• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Alih Kelola Blok Rokan Kado Istimewa HUT RI

Alih Kelola Blok Rokan Kado Istimewa HUT RI

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 16 August 2021

Oleh : Hafyz Marshal

Blok Rokan yang menjadi kilang minyak terbesar, kembali ke pangkuan Indonesia. Alih kelola ini adalah kado manis bagi HUT Republik Indonesia di bulan Agustus, sehingga diharapkan dapat membantu kondisi finansial negara dan mengatasi berbagai efek pandemi Covid-19.

Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam, seperti tembaga, emas, gas, dan minyak bumi. Namun sayang ada yang pengelolaannya masih dilakukan oleh asing, karena mereka datang sebelum kita merdeka, sehingga deal terjadi antara Belanda dengan perusahaan tersebut. Namun kini kilang minyak Rokan di Riau telah dikembalikan ke Indonesia dan pengelolaannya dipercayakan kepada perusahaan BUMN.

Kembalinya blok Rokan ke tangan ibu pertiwi adalah sebuah prestasi yang membanggakan, karena setelah 90 tahun akhirnya ia menjadi milik kita lagi. Presiden Jokowi mengucapkan selamat atas prestasi ini dan mengapresiasi serta mempercayai BUMN yang memegangnya. Mulai 9 Agustus 2021 blok Rokan resmi tak lagi dikelola oleh asing.

Jika blok Rokan menjadi milik Indonesia maka ini adalah kado paling istimewa, karena akuisisi terjadi di bulan Agustus, sehingga saat NKRI ulang tahun tanggal 17 nanti sudah memiliki kilang minyak yang bagus. Amat wajar jika presiden memuji keuletan BUMN dalam proses perpindahan pengelolaan ini, karena banyak sekali yang harus diurus, terutama untuk birokrasi.

Selain itu, blok rokan menjadi hadiah paling apik untuk HUT RI, karena kita bisa mengelola sendiri sumber daya alam di negeri ini. Setelah berhasil mengakuisisi perusahaan tambang tembaga di Indonesia Timur, maka peralihan hak milik kilang minyak adalah langkah yang jitu. Jika kita bisa mengelola SDM sendiri, akan mencapai swasembada bahan bakar dan tidak lagi tergantung oleh harga minyak dunia atau impor dari asing.

Pihak asing juga rela mundur teratur dan tidak nekat untuk mempertahankan blok Rokan, karena mereka tahu diri. Blok Rokan ada di Indonesia sehingga wajar jika dikelola oleh perusahaan BUMN. Mereka sudah cukup untuk mengelola selama 90 tahun dan bisa melanjutkannya di negara lain.

Apresiasi wajib diberikan karena jika kilang minyak ini dipegang oleh BUMN, maka otomatis keuntungannya untuk negara. Sehingga bisa memiliki dana yang cukup untuk menambal finansial RI yang sempat hampir keok akibat pandemi, karena untuk program vaksinasi dll tentu butuh biaya besar. Uang ini juga bisa disalurkan untuk program lain dalam mengatasi efek pandemi Covid di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa dikelolanya blok Rokan oleh perusahaan BUMN merupakan komitmen Presiden Jokowi sejak 2018. Dalam artian, presiden ingin agar kilang minyak itu jadi milik Indonesia agar bermanfaat bagi seluruh WNI. Sehingga kita bisa mencapai taraf hidup yang lebih baik.

Menteri Erick menambahkan, blok Rokan bisa memperbaiki perekonomian nasional, khususnya di wilayah Sumatera. Kini saatnya perwira BUMN untuk menjaga dan meningkatkan hasil dari kilang minyak, membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.

Sementara itu, akuisisi baru berhasil dilakukan tahun 2021 karena tentu butuh proses panjang dan persiapan matang. Jangan ada yang malah mem-bully karena mereka tidak tahu beratnya untuk mengalihkan sebuah kilang minyak. Selain itu, akuisisi ini sangat aman karena pegawai perusahaan asing yang berasal dari Indonesia akan direkrut menjadi pegawai BUMN, sehingga tidak akan ada pemecatan.

Kembalinya blok Rokan ke pangkuan Indonesia menjadi kado indah di bulan Agustus, bulan kemerdekaan RI. Kita patut bangga karena bisa mengakuisisi kilang minyak besar, sehingga bisa swasembada bahan bakar dan menambah finansial negara.

Penulis adalah Pimpinan Redaksi Media KataIndonesia.com

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.