• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Apresiasi Komitmen Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan

Apresiasi Komitmen Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 January 2025

Apresiasi Komitmen Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan

Oleh: Agus Soepomo

Komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan menjadi langkah besar menuju kedaulatan pangan yang hakiki. Hal ini bukan hanya soal kebijakan teknis, tetapi juga visi besar untuk memastikan Indonesia berdiri kokoh di atas kaki sendiri.

Larangan impor terhadap empat komoditas utama seperti beras, jagung, gula, dan garam menjadi simbol nyata dari tekad tersebut. Dengan segala potensi yang dimiliki, Indonesia dihadapkan pada peluang besar untuk membuktikan bahwa swasembada pangan bukan sekadar wacana, tetapi tujuan yang dapat diraih dengan kerja keras bersama..

Optimisme pemerintah terlihat jelas dari berbagai langkah strategis yang telah dilakukan. Dukungan kepada petani diperkuat melalui akses pembiayaan, distribusi pupuk yang lebih baik, dan penyediaan bibit unggul. Tidak hanya itu, desa-desa pun digerakkan untuk menjadi pusat ekonomi lokal yang mendukung kemandirian pangan.
Namun, perjalanan ini tentu tidak mulus.

Tantangan seperti ketergantungan pada bahan impor untuk produksi tertentu hingga ketimpangan dalam distribusi hasil pertanian masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi. Dalam konteks ini, komitmen pemerintah tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga tentang semangat kolektif untuk melibatkan semua elemen masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyuluhan kepada petani, peningkatan akses terhadap pembiayaan, perbaikan distribusi pupuk, hingga penyediaan bibit unggul.
Semua langkah ini dirancang agar petani, yang menjadi aktor utama dalam produksi pangan, dapat lebih mandiri, produktif, dan efisien. Namun, tantangan di sektor pangan masih cukup kompleks. Salah satunya adalah ketergantungan pada satu pihak dalam rantai pasok, seperti pada bahan kedelai untuk tahu dan tempe, yang sebagian besar masih bergantung pada impor. Hal ini menjadi sorotan yang harus segera mendapatkan solusi nyata.
Selain itu, desa memainkan peran yang sangat penting dalam agenda swasembada pangan. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa desa bukan hanya sekadar unit administratif, tetapi juga pusat penggerak ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan adanya alokasi dana desa yang besar, kepala desa didorong untuk memanfaatkan anggaran tersebut secara maksimal, terutama untuk pengembangan sektor pangan.
Pemberdayaan ini diharapkan mampu menghidupkan usaha kecil, mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes), dan pada akhirnya memperkuat ekonomi lokal. Melalui pendekatan ini, desa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen hasil pangan, tetapi juga menjadi pusat produksi yang mandiri.
Peran penting lainnya datang dari sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa UMKM menjadi ujung tombak dalam mendukung kedaulatan pangan, terutama pada sektor-sektor seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
Pemerintah pun memberikan perhatian besar pada akselerasi pertumbuhan UMKM melalui berbagai kebijakan yang memberdayakan masyarakat. Contohnya, Sumatera Selatan telah menjadi salah satu provinsi yang sukses menjadi produsen pangan utama. Hal ini terjadi berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal, yang menjadi bukti bahwa kerja sama dapat menghasilkan dampak yang signifikan.
Lebih dari itu, Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa swasembada pangan adalah salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Presiden melihat kedaulatan pangan dan energi sebagai fondasi utama untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan mandiri. Hal ini juga sejalan dengan semangat UUD 1945, di mana melindungi rakyat melalui ketersediaan pangan yang cukup adalah salah satu tugas utama pemerintah.
Presiden menekankan bahwa tanpa ketahanan pangan yang kokoh, stabilitas dan kedaulatan negara bisa terancam. Oleh karena itu, visi swasembada pangan bukan hanya soal teknis produksi, tetapi juga soal menjaga kehormatan dan kemandirian bangsa.
Namun, keberhasilan program ini tentu saja tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. Dari petani di pelosok desa, pelaku UMKM di kota, hingga konsumen akhir, semua memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya sistem pangan yang tangguh. Sebagai contoh, masyarakat dapat berkontribusi dengan mendukung produk lokal, mengurangi ketergantungan pada bahan impor, serta mendukung kebijakan yang mendukung kedaulatan pangan.
Langkah besar ini sejatinya adalah sebuah gerakan kolektif yang bertujuan untuk menciptakan sistem pangan yang adil, merata, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, swasembada pangan adalah simbol harga diri bangsa.
Hal ini adalah sebuah pernyataan kepada dunia bahwa Indonesia mampu berdiri tegak dengan kekuatan sendiri. Dengan kebijakan yang tepat, dukungan masyarakat, serta kerja sama yang solid, mimpi untuk mencapai swasembada tanpa impor pangan bukanlah hal yang mustahil.
Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung upaya besar ini. Dari membeli produk lokal hingga mendukung kebijakan pemerintah yang pro-petani, setiap langkah kecil memiliki dampak besar. Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi bangsa yang mandiri dalam hal pangan. Tidak ada yang lebih membanggakan daripada melihat negeri ini berdiri kokoh dengan kekuatan sendiri. Swasembada tanpa impor pangan adalah tujuan besar, tetapi dengan tekad yang kuat, langkah ini pasti bisa terwujud.
*) Konsultan Kebijakan Ekonomi – Forum Ekonomi Rakyat

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.