Di acara kampanye akbar Kang Emil-Suswono Minggu, 23 November 2024 ada seseorang yang mengaku relawan Mas Pram Bang Doel dan mendeklarasikan dukungannya kepada Kang Emil dan Suswono. Terkait hal itu kami menghubungi koordinator relawan Pramono-Rano Ammarsjah Purba, setelah dikonfirmasi kepada Ammarsjah dia mengaku tidak mengenal relawan itu.
“Ada hampir 501 organ relawan yang terdaftar dan bergerak dibawah koordinasi Rumah Bersama Relawan kira-kira ada 203 organ yang aktif dan ada 63 organ yang punya jejaring cukup kuat karena sudah berdiri dari tahun 2012, tapi saya merasa memang tidak pernah mengenal sosok orang yang mengaku relawan di acaranya Rido itu. Dan saya sudah bertanya kepada Relawan Sobat Mas Pram Bang Doel mereka tetap tegak lurus kepada Mas Pram dan Bang Doel. Jadi yang deklarasi (di acara Rido) itu membawa nama pribadi bukan membawa organ” ujar Ammarsjah.
Dalam kesempatan ini Ammarsjah juga menegaskan, “Pada dasarnya gerakan relawan itu bersifat sukarela, bisa saja ada komunitas yang mempunyai value yang sama bekerja secara mandiri. Dan sesuatu yang biasa juga ada dinamika internal mereka, karena saya ada mendapat chat dari seorang kawan yang menyampaikan bahwa ketika organ yang bersangkutan menyatakan tegak lurus ke mas Pram dan bang Doel dan yang mengatas namakan organ mereka adalah orang yg dikeluarkan dari organisasi karena sesuatu hal dan biarlah itu menjadi dinamika internal mereka, yang pasti kami relawan yang bekerja bahu membahu dengan masyarakat fokus pada memenangksn Mas Pram dan Bang Doel, riak-riak kecil hal biasa dalam perjuangan’.
Lebih lanjut Ammarsjah tidak memusingkan akan deklarasi itu, “Saya yakin kalo betul dia itu relawan sejati tidak akan gampang pindah dukungan, apalagi di panggung itu dia bilang kalo dia dikhianati, saya ngga mengerti siapa yang menghianati dia? Asumsi saya itu yang dimaksud menghianati adalah kalo calon yang kita dukung tidak menepati janjinya dalam bekerja melayani warga, tapi kan Mas Pram itu belum bekerja jadi Gubernur, bagaimana bisa menghianati? Saya rasa sikap orang itu diluar logika” ungkap Ammarsjah.
“Saya ngga mau ambil pusing soal itu, katakanlah dia dulunya memang relawan dan sekarang pindah dukungan, ya ngga masalah itu kan hak, toh dari pendukung Emil juga banyak yang pindah ke kita. Seperti apa yang pernah disampaikan Mas Pram, pilihan di pilkada kan hak demokrasi, yang penting kita semua sehat dan kita merayakan peristiwa politik ini dengan riang gembira. Politik yang riang gembira.” ucap Ammarsjah.
Sebelum menutup Ammarsjah menegaskan bahwa saat ini para relawan sedang fokus menghadapi hari pemilihan tanggal 27 November 2024, “Kami para relawan sekarang lagi fokus untuk menjaga keunggulan suara dan mengawasi potensi kecurangan, jadi ngga bisa sempat urus begituan ” tutup Ammarsjah.
Mengelola Risiko Digital: Peran PP TUNAS di Era Konektivitas Tinggi Oleh: Dimas Arya Transformasi digital…
PP TUNAS dan Urgensi Perlindungan Generasi dari Risiko Digital Oleh: Bimo Kustoro Perkembangan teknologi digital…
Pemerintah Kabupaten Pelalawan provinsi Riau mulai mendorong percepatan legalitas tanah ulayat. Kegiatan yang digelar oleh…
Tingkat Adiksi Digital Meningkat, PP TUNAS Jadi Solusi Pengendalian Jakarta, - Pemerintah menghadirkan langkah strategis…
Pemerintah Kampanyekan “Tunda Layar”, PP TUNAS Perkuat Etika Digital Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya…
Menjaga Harmoni Sosial melalui Peningkatan Kesejahteraan Buruh Oleh : Dewi Anjani Kesejahteraan buruh merupakan salah…