• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»AMN Manado Upaya BIN Cegah Radikalisme di Kalangan Pemuda

AMN Manado Upaya BIN Cegah Radikalisme di Kalangan Pemuda

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 12 May 2024

AMN Manado Upaya BIN Cegah Radikalisme di Kalangan Pemuda

Oleh: Henly Wangko

Badan Intelijen Negara (BIN) mencegah penyebaran paham radikal melalui peran pemuda, salah satunya lewat pendidikan dan binaan dalam Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Manado.

Pembangunan AMN Manado oleh BIN sendiri memang salah satunya bertujuan untuk mencegah agar para generasi muda penerus bangsa tidak terjerumus oleh ajaran atau paham radikal yang sangat membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pasalnya, biasanya para propagandis paham radikal terus berupaya merongrong NKRI dengan menyebarkan paham dan ajaran mereka dengan menyasar target para pemuda lantaran kebanyakan masih merupakan pribadi yang tengah mencari jati diri.
Sehingga dengan bergabungnya para generasi muda penerus bangsa itu dalam AMN Manado, maka mereka akan mendapatkan banyak bekal dan didikan supaya mereka memiliki rasa nasionalisme dan bela negara sangat tinggi sehingga dengan sangat mudah menangkal penyebaran radikalisme.
Keberadaan AMN di Manado mampu menjadi wadah pemersatu bagi seluruh mahasiswa dari semua pelosok negeri yang terdiri dari berbagai macam latar belakang suku bangsa, kebudayaan dan agama.
Dengan banyaknya latar belakang mahasiswa yang menghuni bangunan asrama tersebut dalam satu atap, maka menurut Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) Asrama Mahasiswa Nusantara di Manado itu menandai munculnya sebuah era baru mengenai Kebhinnekaan dalam bingkai NKRI yang berdasarkan dengan nilai-nilai falsafah dasar negara, yakni Pancasila dan juga Jundang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sangat penting adanya para pemuda sebagai representasi nyata semboyan Bhinneka Tunggal Ika di Tanah Air, pasalnya Indonesia sendiri memiliki sebanyak 714 suku yang saling berbeda, sehingga jika keberagaman tersebut mampu diolah dengan tepat, maka akan menjadi sebuah kekuatan sangat besar.
Namun sebaliknya, jika adanya keberadaan tersebut tidak berusaha untuk dipersatukan, maka justru yang ada hanyalah kehancuran dari sebuah negara lantaran masyarakat di dalamnya saling bermusuhan antar satu dengan yang lain.
Bukan hanya dibangun di Manado saja, namun AMN sendiri sebelumnya telah dibangun di Kota Pahlawan Surabaya, kemudian nantinya akan dilanjutkan di beberapa titik lain seperti Makassar, Bantul, Jakarta Selatan dan Malang.
Jelas sekali bahwa keberadaan gedung tempat bersatunya para mahasiswa dari seluruh pelosok negeri itu dapat semakin memperkuat hubungan antar anak bangsa serta menghilangkan potensi ancaman dari paham Terorisme, Radikalisme, Intoleransi dan Separatisme (TRIS) yang kerap kali terjadi di berbagai daerah.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut), Steve Kepel menegaskan bahwa adanya AMN Manado menandakan bahwa memang maju atau tidaknya sektor pendidikan di negeri ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga merupakan tanggung jawab dari seluruh pihak termasuk swasta.
Maka dari itu, pembangunan AMN tersebut juga menggandeng banyak pihak untuk berkolaborasi bersama menyukseskannya. Gedung itu tidak hanya diperuntukkan sebagai pemajuan pada bidang pendidikan saja, namun juga mampu mencetak penerus generasi bangsa, khususnya dari kalangan mahasiswa untuk memiliki daya saing tinggi hingga kancah nasional bahkan global.
Keberadaan gedung yang berdiri di atas tanah hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dengan luas 5 (lima) Hektare (ha) dan dilaksanakan oleh Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sulawesi Utara itu tentu bukan sekedar menjadi tempat tinggal semata, namun juga sekaligus sebagai laboratorium sosil, intelektual dan kewirausahaan.
Dalam hal itu, pihak inisiator AMN Manado, yakni BIN bertekad untuk tidak hanya sekedar mencetak mahasiswa yang cerdas saja, namun juga mampu menjadi sosok yang berhasil dalam berbagai bidang selain akademik. Terlebih, pembangunan gedung itu menandakan tinggak keberhasilan yang sangat luar biasa dari bagaimana perjalanan pendidikan di wilayah Provinsi Sulawesi Utara sampai detik ini.
Para penghuni gedung yang dibangun pada tanah seluas lima hektare itu yakni merupakan mahasiswa dari berbagai daerah dari ujung Timur Indonesia hingga ujung Barat, dari Papua, Aceh hingga berbagai macam wilayah lainnya dan bermacam suku, agama, ras dan budaya. Sehingga tentunya asrama tersebut mampu menjadi harmoni kehidupan yang bebas dari radikalisme dan separatisme.
Terjadinya beberapa fenomena yang melibatkan para generasi muda entah itu dari kalangan milenial dan Generasi Z yang terlibat dalam aksi radikalisme memang telah direncanakan oleh pihak tertentu untuk menanamkan benih terorisme kepada mereka.
Terdapat upaya untuk menjadikan para pemuda tersebut sehingga mereka memiliki pemikiran yang radikal dengan adanya beberapa dialog yang terselenggara oleh kelompok tertentu, yang mana dialog tersebut dikemas sedemikian rupa dan terkesan ilmiah sehingga mampu menggaet generasi muda penerus bangsa dengan mudah.
Untuk itu, karena penyebaran paham radikal terus gencar dilakukan oleh para propagandis kelompok radikal, sehingga sudah sepatutnya melakukan pencegahan agar paham tersebut tidak semakin merebak, terlebih pada kalangan pemuda. Salah satu upaya BIN yakni dengan mendirikan AMN Manado sebagai pusat pendidikan mahasiswa sekaligus asrama yang menyatukan seluruh mahasiswa dari pelosok negeri dalam satu atap.

*) Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Prisma Manado

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

September 24, 2026

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

September 24, 2026

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan…

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Menunjukkan Disiplin Fiskal Pemerintah Oleh: Nadia Anggraini Kusuma Di tengah ketidakpastian ekonomi…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal   Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tetap on track hingga Agustus 2026 menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal nasional. Hal ini tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta kinerja pendapatan dan belanja negara yang tetap terjaga. Kondisi tersebut menunjukkan APBN tetap dikelola secara hati-hati di tengah meningkatnya kebutuhan belanja, sekaligus menjalankan perannya dalam mendukung perekonomian dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa kinerja APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap kuat dan kredibel. Hal tersebut tercermin dari keseimbangan primer yang tetap positif, defisit yang terkendali, serta realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang masih on track. Hingga 31 Agustus 2026, pendapatan negara tercatat Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65 persen dari target. Sementara itu, belanja negara mencapai sekitar Rp2.295 triliun. Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Posisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan belanja pemerintah masih dapat dikelola dengan tetap menjaga kesehatan fiskal. Keseimbangan primer yang masih berada pada posisi positif juga memberikan gambaran bahwa pengelolaan APBN tetap berada dalam koridor yang terkendali. Hal ini menjadi sinyal positif terhadap kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dan kesinambungan fiskal. Dari sisi penerimaan, kinerja APBN juga menunjukkan perkembangan positif. Penerimaan negara hingga akhir Agustus tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan pajak tumbuh 24,1 persen, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp210,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tumbuh 41,7 persen menjadi Rp435,1 triliun. Pertumbuhan penerimaan menjadi faktor penting dalam menjaga ruang fiskal ketika belanja negara juga mengalami peningkatan. Hingga Agustus 2026, belanja negara tumbuh 17,1 persen. Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp912,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Percepatan belanja diperlukan agar APBN memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, peningkatan realisasi anggaran tetap perlu dibarengi dengan kualitas belanja yang baik, sehingga belanja negara tetap efisien, tepat sasaran, serta bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.…

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal

By Kata IndonesiaSeptember 24, 20260

APBN On Track Bukti Pemerintah Serius Menjaga Kredibilitas Fiskal Oleh: Dwi Saputri Kinerja Anggaran Pendapatan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.