• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Aksi teror KST Mengancam Kedamaian Masyarakat Papua

Aksi teror KST Mengancam Kedamaian Masyarakat Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 4 July 2021

Oleh : Saby Kossay

Aksi teror Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua mengancam kedamaian, tidak terkecuali warga di Yahukimo. Masyarakat pun berharap agar TNI/Polri segera memberantas mereka agar denyut kehidupan warga kembali normal.
Papua adalah provinsi yang terkenal karena eksotisme alamnya, dan sayangnya wilayah ini juga identik dengan OPM dan KST.

Kelompok separatis memang sangat mengganggu, bahkan sejak era orde baru. Sampai sekarang mereka masih ada karena menggunakan teknik gerilya, dan akan terus diberantas oleh aparat, agar kedamaian di Papua tidak rusak.

Tanggal 24 Juni 2021, Papua kembali digemparkan karena KST tiba-tiba menyerang warga di wilayah Yahukimo, tepatnya di Kampung Bingki.

Peristiwa berdarah terjadi lagi dan mengakibatkan 4 korban jiwa, sementara sang kepala suku dalam kondisi kritis. Evakuasi dilakukan dengan helikopter, karena wilayah Yahukimo yang berada di perbukitan. Sementara warga lain juga menyelamatkan diri agar tidak kena ancaman KST.

Kepala Penerangan Kobagwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa anggota KST menggunakan senjata rampasan, saat aparat sedang melakukan pengamanan proyek di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Diduga pelakunya adalah kelompok Tandius Murib.

Publik mengutuk KST yang menyerang warga secara tiba-tiba. Mengapa mereka tega membunuh sesama orang Papua? Padahal sebagai sesama warga asli, seharusnya saling bantu, ini malah menyerang dan menembak seenaknya sendiri. Apalagi mereka juga menyerang kepala suku yang seharusnya dihormati.

Bukan kali ini saja KST menebar teror di Bumi Cendrawasih. Sebelum menyerang tanggal 24 Juni 2021, beberapa hari sebelumnya mereka menyerang petugas di proyek bandara, dan mengakibatkan 2 aparat meninggal dunia. Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa sudah ada 95 korban jiwa dari ulah KST selama 3 tahun terakhir.

Kebiadaban KST sudah tidak bisa ditolerir lagi. Pasalnya, mereka juga berani menyerang aparat, padahal tugas polisi dan tentara adalah mengamankan warga di Papua. Mengapa malah diserang dengan membabi-buta?

Ketika ada banyak penyerangan maka untuk mencegah kerusuhan kembali, didatangkan pasukan TNI lagi dari luar Papua. Mereka ditugaskan untuk menyisir KST dan mengejar langsung ke markasnya. Namun oleh KST malah dibilang aparat mengambil hak warga untuk bebas, bagaikan daerah operasi militer di Aceh beberapa puluh tahun lalu.

Pernyataan ini sangat playing victim karena justru anggota TNI yang yang menjaga masyarakat agar tidak diserang oleh anggota kelompok teroris. Perdamaian di Papua harus dijaga agar warga bisa beraktivitas dengan aman di luar rumah, tanpa takut kena peluru nyasar. Masyarakat harus mendapatkan haknya untuk hidup dengan damai, tanpa ada ancaman dari KST dan OPM.

Masyarakat sendiri juga rindu akan perdamaian di Papua, karena mereka tidak mau mengungsi lagi dan lagi saat ada penyerangan KST. Bagaimana bisa hidup enak ketika harus mampu bertahan di bawah tekanan? KST terus meneror baik di dunia nyata maupun di dunia maya, dengan menyebar hoaks dan propaganda.

Oleh karena itu, warga sipil sangat setuju ketika ada pasukan yang ditambah, karena mereka paham bahwa mereka bertugas untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai. Masyarakat juga setuju ketika KST dilabeli sebagai kelompok teroris, agar pemberantasannya lebih cepat, karena akan ada bantuan dari Densus 88 antiteror.

Teror KST sudah sangat mengganggu warga Papua, dan korban jiwa terus bertambah. Untuk mencegah terjadinya kekacauan lagi, maka aparat bekerja keras untuk membasmi kelompok teroris ini. Masyarakat juga mendukung terus aparat, agar perdamaian di Papua terwujud dengan cepat.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

 

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan

June 25, 2026

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia

June 25, 2026

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan Jakarta – Program Makan…

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia Oleh : Dian Amanda Sasmi Transformasi badan usaha…

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh 

By Kata IndonesiaJune 24, 20260

Danantara Menata BUMN: Ekonomi Nasional Semakin Tangguh Oleh : Antonius Utomo Transformasi pengelolaan Badan Usaha…

Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara

By Kata IndonesiaJune 24, 20260

Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara Jakarta – Pemerintah terus mempercepat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.