• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»AMANAH Sajikan Seni Budaya Lokal, Wadahi Pengembangan Bakat Penari Muda

AMANAH Sajikan Seni Budaya Lokal, Wadahi Pengembangan Bakat Penari Muda

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 September 2024

AMANAH Sajikan Seni Budaya Lokal, Wadahi Pengembangan Bakat Penari Muda

Oleh: Cut Zahra

Program inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH), telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan seni budaya lokal, khususnya di bidang tari.

Dalam beberapa tahun terakhir, program ini berhasil menjadi wadah bagi penari muda Aceh untuk mengasah bakat mereka sekaligus melestarikan budaya daerah. Melalui berbagai pelatihan, pertunjukan, dan audisi yang diselenggarakan, program ini terus menumbuhkan potensi seni tari di kalangan generasi muda, memastikan keberlanjutan warisan seni tradisional yang kaya.

Tari tradisional Aceh, dengan gerakan yang dinamis dan sarat makna, memang memiliki pesona tersendiri. Sayangnya, dengan pesatnya modernisasi, minat generasi muda terhadap seni tari lokal mulai menurun.

Di sinilah program pengembangan kualitas SDM oleh pemerintah melalui inisiasi BIN hadir untuk mengembalikan perhatian pemuda pada seni budaya lokal. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyelenggarakan pelatihan tari secara intensif, melibatkan para pelatih profesional untuk membimbing para peserta, dan memberikan platform yang layak bagi para penari muda untuk tampil dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Melissa Franklien Regina, salah satu pelatih tari di program ini, memainkan peran penting dalam membimbing para peserta. Ia memiliki pandangan bahwa potensi penari muda di Aceh sangat besar, namun memerlukan bimbingan yang tepat agar mereka dapat mencapai potensi maksimal.

Program ini, menurutnya, memberikan ruang bagi penari muda untuk tidak hanya memahami gerakan tari secara teknis, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Latihan yang intensif di bawah bimbingan pelatih seperti Melissa membantu para peserta untuk meningkatkan kualitas gerakan, pemahaman ritme, dan kepekaan terhadap makna filosofis di balik setiap tarian tradisional yang mereka pelajari.

Di samping itu, program strategis unggulan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo juga menyelenggarakan audisi penari yang dipimpin oleh juri-juri berpengalaman, salah satunya Denny Malik.

Sebagai juri, Denny memiliki wawasan mendalam tentang bagaimana tarian tradisional bisa berkembang dan diterima oleh audiens modern. Dalam audisi, Denny menilai bahwa pentingnya kolaborasi antara tradisi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan seorang penari muda untuk bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Menurutnya, tarian tradisional Aceh memiliki potensi untuk dipadukan dengan elemen-elemen kontemporer tanpa harus kehilangan identitas budaya aslinya. Pendekatan ini mendorong para penari muda untuk lebih berani berinovasi, sambil tetap menjunjung tinggi akar tradisi yang mereka bawa.

Pelatihan tari yang diselenggarakan oleh program pengembangan kualitas SDM ini juga tidak hanya fokus pada aspek teknis tarian, tetapi juga pada pembinaan karakter dan sikap profesional dalam dunia seni pertunjukan.

Zunaidillah Zakaria, seorang pelatih tari yang juga terlibat dalam program ini, memiliki pandangan bahwa menjadi penari bukan hanya tentang menguasai gerakan, tetapi juga memiliki disiplin, dedikasi, dan rasa hormat terhadap budaya yang ditampilkan.

Program ini mendorong para peserta untuk mengembangkan kepribadian yang kuat sebagai seorang seniman, agar mereka tidak hanya sukses di panggung, tetapi juga menjadi duta budaya yang baik di masyarakat.

Di bawah bimbingan pelatih-pelatih tersebut, para penari muda Aceh tidak hanya mengasah keterampilan mereka, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia seni pertunjukan.

Mereka diajarkan cara mengelola tekanan saat tampil di depan penonton, bagaimana berkolaborasi dengan penari lain, serta memahami konteks budaya dan sejarah dari setiap tarian yang mereka bawakan. Pendekatan ini memberikan fondasi kuat bagi para penari muda untuk terus berkembang dan membawa tarian tradisional Aceh ke panggung yang lebih luas.

Program inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan ini juga memberikan akses kepada para penari muda untuk tampil di berbagai acara berskala nasional maupun internasional.

Hal ini tidak hanya meningkatkan eksposur para penari muda, tetapi juga mempromosikan budaya Aceh kepada audiens yang lebih luas. Penampilan di tingkat internasional membantu meningkatkan apresiasi global terhadap kekayaan budaya Indonesia, khususnya Aceh, dan membuka peluang bagi tarian tradisional untuk diakui sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Keberhasilan program ini dalam mengembangkan bakat penari muda dan melestarikan seni tari tradisional Aceh tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pelatih profesional hingga juri yang berpengalaman.

Komitmen para pelatih dan juri dalam memberikan bimbingan dan evaluasi yang mendalam memastikan bahwa setiap penari muda yang terlibat dapat tumbuh menjadi seniman yang berkualitas dan berdedikasi. Selain itu, dukungan pemerintah melalui program ini juga sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan seni budaya lokal.

Di masa depan, program strategis unggulan ini diprediksi akan terus memainkan peran penting dalam membina dan mengembangkan bakat seni pemuda Aceh. Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan keterampilan seni tari, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang bernilai tinggi.

Melalui berbagai inisiatif yang sudah berjalan, diharapkan lebih banyak penari muda Aceh yang mampu bersinar di panggung nasional maupun internasional, membawa nama Aceh dan Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, program pengembangan kualitas SDM oleh pemerintah melalui inisiasi BIN ini menjadi pilar penting dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal, khususnya di bidang tari.

Dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, generasi muda Aceh memiliki kesempatan besar untuk tidak hanya mengasah bakat mereka, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kekayaan budaya daerah mereka untuk generasi mendatang.

*) Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry (UIN Ar-Raniry)

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

November 8, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan Oleh: Damar Setiawan Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.