• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Apresiasi Terhadap Capaian Kepala BIN, dari Modernisasi Teknologi Intelijen Hingga Dukung Kemajuan Generasi Muda

Apresiasi Terhadap Capaian Kepala BIN, dari Modernisasi Teknologi Intelijen Hingga Dukung Kemajuan Generasi Muda

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 31 July 2024

Apresiasi Terhadap Capaian Kepala BIN, dari Modernisasi Teknologi Intelijen Hingga Dukung Kemajuan Generasi Muda

Oleh : Rika Prasatya

Badan Intelijen Negara (BIN) di bawah kepemimpinan Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. telah bertransformasi di berbagai lini menuju World Class Intelligence Organization. Hal ini diwujudkan dalam berbagai terobosan yang mengusung strategi dengan mengintegrasikan modernisasi teknologi canggih dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Mengenai hal tersebut, BIN melaksanakan Upacara Pelantikan Prasetia Perwira Intelijen Negara di lingkungan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sentul – Bogor, Jawa Barat, Dalam momen ini, para Perwira Intelijen Remaja STIN mengucapkan sumpah setia kepada negara, yang menandai komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan stabilitas nasional.

Dalam sambutannya, Kepala BIN berharap perwira intelijen serta taruna dan taruni STIN ini dapat menjadi ujung tombak pertahanan intelijen bangsa. Para Taruna STIN dibentuk untuk mampu tumbuh menjadi prajurit prajurit Intelijen Negara yang semakin profesional dan tangguh siap untuk menghadapi segala tantangan tugas dan perkembangan peradaban.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para Perwira Intelijen Remaja STIN, tetapi juga menyoroti berbagai capaian dan inovasi BIN di bawah kepemimpinan Budi Gunawan.
Dalam momentum tersebut, Kepala BIN juga melakukan peresmian Modernisasi Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dan Flat Personel STIN, Penyerahan Sertifikat Akreditasi Internasional STIN dan Sarana – Prasarana Mobilitas Operasional, sekaligus Pemberian Penghargaan Atlet PORBIN 2024.
Kepala BIN menegaskan bahwa Pusdiklat BIN menjadi pusat penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan, sertifikasi profesi intelijen, serta pembinaan ilmu, pengetahuan dan teknologi khusus intelijen.
BIN sebagai pusat kendali dan komando telah berhasil meningkatkan kemampuan teknologi intelijen melalui Intelligence Processing Center dengan pendekatan yang terpusat serta terkonfigurasi dengan berbagai perangkat termutakhir.
Pusdiklat BIN kini dilengkapi dengan labotorium monitoring intelligence berbasis cyber security training platform dan laboratorium experience center, yang di dalamnya berisi berbagai perangkat operasi intelijen modern. Modernisasi ini melibatkan peningkatan infrastruktur, teknologi, dan sistem pelatihan guna mendukung pengembangan SDM yang berkualitas tinggi di BIN.
Pada kesempatan yang sama, BIN juga menerima penyerahan Sertifikat Akreditasi Internasional oleh Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN) kepada STIN. ACQUIN merupakan lembaga akreditasi terkemuka asal Jerman dan telah memberikan akreditasi kepada berbagai universitas dan institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia. ACQUIN menilai STIN telah memenuhi standar internasional dalam hal kurikulum, fasilitas pembelajaran, kualitas pengajar, dan manajemen institusi.
Momen bersejarah ini menunjukkan bahwa BIN di bawah kepemimpinan Kepala BIN Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. membuktikan komitmen dan inovasi tanpa henti dalam mengembangkan SDM intelijen. STIN berhasil menjadi satu-satunya perguruan tinggi intelijen di kawasan Asia yang terakreditasi unggul, baik nasional maupun internasional. Lebih lanjut, Kepala BIN menjelaskan bahwa BIN harus mewujudkan World Class Intelligence Organization agar dapat menjawab semua tantangan yang ada saat ini dalam kondisi dunia semakin tidak menentu.
Tidak hanya modernisasi teknologi intelijen, BIN juga melakukan pembangunan flat personel STIN dan penyerahan secara simbolis sarana – prasarana mobilitas operasional guna mengakomodir personil STIN dan menunjang kenyamanan dalam bekerja. Dari sisi olahraga, dalam rangkaian acara ini juga dilakukan penyerahan Piala Proliga 2024 dan apresiasi Juara 1 Putri Jakarta BIN, sekaligus pemberian apresiasi terhadap para atlet PORBIN yang berprestasi. Ini menunjukkan dukungan BIN tidak hanya dalam tugas-tugas intelijen tetapi juga dalam perkembangan olahraga dan prestasi nasional.
Bukan hanya itu, capaian Budi Gunawan selama memimpin lembaga telik sandi tersebut, diantaranya mewujudkan kontribusinya terhadap para generasi muda dengan membentuk Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang merupakan tempat tinggal sekaligus pembinaan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan partriotsme bagi mahasiswa multikampus dari berbagai daerah di Indonesia. BIN juga terus berperan aktif dalam pengembangan SDM unggul hingga ke ujung negeri, salah satunya melalui Papua Youth Creative Hub (PYCH), yang selanjutnya akan segera diresmikan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) sebagai pusat industri ekonomi dan kreativitas bagi seluruh anak dalam pengembangan teknologi, inovasi, sosial budaya, kesehatan, hingga memajukan produk-produk lokal yang dimiliki.
Berbagai capaian dan upaya BIN untuk memajukan generasi muda Indonesia lewat berbagai lini tersebut tentunya patut mendapat apresiasi tinggi. Capaian – capaian tersebut menjadi langkah baru BIN dalam upayanya menuju World Class Intelligence Organization. Hal ini sekaligus menjadi bukti keseriusan BIN di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi. (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sebagai World Class Intelligence Organization, BIN diharapkan dapat terus bertransformasi demi mengokohkan peran dan kedudukan strategisnya sebagai the first line of national security system, sekaligus mencetak personil intelijen unggul kelas dunia yang mampu menjawab berbagai tantangan.

)* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

 

 

 

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.