• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 2 November 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global.

 

 

 

 

“Kalau kita lihat dari fundamental ekonomi sebenarnya kita dalam kondisi yang relatif yang oke dibandingkan dengan peer group kita,” kata Destry.

 

 

 

 

Destry menjelaskan, pergerakan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari fundamental ekonomi domestik, dinamika pasar global, hingga persepsi investor.

 

 

 

 

Menurutnya, fluktuasi nilai tukar merupakan bagian dari mekanisme pasar valuta asing, sementara sentimen global turut memberikan pengaruh yang berada di luar kendali otoritas dalam negeri.

 

 

 

 

BI menempatkan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas untuk menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Kondisi tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan sektor riil sekaligus membuka kesempatan kerja.

 

 

 

 

“Fokus di kita itu adalah memang menjaga stabilitas Jadi stabilitas itu adalah pertama yang harus kita jaga. Supaya bisa terkita iklim ekonomi yang kondusif untuk, nantinya bisa ekonomi di sektor riilnya bisa tumbuh dan bisa membuka lapangan pekerjaan,” pungkasnya.

 

 

 

 

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme bahwa rupiah tidak akan menembus level Rp19.000 per dolar AS. Keyakinan tersebut didasarkan pada penilaiannya terhadap kondisi makroekonomi Indonesia yang masih relatif stabil.

 

 

 

 

“Ya, kita lihat saja, tapi kita lebih optimis (rupiah tidak tembus Rp19 ribu per USD). Nanti kita lihat, kita optimis dengan kondisi makroekonomi,” kata Airlangga.

 

 

 

 

Erwin menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar rupiah turut dipengaruhi perkembangan pasar keuangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik, pergerakan harga minyak, dan ekspektasi kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari tantangan yang diantisipasi BI dalam menjaga stabilitas pasar keuangan domestik

 

 

 

 

Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta meningkatnya kebutuhan valuta asing menjelang akhir bulan turut memengaruhi pergerakan rupiah.

 

 

 

 

“Erwin menjelaskan bahwa pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan dinamika mata uang negara kawasan. Meskipun secara bulanan rupiah mengalami pelemahan 1,15 persen, ketahanan sektor eksternal Indonesia tetap didukung cadangan devisa sebesar US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor

 

 

 

 

Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas rupiah, antara lain melalui transaksi NDF, DNDF, dan spot. BI juga melakukan pembelian SBN di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan dan memperkuat kepercayaan pelaku pasar

 

 

 

 

“Bank Indonesia terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” kata Erwin.

 

 

 

 

[w.R]

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.