• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Apresiasi Aparat Keamanan Kawal Proses Rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2024

Apresiasi Aparat Keamanan Kawal Proses Rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2024

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 29 February 2024

Apresiasi Aparat Keamanan Kawal Proses Rekapitulasi Surat Suara Pemilu 2024

Oleh Janice Alya

Pemilu merupakan tonggak penting dalam perjalanan demokrasi suatu negara. Namun, mengingat pentingnya proses tersebut, tidak dapat dihindari bahwa pemilu juga rentan terhadap potensi kekacauan atau keributan. Untuk mengantisipasi hal ini, aparat keamanan memiliki peran yang sangat vital, terutama dalam memperketat pengamanan selama proses rekapitulasi surat suara Pemilu 2024.

Langkah-langkah yang diambil oleh aparat keamanan untuk memperketat pengamanan dalam proses rekapitulasi surat suara Pemilu 2024 adalah langkah yang esensial dan tidak bisa diabaikan. Pertama-tama, langkah ini membantu menjamin integritas dan keabsahan hasil pemilu, yang merupakan fondasi dari legitimasi pemerintahan yang terpilih. Selain itu, keamanan yang diperketat juga berpotensi untuk menenangkan masyarakat dan mengurangi ketegangan politik pasca-pemilu, yang sering kali menjadi pemicu potensial untuk kerusuhan atau konflik.
Dalam rangka mengawal seluruh tahapan Pemilu 2024, aparat keamanan, TNI-Polri memperketat pengamanan kotak suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di seluruh wilayah hukum Polres Pasangkayu. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasangkayu, AKBP Candra Kurnia Setiawan S.I.K melalui Kabag Ops, Kompol Pandu Arief Setiawan S.H S.I.K menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI-Polri untuk memastikan bahwa seluruh proses Pemilu 2024 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.
Pandu mengatakan pengamanan perekapan suara di tingkat PPK menjadi prioritas aparat keamanan dalam mengawal Pemilu kali ini. Pihaknya melakukan langkah-langkah ini sebagai upaya untuk mengantisipasi segala potensi gangguan yang dapat mengganggu kelancaran proses demokrasi. Selain itu, kehadiran TNI-Polri di tingkat PPK juga diharapkan dapat memberikan rasa aman.
Pandu juga menambahkan bahwa TNI-Polri siap memberikan pengamanan maksimal untuk memastikan bahwa proses Pemilu dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan menghasilkan keputusan yang sah serta terpercaya. Dengan kolaborasi yang solid antara TNI dan Polri, diharapkan tahapan Pemilu 2024 dapat berlangsung dengan sukses dan tanpa gangguan yang berarti.
Dengan meningkatnya keamanan dalam proses rekapitulasi surat suara, diharapkan pula bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemilihan dan proses demokratis secara keseluruhan akan meningkat. Hal ini dapat membantu memperkuat fondasi demokrasi yang sehat dan meminimalkan potensi gangguan yang dapat mengancam stabilitas politik dan sosial.
Namun demikian, perlu dicatat bahwa pengamanan yang diperketat juga harus dijalankan dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Keterlibatan aparat keamanan haruslah proporsional dan tidak boleh menjadi alasan untuk menekan atau mengintimidasi partisipasi politik yang sah. Kebebasan berpendapat dan berkumpul adalah hak yang harus dihormati, bahkan dalam konteks pemilu.
Pengamanan yang diperketat juga tidak boleh menjadi alasan untuk menghalangi transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekapitulasi surat suara. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui dan memahami bagaimana proses pemilu dilakukan, serta memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan secara adil dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, penting bagi aparat keamanan untuk menjalankan tugasnya dengan penuh integritas dan profesionalisme, serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa keamanan dan demokrasi dapat terwujud secara seimbang.
Kegiatan rekapitulasi suara Pemilu 2024 hingga saat ini masih berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Diantaranya proses rekapitulasi suara di Kalimantan Selatan yang kini berlangsung di tingkat kecamatan juga masih berjalan. Usai melakukan monitoring pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat kecamatan di sejumlah kabupaten di Kalsel, Anggota Bawaslu Kalsel, Thessa Aji Budiono meminta agar pengawas pemilu melakukan kerja pengawasan rekapitulasi suara sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
Thessa meyakini, seluruh jajarannya di pengawas pemilu sudah memahami regulasi terkait pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan suara. Namun tambah Thessa, jika masih ada hal yang memerlukan kajian lebih lanjut/keraguan, dapat dikonsultasikan dengan jajaran Bawaslu kabupaten/kota yang juga melakukan monitoring rekapitulasi suara. Lebih lanjut Thessa menambahkan, dalam proses rekapitulasi, jika ada keberatan dari pihak saksi peserta pemilu yang disampaikan kepada jajaran KPU/PPK. Pengawas pemilu perlu memperhatikan masalah atau keberatan saksi peserta pemilu dan jawaban dari jajaran KPU atas keberatan saksi tersebut. Selain itu, seluruh aktivitas pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024 telah dituangkan dalam Form A Laporan Hasil Pengawasan (LHP) sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum.
Pergeseran surat suara pemilu saat ini sudah memasuki rekapitulasi suara ke tingkat kecamatan. Bawaslu dan jajarannya melakukan pengawasan langsung terhadap kegiatan rekapitulasi suara tersebut. Proses rekapitulasi di kecamatan dimulai pada 15 Februari hingga 2 Maret 2024. Fokus dalam pengawasan rekapitulasi suara pun dilakukan berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan/desa, PPK kecamatan, kabupaten, provinsi hingga ke tingkat nasional.
Secara keseluruhan, upaya aparat keamanan dalam memperketat pengamanan proses rekapitulasi surat suara Pemilu 2024 merupakan langkah yang penting untuk menjaga keharmonisan demokrasi. Namun demikian, langkah ini juga harus diiringi dengan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi, transparansi, dan hak asasi manusia, sehingga hasil pemilu dapat diterima secara luas oleh masyarakat, dan stabilitas politik serta sosial dapat terjaga dengan baik.

)* Penulis merupakan mahasiswi asal Jakarta

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.