• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Parenting»Begini Cara Mengendalikan Emosi Negatif pada Anak

Begini Cara Mengendalikan Emosi Negatif pada Anak

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 14 October 2022

Penulis: Magda Amelia
Mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Adanya Emosi Negatif pada anak merupakan hal yang wajar dan, maka diperlukan peran orang tua untuk memahami serta membantu anak agar bisa belajar juga tumbuh dari emosi yang dirasakannya.

Emosi Negatif pada anak bisa muncul Saat si kecil sedang merasa lelah, bosan, kesal, anak bisa tiba-tiba teriak lalu menangis, atau tiba tiba menjadi pemarah bahkan sampai memukul-mukul, hal tersebut terjadi dengan bermacam-macam alasan di dalamnya. Faktor yang paling mempengaruhi adalah usia anak yang masih belia, usianya yang belum matang membuat anak tidak bisa mengontrol emosi Negatif atau amarahnya.

Emosi negatif memang terkesan buruk, Namun untuk mengenali dan merasakan berbagai macam emosi sangatlah penting untuk anak, Tidak luput dari emosi negatif. maka dari itu adanya peran orang tua disini sebagai pembimbing untuk membantu anak menyikapi Emosi Negatifnya.

Sebab dengan membiarkan anak menyikapi Emosi Negatif tanpa arahan yang baik, akan memberi dampak buruk untuk kehidupan sosialnya di masa mendatang. mengontrol emosi negatif anak merupakan salah satu kunci dalam membantunya tumbuh layak juga mewujudkan pribadi yang baik untuk anak.

Untuk mewujudkan pribadi yang baik pada anak, dibutuhkan juga keterampilan orang tua untuk membantu anak dalam menangani emosi negatifnya, kira-kira gimana sih caranya menangani Emosi negatif pada anak dengan baik? Yuk simak cara mengendalikan emosi negatif pada anak berikut ini!

1. Biarkan anak mengenal Emosinya

Melampiaskan amarahnya juga menumpahkannya boleh saja, namun tegaskan bahwa perlakuan tersebut harus mengikut sertakan peran orang tua didalamnya, hal tersbut berguna agar anak dapat menyikapi amarahnya dengan benar melalui bimbingan orang tua.
Contohnya sampaikanlah “cara kamu menyikapi marahmu itu tidak seharusnya dengan tindakan, melainkan perkataan” namun jangan lupa berilah penegasan untuk tidak dengan kata-kata yang kasar.

Melalui hal tersebut anak-anak dibimbing untuk mengekspresikan amarahnya dengan bijak. Beri tahu juga bahwasanya saat melampiaskan Emosi Negatif, bisa saja hal tersebut menganggu kenyamanan orang-orang disekitarnya.

2. Kenali sebabnya!

Pastikan orang tua mengetahui “apa sih penyebab dari kemarahannya?” karena dengan memahami permasalahannya orang tua dapat terbantu untuk memberi nasihat atau membantu anak menyelesaikan permasalahan sesuai dengan jenis masalah yang dimilikinya.

3. Berikan Anak Waktu

Saat sedang marah, anak biasanya tidak dapat mengontrol emosinya, sehingga melakukan tindakan buruk, seperti memaki-maki atau menyalahkan orang lain. Apabila itu terjadi sebaiknya biarkan, karena hal tersebut merupakan cara ia menyampaikan amarahnya.

Setelah itu beri tahu anak bahwasanya yang tadi ia lakukan adalah sebuah tindakan yang salah, selanjutnya beri waktu pada si kecil untuk pergi ke kamarnya atau menyendiri selama 5-10 menit, setelah itu minta ia untuk meminta maaf kepada orang-orang yang tadi menjadi sasaran kemarahannya, lalu berilah peringatan untuk jangan mengulanginya lagi.

Berilah pengertian bahwa hal yang tadi ia lakukan adalah hal yang buruk, jangan sampai ia terbiasa dan terus mengulanginya, hal ini sangat membantu anak mengatahui bagaimana cara ia menyikapi dirinya saat emosi mengendalikan dirinya.

4. Selesaikan Masalahnya

Setelah anak puas melampiaskan amarahnya, cobalah untuk mengajaknya berbicara, buat ia bercerita dari hati ke hati sebagai cara untuk membantu anak mengendalikan emosinya. Tanyakan faktor apa yang membuatnya semarah itu. Sebagai salah satu cara mengatasi emosi pada anak mintalah anak bercerita dan dengarkan apa yang disampaikan, karena dengan hal tersebut dapat menciptakan perasaan bahwa si kecil tidak sendiri sehingga akan lebih percaya diri kedepannya.

5. Tentukan situasinya

Menyuruhnya bersabar dan memberi edukasi di waktu yang tepat merupakan cara untuk membantu anak mengendalikan emosinya.

6. Buat anak tertidur lelap

Kadang melampiaskan emosi dapat membuat anak merasa lelah lalu mengantuk dan tidur, diwaktu ini biasanya anak akan melupakan apa yang telah terjadi sebelumnya. Orang tua bisa kembali membujuk agar anak tidak marah dan melupakan apa yang terjadi. Hal ini merupakan cara mengatasi emosi yang berlebihan pada anak.

