• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Aparat Keamanan Bergerak Cepat Ungkap Jaringan Teror, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Aparat Keamanan Bergerak Cepat Ungkap Jaringan Teror, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 December 2022

Aparat Keamanan Bergerak Cepat Ungkap Jaringan Teror, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Oleh : Zakaria

Aparat keamanan seperti TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) langsung bergerak cepat untuk bisa mengungkap jaringan bom di Bandung. Sesaat setelah terjadinya ledakan di Polsek Astana Anyar, pihak Polri langsung mengerahkan personel dalam melakukan penyelidikan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang.

Pada Rabu (7/12) telah terjadi sebuah ledakan di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat. Mengenai hal tersebut, Kapolrestabes Bandung, Aswin Sipayung menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 08:20 WIB, yang mana kala itu para anggota Polsek Astana Anyar sedang melaksanakan apel pagi.

Tatkala mereka melakukan apel pagi tersebut, tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam polsek dengan mengacungkan senjata tajam dan mencoba untuk menerobos barisan apel pagi. Para anggota pun mencoba untuk menghindari pria ini dan tiba-tiba terjadilah ledakan tersebut.

Kabar terbaru, saat ini pelaku sudah meninggal dunia di lobi, kemudian Aswin Sipayung menjelaskan bahwa terdapat 3 orang anggotanya yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut. Mereka harus menjalani perawatan secara langsung di RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung (RS Polri di Bandung). Dengan kejadian bom bunuh diri yang meledak di Polsek Astana Anyar, Bandung, pihak Mabes Polri melalui Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan pun membenarkan dan mengonfirmasi kebenaran kejadian itu. Kemudian dugaan saat ini berkembang bahwa pelaku bom bunuh diri itu adalah tamu yang datang ke Mapolsek.
Untuk saat ini, setidaknya dalam radius sekitar 200 meter dari lokasi kejadian, telah terpasang garis polisi serta jalan raya yang melintasi tempat tersebut juga sudah ditutup. Kejadian ledakan di Polsek Astana Anyar itu pun sempat terabadikan dalam bentuk video dan telah banyak beredar di dunia maya. Bahkan para warga setempat terlihat panik sesaat setelah mendengar adanya ledakan keras.
Begitu kerasnya ledakan yang terjadi, hingga mampu terdengar hingga di kawasan Ciateul. Kemudian dengan viralnya video ledakan tersebut, tidak sedikit diantara para warganet yang memberikan laporan bahwa sesaat setelah ledakan, langsung terjadi kepulan asap di sekitar lokasi kejadian yang diduga menjadi sumber ledakan.
Bukan hanya video yang kemudian viral dan banyak tersebar di media sosial, namun terdapat pula beberapa foto yang menunjukkan bagaimana keadaan lokasi setelah terjadi ledakan. Dalam foto tersebut terlihat bahwa ada kerusakan di depan Kantor Polsek Astana Anyar. Untuk korban lebih jauh lagi, Kabid Humas Polda Jabar, Ibrahim Tompo mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengecekan.
Dengan adanya ledakan yang diduga bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung tersebut, tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian itu membuat para warga sekitar menjadi panik dan timbul rasa ketakutan, cemas atau bahkan trauma, yang mana itu adalah dampak dari adanya teror bom.
Maka dari itu, seluruh aparat keamanan langsung bergerak dengan sangat cepat untuk bisa melakukan penyelidikan hingga pengungkapan jaringan bom di Bandung tersebut. Terkait hal itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla terus mendorong seluruh aparat kepolisian untuk bisa sesegera mungkin mengungkap jaringan pelaku bom bunuh diri.
Dengan tegas, dirinya mengutuk keras aksi pengeboman tersebut dan memiliki harapan besar agar seluruh aparat keamanan dapat segera mengungkap motif dan juga melakukan penangkapan jaringan pelakunya. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa JK itu kembali menegaskan bahwa memang segala bentuk aksi teror yang membuat masyarakat menjadi terancam dan menodai ketenangan hidup sama sekali tidak boleh ditoleransi dan mesti dikecam. Bahkan, menurutnya segala aksi teror sama sekali tidak dibenarkan oleh agama apapun karena memang tindakannya sangat jauh dari ajaran serta nilai-nilai agama.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun terus berupaya untuk bisa mengungkapkan alasan atau motif dari aksi dugaan bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung. Memang untuk dugaan awalnya, bahwa sang pelaku melakukan aksinya sendiri, namun sama sekali tidak menutup kemungkinan bahwa ternyata sang pelaku juga terlibat dengan jaringan teroris di Indonesia.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa memang kelompok teroris juga menjadikan polisi sebagai sasaran utama dari aksi yang mereka lakukan. Hal tersebut dikarenakan mereka seolah memiliki rasa dendam dan ingin membalas lantaran sejauh ini kepolisian terus menindak jaringan teroris di Indonesia.
Bukan hanya itu, Dedi Prasetyo juga mengungkapkan bahwa memang sampai saat ini pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk segera melakukan pendalaman atas segala kemungkinan yang terjadi pada kasus tersebut. Namun, terdapat dugaan pula bahwa memang bisa jadi ada pengendalian jarak jauh terhadap pelaku bom bunuh diri.
Sesaat setelah terjadinya bom di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, sontak seluruh aparat keamanan langsung bergerak dengan sangat cepat untuk bisa segera mengungkap seluruh kejadian tersebut termasuk menyelidiki jaringan bom yang diikuti oleh pelaku. Hal tersebut sangat patut untuk diapresiasi karena langkah cepat aparat keamanan, terkhusus Polri mampu membuat rasa aman kembali ke masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Pemerintah Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak Krisis Iklim pada Pertanian Jakarta – Pemerintah mempercepat berbagai…

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.