas dari csmpur tangan pihsk asing maupun pihak dari dalam yang dilakukan dengan menyebarkan hoaks di media sosial. Tak sedikit propaganda sesat timbul dari berbagai pihak baik luar maupun dalam, tujuannya adalah untuk membuat instabilitas Papua. Melihat hal ini jelas semakin memperkeruh kondisi di Papua dan Papua Barat dimana pemerintah Indonesia bersama masyarakat Papua sedang giat membangun dan mrmbutuhksn situasi Papua yang damai dan kondusif.

Adanya campur tangan asing dalam upaya aksi aksi yang menuntut kemerdekaan Papua, harus dipahami semua pihak karena pihak asing yang punya kepentingan tidak akan membiarkan Indonesia utuh. Mereka akan selalu melakukan konspirasi untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka melalui berbagai cara. Semestinya kita bisa belajar dari kasus Timor Timur yang terbukti sukses memisahkan diri dari Indonesia sebagai buah pembelajaran dari kurangnya kewaspadaan dan persatuan kita mengatasi berbagai ancaman asimetris saat ini yang dikemas dengan proses demokrasi dan bungkus isu ham yaitu hak menentukan nasib sendiri. Hal serupa saat ini tengah disuarakan pada masyarakat Papua dengan segala manuver kelompok sparatis, sehingga Papua merdeka bukanlah solusi, justru memperkuat cengkraman pihak asing, seperti yang dijelaskan Komaruddin Hidayat (Pengamst Politik) bahwa akan ada pihak yang senang dengan terlepasnya Papua. Sesungguhnnya ini hanyalah kepentingan sebagian elit politik yang bekerjasama dengan negara negara imperialis.

Maka dari itu, dibutuhkan sikap kita semua yang peduli dalam hal ini, melawan para oknum dsn provokator untuk memerangi hoaks itu sendiri. Jangan sampai mereka dengan mudah berselancar dan menebarkan informasi yang berujung propaganda sesat. Hal ini semua karena Papua adalah kita, kita adalah Indonesia. Kita bersaudara, dan marilah kita wujudkan Papua yang damai tanpa hoaks. Dengan melawan para penebar hoaks lewat tebar narasi positif bukan dengan aksi negatif.

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam

August 19, 2026

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

August 19, 2026

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kekerasan OPM Ancam Warga Sipil, Masyarakat Dukung Tindakan Tegas Apkam MIMIKA – Kekerasan yang diduga…

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT Oleh: Servatius Yosef Bencana gempa bumi…

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan…

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.