 

 

Kritik Mahasiswa Dihargai, Pemerintah Tegaskan Tolak Perusakan Fasilitas Publik

August 13, 2026

MBG Ditopang Keamanan Pangan yang Makin Ketat dan Disiplin

August 13, 2026

Kritik Mahasiswa Dihargai, Pemerintah Tegaskan Tolak Perusakan Fasilitas Publik

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Kritik Mahasiswa Dihargai, Pemerintah Tegaskan Tolak Perusakan Fasilitas Publik Jakarta – Menjelang peringatan HUT ke-81…

MBG Ditopang Keamanan Pangan yang Makin Ketat dan Disiplin

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

MBG Ditopang Keamanan Pangan yang Makin Ketat dan Disiplin   Oleh: Dhita Karuniawati  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui peningkatan pengawasan keamanan pangan agar manfaat program strategis tersebut tidak hanya diukur dari luasnya cakupan penerima, tetapi juga dari jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak, aman, sehat, dan memenuhi standar kesehatan. Penguatan pengawasan menjadi semakin penting seiring evaluasi terhadap sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah dengan memperkuat pengawasan terhadap proses penyediaan makanan dalam pelaksanaan MBG. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tim Kemenkes telah turun melakukan investigasi terhadap sejumlah kasus keracunan yang dilaporkan. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada beberapa sampel makanan. Hasil investigasi tersebut kemudian disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan MBG, terutama pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Budi, pengawasan keamanan pangan merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas program MBG. Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan BGN untuk memperkuat penerapan standar higiene dan sanitasi dalam proses penyediaan makanan. Salah satu langkah yang menjadi perhatian adalah memastikan seluruh SPPG memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Budi juga mengatakan bahwa BGN merespons masukan Kemenkes secara positif. Menurut dia, Kepala BGN Sudaryono telah menunjukkan komitmen untuk memastikan pemenuhan SLHS dalam waktu singkat sebagai bagian dari upaya mencegah terulangnya kasus serupa. Selain investigasi, Kemenkes akan memberikan pendampingan serta rekomendasi teknis kepada BGN berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa penguatan MBG tidak cukup hanya melalui peningkatan jumlah penerima manfaat dan kapasitas distribusi makanan. Program dengan cakupan besar membutuhkan sistem pengendalian mutu yang mampu memastikan keamanan makanan sejak bahan baku diterima hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat. Aspek tersebut juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko. Ia menilai keamanan pangan harus ditempatkan sebagai standar yang tidak dapat dinegosiasikan dalam pelaksanaan MBG. Menurut Heri, keberhasilan program tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penerima manfaat, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah memastikan kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat. Heri juga menilai berbagai kasus dugaan keracunan di sejumlah daerah perlu dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan pada tahap akhir, tetapi harus dimulai sejak pemilihan bahan pangan, penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi kepada siswa. Setiap tahapan harus memiliki standar yang jelas serta mekanisme pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan.…

Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan di Setiap Ompreng MBG 

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Pemerintah Pastikan Keamanan Pangan di Setiap Ompreng MBG Oleh: Zhafran Goldwin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pembenahan tata kelola dan peningkatan standar keamanan pangan. Salah satu langkah pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) adalah mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan MBG mencantumkan batas waktu konsumsi. Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada pekan depan sebagai upaya memperkuat keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG di sekolah. BGN akan mewajibkan setiap ompreng atau wadah makanan Program MBG mencantumkan batas waktu konsumsi. Kebijakan tersebut menjadi instrumen tambahan untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap berada dalam kondisi aman hingga dikonsumsi. Kepala BGN, Sudaryono mengatakan bahwa informasi batas waktu konsumsi akan menjadi penanda bagi guru dan siswa untuk memastikan makanan dikonsumsi dalam kondisi aman. Pencantuman batas waktu konsumsi menjadi langkah sederhana yang memiliki fungsi penting dalam rantai penyediaan makanan. Informasi tersebut memberikan acuan mengenai kapan makanan masih berada dalam rentang waktu aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, penerima manfaat dan pihak sekolah dapat lebih mudah memastikan kelayakan makanan yang disajikan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga mencakup standar keamanan pangan yang harus dijaga sejak pengolahan hingga makanan diterima dan dikonsumsi. Setiap tahapan memiliki peran penting untuk memastikan makanan memenuhi prinsip kebersihan, kelayakan, dan keamanan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi unsur penting dalam memastikan makanan diproduksi dan didistribusikan sesuai ketentuan. Makanan MBG yang telah matang membutuhkan penanganan dan konsumsi dalam waktu yang tepat. Karena program mengutamakan makanan segar, pengendalian waktu menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan. Aspek waktu juga menjadi perhatian dalam proses pengolahan hingga distribusi. Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Then Suyanti, sebelumnya meminta proses memasak, pemorsian hingga distribusi makanan pada dapur gizi berlangsung maksimal dalam empat jam. Hl ini guna mengurangi pertumbuhan bakteri.…

Keamanan Pangan MBG Diperkuat dengan Label Batas Aman Konsumsi

By Kata IndonesiaAugust 13, 20260

Keamanan Pangan MBG Diperkuat dengan Label Batas Aman Konsumsi Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keamanan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.