• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Bangkit dan Bersatu Lawan Covid-19

Bangkit dan Bersatu Lawan Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 8 July 2021

Oleh: Achmad Faisal

Pemerintah Indonesia tanpa kenal Lelah, terus melakukan upaya maksimal untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Namun, hal tersebut memerlukan dukungan dan kerjasama dari semua elemen masyarakat, agar upaya tersebut bisa berhasil. Masyarakat Indonesia harus bangkit, Bersatu lawan Covid-19.

Gelombang kedua kasus Covid-19 di depan mata. Pada Kamis (24/6/2021), kasus positif Covid-19 secara nasional bertambah 20.574. Dengan tambahan tersebut, total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 2.053.995 sejak diumumkan pertama kali oleh Presiden Joko Widodo pada Maret 2020.

Secara nasional kasus Covid-19 melonjak di bulan Juni 2021. Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto menjelaskan, tren peningkatan kasus Covid-19 terjadi setelah libur Lebaran 2021.

Menurut Airlangga, peningkatan terlihat berdasarkan angka keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit yang melonjak di 4 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Provinsi DKI Jakarta berada di peringkat pertama peningkatan kasus dengan jumlah lebih dari 300 persen. Kasus harian pada 1 Juni 2021 sebanyak 519 kasus, namun per 12 Juni 2021 meledak mencapai 2.455 kasus.

Para ahli epidemiolog menyebut, lonjakan kasus Covid-19 di Juni terjadi karena protokol kesehatan yang diabaikan, varian baru virus Covid-19, dan longggarnya kebijakan pemerintah.
Pengabaian prokes terlihat nyata di masyarakat.

Pengabaian penggunaan masker dan tidak menjaga jarak dengan berkumpul menjadi titik balik penularan virus Covid-19 secara masif.
Sedangkan varian baru Covid-19, saat ini tercatat tiga varian yang telah masuk ke Indonesia. Varian tersebut adalah Alpha, beta,d an Delta.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan per 18 Juni 2021, telah ditemukan 148 kasus infeksi varian Alpha, Beta, dan Delta di enam provinsi di Indonesia. Varian Delta terdeteksi di DKI Jakarta (20 kasus), Jawa Tengah (75 kasus), Sumatera Selatan (3 kasus), Kalimantan Timur (3 kasus), dan Kalimantan Tengah (3 kasus). Varian Delta disebut menyumbang kasus tertinggi.

Varian Beta ditemukan di DKI Jakarta (4 kasus) dan Jawa Timur (1 kasus). Varian Alpha terdeteksi di Kepulauan Riau (1 kasus), Sumatera Utara (2 kasus), Sumatera Selatan (1 kasus), Riau (1 kasus), DKI Jakarta (24 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Barat (2 kasus), Jawa Timur (2 kasus), Bali (1 kasus), dan Kalimantan Selatan (1 kasus).

Untuk mengendalikan penularan Covid-19, pemerintah memperketat PPKM Skala Mikro dengan turunan disiplin prokes. Selain itu, pemerintah juga mempercepat program vaksinasi Covid-19 untuk mencapai herd immunity alias kekebalan kelompok.
Sejumlah fakta ini menjadi sebuah alarm untuk kita kembali waspada. Ancaman Covid-19 yang semakin ganas dengan varian baru harus segera diantisipasi.

Mari kita bersama mendukung pemerintah dengan kembali disiplin prokes. Jangan pernah abai dalam menerapkan prokes dan turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Untuk vaksinasi, abaikan hoaks yang berisi pesan negatif imbas vaksinasi. Sebab vaksinasi sendiri telah melalui uji klinis dan lolos pengujian Majelis Ulama Indonesia.
Bersama kita bangkit melawan Covid-19 demi Indonesia lebih baik.

Penulis adalah mantan jurnalis

 

 

 

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.