• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Perkuat Pengawasan Daerah dan Pusat untuk Cegah PHK Berlarut

Pemerintah Perkuat Pengawasan Daerah dan Pusat untuk Cegah PHK Berlarut

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 1 August 2026

Pemerintah Perkuat Pengawasan Daerah dan Pusat untuk Cegah PHK Berlarut

*JAKARTA* – Pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan ketenagakerjaan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mencegah persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan perlindungan hak pekerja sekaligus menjaga hubungan industrial yang kondusif di tengah tantangan dunia usaha.

 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan setiap laporan terkait perselisihan hubungan kerja akan ditangani melalui mekanisme klarifikasi, investigasi, dan pengawasan secara berjenjang sebelum pemerintah mengambil langkah penyelesaian.

 

“Setiap laporan yang diterima akan melalui proses klarifikasi dan investigasi terlebih dahulu agar penanganan dilakukan berdasarkan fakta di lapangan. Pengawasan menjadi instrumen utama dalam memastikan setiap persoalan ketenagakerjaan ditangani secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Yassierli.

 

Menurutnya, pengawas ketenagakerjaan di daerah menjadi garda terdepan dalam melakukan pemeriksaan awal terhadap setiap persoalan. Apabila penyelesaian di tingkat daerah belum membuahkan hasil atau berlangsung berlarut-larut, Kementerian Ketenagakerjaan akan menurunkan tim pengawas dari pusat dengan tetap melibatkan pemerintah daerah.

 

Komitmen tersebut juga ditunjukkan dalam penanganan persoalan eks pekerja PT Hillcon Jaya Shakti di Morowali Utara. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor mengatakan pemerintah telah melakukan audiensi dengan manajemen perusahaan untuk mempercepat penyelesaian hak-hak pekerja.

 

“Status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan seluruh eks pekerja telah dinonaktifkan sehingga mereka kini dapat mengakses manfaat Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Pemerintah juga akan terus mengawal pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap pembayaran hak-hak pekerja,” ujar Afriansyah.

 

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan, Buruh Said Iqbal menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kehadiran pemerintah sejak awal ketika muncul potensi PHK.

 

“Pemerintah harus hadir secara cepat ketika muncul potensi pemutusan hubungan kerja. Penyebab persoalan perlu diidentifikasi sejak dini agar pemerintah, pengusaha, dan pekerja dapat bersama-sama mencari solusi sebelum kondisi perusahaan semakin memburuk,” kata Said Iqbal.

 

Penguatan pengawasan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian perselisihan hubungan industrial, memastikan pemenuhan hak-hak pekerja, serta menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih adil, harmonis, dan berkelanjutan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah preventif, pengawasan yang efektif, serta koordinasi lintas tingkat pemerintahan merupakan kunci untuk meminimalkan risiko PHK dan menjaga stabilitas dunia kerja nasional.

 

(*/rls)

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

September 17, 2026

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

September 17, 2026

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Jangan Menjadi Panggung Mobilisasi Kebencian yang Merusak Demokrasi  Oleh: Indah Prameswari Setiap September, ruang publik Indonesia kembali diwarnai refleksi mengenai berbagai peristiwa yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Momentum ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah, memperkuat kepedulian terhadap nilai kemanusiaan, serta melihat pentingnya menjaga kehidupan demokrasi secara sehat. Refleksi terhadap masa lalu akan lebih bermakna apabila diarahkan pada upaya membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai September Hitam perlu ditempatkan dalam semangat dialog, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab bersama agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi permusuhan di tengah masyarakat. Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, mengingatkan agar wacana September Hitam yang berkembang di media sosial tetap ditempatkan sebagai ruang refleksi dan aktivisme digital yang positif. Menurut Ayip, momentum tersebut perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi mobilisasi massa yang didorong emosi dan kebencian, karena kondisi demikian justru dapat menjauhkan masyarakat dari tujuan membangun diskusi yang sehat. Ayip menilai penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tetap merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mendorong mahasiswa dan masyarakat sipil mengevaluasi bentuk gerakan agar tidak berhenti pada pengerahan massa, melainkan diarahkan pada pembahasan yang lebih substantif mengenai pemulihan korban, efektivitas kebijakan, serta langkah pencegahan, sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi. Ia menekankan, mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk mengambil peran sebagai penggerak solusi dengan memanfaatkan riset dan kajian berbasis bukti. Aspirasi yang disusun melalui data dan rekomendasi kebijakan dinilai dapat memperkaya proses penyelesaian persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjaga agar momentum September Hitam tetap produktif dan tidak terjebak dalam mobilisasi emosi. Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi provokasi menjadi penting karena stabilitas sosial merupakan prasyarat bagi berlangsungnya kehidupan demokratis. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang membawa nama Black September atau September Hitam. Kepolisian, menurut Alfred, telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat akibat ajakan aksi yang beredar di media sosial.…

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

September Hitam Harus Jadi Ruang Ingatan Kolektif, Bukan Mobilisasi Emosi Oleh: Rania Zafirah September kembali menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengingat berbagai peristiwa kelam dalam perjalanan bangsa. Istilah September Hitam berkembang sebagai simbol untuk mengenang sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang masih menjadi bagian dari ingatan publik. Momentum tersebut penting karena mengingat sejarah bukan sekadar menghadirkan kembali luka masa lalu, tetapi juga membangun kesadaran agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, proses mengingat berbagai peristiwa masa lalu semakin mudah dilakukan melalui media sosial. Berbagai arsip, dokumentasi, kesaksian, maupun kajian mengenai kasus HAM dapat diakses oleh generasi yang tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Kondisi ini membuka peluang terbentuknya ingatan kolektif yang lebih luas, sekaligus menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi tanpa konteks, opini, maupun narasi yang belum terverifikasi. …

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Isu September Hitam, Aspirasi Disampaikan Tertib dan Sesuai Aturan Tanpa Provokasi Anarkistis Jakarta – Isu…

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Sejumlah Pihak Ingatkan September Hitam Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi Jakarta – Sejumlah pihak mengingatkan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.