• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Bahaya Covid-19 masih Mengintai, Perketat Protokol Kesehatan

Bahaya Covid-19 masih Mengintai, Perketat Protokol Kesehatan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 21 September 2020

Oleh : Reza Pahlevi

Pandemi Covid-19 belum berakhir meski sebelumnya Indonesia sempat mengalami pelandaian kasus. Namun saat ini klaster keluarga banyak bermunculan di sejumlah wilayah tanah air. Alih-alih mengalami penurunan, justru klaster ini semakin bertambah dan menjadi pemicu pasien terkonfirmasi positif.

Klaster keluarga bermunculan setelah wali kota Bogor, Bima Arya menemukan kasus tersebut di daerah yang ia pimpin. Dalam dua hari terdapat 25 warga kota Bogor yang terkonfirmasi positif virus corona yang sebagian besar berasal dari klster keluarga.

Baca juga: Strategi ‘Rem dan Gas’ Seimbangkan Fokus Kesehatan dan Ekonomi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Bima menyatakan, penularan tersebut penularan klaster keluarga akibat imported case akibat imported case, yakni adanya aktifitas warga yang bepergian ke luar kota atau daerah lain dan kemudian tertular Covid-19.

Penularan virus corona di lingkungan keluarga kian dominan karena mereka tinggal dalam pemukiman dan saling berjunjung satu dengan yang lainnya.

Sementara di daerah Jawa tengah terutama di pelintasan jalur pantai utara, merupakan salah satu tempat yang rawan terjadi penularan Covid-19. Daerah tersebut diapit oleh Jawa Timur dan Jakarta yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai zona merah.
Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 menunjukkan, Jawa Tengah sempat menempati urutan ketiga penambahan kasus terbanyak pada juli 2020 lalu.

Selain itu tercatat lebih dari 100 dokter di Indonesia yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. Banyaknya dokter yang meninggal dengan positif corona di Indonesia, mengakibatnya berkurangnya tenaga kesehatan.

Padahal di masa pandemi ini, Indonesia sangat membutuhkan tambahan tenaga dokter. Artinya kehilangan 100 dokter sama halnya dengan 250.000 masyarakat yang kehilangan hak untuk ditangani dokter ketika sakit.

Epidemiolog dari Universitas Grifith Australia, Dicky Budiman menjelaskan berdasar data Bank Dunia, Persentase dokter yang bertugas di Indonesia hanya 0.4 persen per 1000 penduduk. Artinya hanya ada 4 dokter untuk melayani 1000 masyarakat.

Apabila jumlah dokter berkurang, tentu masyarakat juga akan kehilangan kesempatan untuk ditangani dokter di Indonesia.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, meninggalnya para tenaga medis terjadi di wilayah dengan positif rate tinggi dan intervensi program testing dan tracing yang rendah. Kalau misalnya hal tersebut tidak langsung diperbaiki, maka tidak ada penghormatan bagi tenaga medis yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Presiden RI Joko Widodo telah merespons hal tersebut dengan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020.
Inpres tersebut diterbitkan untuk memperketat dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Juru Bicara Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia menyampaikan, Instruksi tersebut ditujukan kepada sejumlah menteri, panglima TNI, Kapolri, Kepala lembaga serta pimpinan daerah meliputi gubernur, bupati dan wali kota agar bersama-sama melakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid-19.

Dalam inpres tersebut, Presidan Jokowi juga menginstruksikan agar para kepala daerah menyusun petunjuk pelaksanaan dalam bentuk peraturan gubernur/bupati/walikota dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Dan juga memperhatikan bahwa pengawasan dilakukan dalam koridor penegakkan disiplin, penegakan hukum dan ketertiban masyarakat.
Angkie juga menurutkan, sampai saat ini Presiden terus mengampanyekan kepada seluruh elemen masyarakat untuk taat kepada protokol kesehatan.

Beberapa upaya yang ditekankan meliputi hal-hal yang sangat bisa dilakukan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan pada setiap aktifitas dalam situasi kebiasaan baru.
Penggunaan masker dan penerapan jaga jarak minimal 1 meter juga dinilai efektif dalam menghalangi droplet yang menjadi media penularan virus corona.

Hal tersebut dibuktikan oleh seorang peneliti dari Providende Sacred Heart Medical Center, Amerika Serikat (AS), Rich Davis, Davis membuktikannya melalui demonstrasi dengan cawan petri.
Demonstrasi tersebut dibagi menjadi 2 cara sederhana. Yaitu dengan memakai masker dan tidak memakai masker.

Davis tercata batuk 2 kali, berbicara selama 60 detik, hingga bernyanyi selama 60 detik menghadap cawan petri yang berjarak 0,5 meter. Kemudian cawan petri tersebut didiamkan selama 24 jam.
Hasilnnya terlihat ada lebih banyak koloni bakteri pada cawan kelompok yang tidak menggunakan masker.

Menerapkan protokol kesehatan harus dimulai dari kesadaran diri, jika masih saja melanggar, tentu saja harus bersiap dengan adanya sanksi social.

Penulis adalah kontributor Pertiwi Media

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.