• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Aparat Keamanan Tidak Gentar Salurkan Bantuan Pangan di Wilayah Rawan KST Papua

Aparat Keamanan Tidak Gentar Salurkan Bantuan Pangan di Wilayah Rawan KST Papua

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 8 August 2023

Aparat Keamanan Tidak Gentar Salurkan Bantuan Pangan di Wilayah Rawan KST Papua

Oleh : Diane Ronsumbre

Saat ini warga Papua menunggu bantuan pangan dari pemerintah karena mereka dilanda kekeringan akibat efek angin El-Nino. Aparat keamanan sebagai garda depan sekuritas negara, siap membantu penyaluran bantuan tersebut sampai di wilayah-wilayah yang rawan akan serangan KST (Kelompok Separatis dan Teroris). Dengan bantuan aparat maka masyarakat berterima kasih dan berharap bantuan akan datang tepat waktu.

Seperti kita ketahui, dipertengahan tahun terdapat fenomena angin El-Nino yang mengakibatkan kekeringan pada beberapa daerah di Indonesia, termasuk Papua. Untuk mengantisipasi dan membantu warga di Bumi Cendrawasih maka pemerintah memberikan bantuan pangan, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan makanan. Masyarakat Papua yang berada di daerah pegunungan mendapat prioritas karena mengalami kekeringan yang paling parah.

Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, mengalami bencana kekeringan yang membuat masyarakat dilokasi tersebut terancam kelaparan. kekeringan yang melanda Papua ini dipicu oleh cuaca yang ekstrem dengan temperatur suhu rendah, bahkan tanpa hujan yang menerpa di Papua Tengah.
Kondisi itu membuat tanah-tanah di Papua kering sejak bulan Mei 2023 lalu. Para petani ubi dan keladi mengalami gagal panen dan warga setempat akhirnya kurang pasokan makanan sampai kelaparan. Mereka terpaksa mengonsumsi tanaman umbi-umbian yang telah busuk akibat gagal panen, akibatnya lagi mereka terkena penyakit-penyakit seperti diare, panas dalam, sariawan, dan sakit kepala.
Setelah terjadi musibah bencana kekeringan yang melanda warga masyarakat di Kabupaten Puncak Papua itu, pemerintah langsung bergerak dengan sangat cepat tanggap. Melalui Kementerian Sosial (Kemensos RI) dan TNI, penyaluran bantuan berupa bahan makanan langsung dilakukan ke lokasi bencana.
Kementerian Sosial melalui TNI sudah menyalurkan sejumlah bantuan bahan makanan berupa sembako dan bahan-bahan lain yang diperlukan. Diharap dengan bantuan tersebut akan menolong warga Papua sehingga mereka tidak terancam kelaparan.
Kepolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri menyebutkan, Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, tersebut tergolong rawan karena masuk dalam wilayah pelintasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tiga kabupaten, yaitu Puncak, Puncak Jaya dan Lanny Jaya. Sebagian bantuan baru bisa dikirim hingga Distrik Sinak karena jika menuju distrik lain harus berjalan kaki atau dengan pesawat kecil.
Akan tetapi masyarakat di distrik lain tidak perlu khawatir karena bantuan akan tetap diberikan. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan bahwa pihaknya akan siap dalam mengawal penyaluran bantuan pangan ke daerah-daerah di Papua yang membutuhkan. Walau ada potensi penyerangan tetapi pihaknya tidak gentar.
Tak bisa dipungkiri bahwa potensi gangguan keamanan dari KST Papua itu memang ada faktor-faktor ancaman yang datang dari KST pimpinan Egianus Kogoya, tetapi aparat keamanan akan memastikan bahwa mereka mengawal bantuan agar sampai ke para korban dan tidak ada bantuan yang diambil oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.
Bantuan yang datang tersebut berupa sembako dan bahan-bahan pokok lain yang didistribusikan ke Distrik Sinak sebagai posko utama, kemudian disalurkan ke Distrik Lambewi dan Distrik Agandugume dengan berjalan kaki. Cara ini dinilai lebih aman dan bisa menjangkau ke masyarakat di distrik-distrik tersebut.
Saat penyebaran bantuan dengan cara konvensional (misalnya dengan membawa mobil / truk atau pesawat terbang) dikhawatirkan akan menarik perhatian KST. Takutnya mereka akan melakukan penembakan pesawat sehingga takut ada korban dari pihak sipil. Oleh karena itu TNI dan Polri berkolaborasi dalam rangka mengamankan warga dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat terpaksa meminta warga yang terdampak kekeringan untuk mengambil bantuan ke Sinak.
Dalam artian, cara ini menjadi jalan tengah agar masyarakat Papua mendapatkan bantuan dari pemerintah, tanpa menimbulkan resiko penyerangan KST. Penyebabnya karena KST bisa saja datang dan mencuri bantuan berupa bahan makanan, jika melihat mobil atau pesawat yang ditengarai milik pemerintah. Setelah mencuri, takutnya KST akan menembak dan menimbulkan korban dari warga Papua.
KST sebenarnya makin terdesak posisinya dan diketahui dari frekuensi mereka yang keluar hutan lebih sering lagi dari biasanya. Mereka mencuri bahan makanan dan uang milik warga Papua karena merasa kelaparan di hutan. KST makin beringas karena tak hanya melakukan perampokan, tetapi juga perusakan dan penyerangan.
Oleh karena itu jika ada bantuan dari pemerintah, takutnya mereka mendengar kabarnya lalu bersiap menghadang kendaraan milik TNI. Meski aparat tak gentar dalam melakukan baku-tembak dengan KST, akan tetapi aparat menghindari jatuhnya korban dari sipil. Oleh karena itu mereka tetap melakukan pengawalan walau harus menyalurkan bantuan dengan cara berjalan kaki.
Aparat keamanan adalah sahabat rakyat dan TNI serta Polri maupun Badan Intelijen Negara (BIN) berkolaborasi dalam menjaga keamanan di Papua, sekaligus membantu penyaluran bantuan pangan. Masyarakat Papua sangat membutuhkan bantuan tersebut agar tidak terancam kelaparan karena daerahnya dilanda kekeringan. Aparat selalu setia dalam mengawal dan memastikan semuanya berjalan sesuai dengan prosedur, tanpa ada kekhawatiran serangan KST.

)* Penulis adalah Mahasiswa papua tinggal di Manado

 

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.