• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Banyak Ulama Panutan Yang Dapat Diteladani

Banyak Ulama Panutan Yang Dapat Diteladani

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 26 April 2021

Oleh : Azka Aulia

Saat bulan ramadhan, biasanya kita mendengarkan ceramah dari ustad atau ulama. Namun sebaiknya simak kiai yang dapat menentramkan hati, bukan tokoh seperti Rizieq Shihab. Pasalnya, dia tidak mencerminkan tindakan pemuka agama yang seharusnya taat dan santun, melainkan malah mengobral kata-kata kasar dan tidak sepatutnya ditiru.

Rzieq Shihab adalah sosok yang kontroversial, baik saat masih menjadi pemimpin FPI maupun setelah masuk penjara. Alangkah sayangnya, kepopuleran ia dapatkan dengan cara yang negatif, yakni dengan memperlihatkan mulut besarnya yang suka berkomentar dengan sarkas. Masyarakat pun langsung antipati setelah melihat peilakunya yang negatif.

Mereka pun dihimbau untuk memilih ulama selain Rizieq Shihab. Karena masih banyak habaib dan ulama yang lebih baik daripada pria tua itu. Hal ini diungkapkan oleh aktivis NU, Guntur Romli. Penyebabnya karena Rizieq sudah 2 kali masuk penjara, sehingga tidak bisa dijadikan panutan umat.

Rizieq Shihab memang berkali-kali terkena kasus dan 2 kali masuk penjara, pada tahun 2003 dan 2008. Ia menjalani 7 bulan penahanan di Rutan Salemba pada medio 2003 karena FPI saat itu melakukan sweeping di tempat hiburan malam. Padahal sweeping sembarangan tak diperbolehkan, karena FPI bukan aparat. Selain itu, ia melontarkan kritik yang menghina gubernur dan aparat.

Selain itu, tahun 2008 Rizieq kembali dibui karena bentrok dengan ormas lain di Monas. Ia didakwa bersalah karena menghasut dan dan melakukan kekerasan. Sehingga harus merasakan kurungan selama 1,5 tahun. Munarman, eks pentolan FPI, juga dijadikan tersangka pada kasus itu.

Jika kita lihat dari track record Rizieq, jelas tidak bisa dijadikan panutan. Bagaimana bisa seorang yang mengaku ulama plus keturunan Nabi, malah tidak mencerminkan akhlak seperti Rasulullah? Meski Nabi juga berjihad dan berdakwah, tapi menggunakan cara yang lembut. Bahkan tawanan juga diperlakukan dengan baik dan tidak asal menghunuskan pedang.

Selain itu, Rizieq jelas terlihat tidak suka jika berhubungan dengan umat yang berkeyakinan lain dan miskin toleransi. Padahal ada riwayat ketika Nabi menyuapi pengemis yang buta setiap hari, dan ia diketahui seorang non-muslim. Ketika Nabi saja berperilaku lembut dan penuh kasih, tetapi orang yang mengaku keturunannya malah berangasan seperti itu? Sungguh miris.

Guntur menambahkan, ia juga setuju dengan pendapat Dahnil Anzar, yang menyatakan bahwa ulama yang menyerukan kebaikan ada banyak sekali. bukan ulama yang memaki orang di sana-sini.

Dalam artian, bagaimana bisa seorang pemuka agama malah tidak memberi contoh yang baik? Bukankah seharusnya seorang ulama berkata dan berpelilaku positif? Bukannya suka menghina orang lain.

Sepertinya Rizieq sudah amnesia dengan salah satu hadis Nabi yang berbunyi, “Berkatalah baik atau diam”. Seharusnya ia menahan diri dan tidak mencecar banyak orang. Yang terjadi, saat jadi tersangka dan akhirnya masuk penjara untuk ketiga kalinya, pria tua itu terus memaki aparat, pemerintah, dan banyak pihak lain.

Rizieq bahkan terang-terangan menghina majelis hakim yang seharusnya ia hormati, di persidangan pada Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Saat diadakan prosesi pengadilan kasus kerumunan di Petamburan, ia malah meragukan kualitas sang hakim dan tidak terima dijadikan tersangka. Padahal sudah jelas bersalah, karena membuat kerumunan saat pandemi jelas melanggar protokol kesehatan.

Mari kita dengarkan ceramah dari ustad, kiai, dan ulama lain yang ada banyak di Indonesia. Namun jangan hiraukan ucapan Rizieq, karena ocehannya hanya mengandung ujaran kebencian dan tidak ada faedahnya. Jangan asal pilih pemuka agama, tetapi pilih yang benar-benar mengerti agama dan perilaku serta ucapannya selalu positif.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

 

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

August 15, 2026

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

August 15, 2026

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

Suksesi Beradab, Jam’iyyah Bermartabat: Catatan untuk Muktamar Ke-35 NU

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Oleh : Anis Maftukhin Dari majelis lailatul ijtima’, naharul ijtima’, hingga rutinan Yasin dan tahlil…

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

HUT RI Dipastikan Aman, Publik Diminta Tak Terprovokasi JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.