Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan inovasi teknologi dan sinergi lintas instansi. Strategi ini memadukan pemadaman darat dan udara, pengujian bahan pemadam, operasi modifikasi cuaca, serta pelibatan masyarakat untuk mempercepat pengendalian api sekaligus melindungi lingkungan dan aktivitas ekonomi warga.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa pemerintah mengoptimalkan berbagai metode pemadaman sesuai kondisi wilayah terdampak. Langkah tersebut mencakup pengerahan helikopter, personel pemadam, serta pengujian cairan pemadam asal Brasil di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra Selatan dan Kalimantan.
“Pemerintah mengoptimalkan pemadaman karhutla melalui operasi darat dan udara, termasuk menguji penggunaan cairan pemadam untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak,” ujar Dudung Abdurachman.
Pemanfaatan berbagai metode tersebut memungkinkan penanganan disesuaikan dengan karakteristik lahan, kondisi cuaca, vegetasi, dan akses menuju titik api. Operasi darat mendukung penanganan langsung oleh petugas, sedangkan dukungan udara membantu menjangkau kawasan yang sulit diakses.
Salah satu inovasi yang diuji ialah cairan pemadam Realiza Anti Chamas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kawasan lahan gambut Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pengujian ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan teknologi pemadaman dengan tetap memperhatikan efektivitas, keamanan, dan dampak terhadap lingkungan.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian terkait, Manggala Agni, dan masyarakat untuk bersinergi dalam penanganan karhutla.
“Presiden menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk memperkuat kerja sama dalam penanganan karhutla, mulai dari pemadaman hingga pencegahan dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Listyo Sigit Prabowo.
Sinergi tersebut mendukung penyelarasan pengerahan personel, pertukaran informasi, dan penguatan kesiapsiagaan daerah. Masyarakat turut berperan melalui pelaporan dini titik api, kepatuhan terhadap aturan pembukaan lahan, serta partisipasi dalam pencegahan kebakaran.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB mendukung penanganan karhutla melalui berbagai langkah, termasuk rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan di Sumatra Selatan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan penanganan di wilayah terkait.
“BNPB mendukung upaya penanganan karhutla melalui berbagai langkah, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu mendukung pengendalian kebakaran sesuai kondisi di lapangan,” ujar Suharyanto.
Selain pemadaman, edukasi masyarakat dan penguatan pencegahan terus menjadi bagian dari strategi pemerintah. Sosialisasi mengenai risiko pembakaran lahan serta perlindungan kawasan gambut diharapkan dapat mengurangi potensi kebakaran berulang.
Melalui perpaduan inovasi teknologi, pemadaman terpadu, dan sinergi lintas instansi, pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Pelaksanaan yang terkoordinasi diharapkan membantu melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah rawan kebakaran.