• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 2 July 2026

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman

Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikan secara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiap kebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.

 

Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabila disampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasional maupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.

 

Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementara ketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadi kenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian dari mekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.

 

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditas merupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyak nasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitik internasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadap harga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazim terjadi.

 

Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secara sederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulai dari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadap daya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangan tersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.

 

Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakat melalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanat konstitusi.

 

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat ini masih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap melakukan penyesuaian agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi sehingga benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak menerima manfaat subsidi dari negara.

 

Bagi kalangan mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kebijakan publik selalu lahir melalui proses pertimbangan yang kompleks. Tidak semua keputusan dapat dinilai hanya dari satu aspek, apalagi jika hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Kemampuan memahami konteks ekonomi secara menyeluruh akan membantu mahasiswa menghasilkan kritik yang konstruktif sekaligus memberikan solusi yang relevan bagi pembangunan nasional.

 

Selain isu energi, pemerintah juga terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola sumber daya alam sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pengelolaan sumber daya alam yang lebih transparan dan memberikan nilai tambah di dalam negeri menjadi salah satu agenda strategis untuk menciptakan pemerataan kesejahteraan serta memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.

 

Dalam konteks tersebut, Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia, Nasrullah Larada menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola sumber daya alam menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan keberanian pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi sekaligus menghadirkan pemerataan hasil pembangunan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil.

 

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa agenda pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan manfaat pembangunan. Hilirisasi industri, peningkatan investasi produktif, penguatan ketahanan energi, serta pembenahan tata kelola sumber daya alam merupakan bagian dari strategi jangka panjang agar Indonesia mampu keluar dari ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di tingkat global.

 

Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut melalui penelitian, diskusi akademik, maupun pengembangan gagasan yang berbasis ilmu pengetahuan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya solusi terhadap berbagai persoalan bangsa, bukan sekadar tempat berkembangnya opini yang belum tentu didukung data empiris. Tradisi akademik yang kuat akan melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi secara nyata terhadap penyempurnaan kebijakan publik.

 

Dengan mengedepankan analisis berbasis data, memahami dinamika ekonomi global, serta melihat setiap kebijakan secara proporsional, mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam mengawal pembangunan nasional. Sikap tersebut tidak hanya memperkuat kualitas demokrasi, tetapi juga membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat sehingga berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat dipahami secara utuh dan didukung demi kemajuan Indonesia.

 

)* Penulis merupakan Pengamat Isu Strategis

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

August 21, 2026

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

August 21, 2026

Kiai Kampung Geram! Seruan Tolak LPJ PBNU Viral di Grup WhatsApp, Singgung Nasib 100 Juta Warga NU

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Jelang gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang rencananya bertempat di Tambakberas, Jombang, suhu politik di…

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Pemerintah Targetkan BUMN Lebih Ramping, Sehat, dan Produktif pada Akhir 2026 Jakarta – Pemerintah terus…

GERBANG TOLL PBNU MANDATARIS MUKTAMAR KE-34 LAMPUNG

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

GERBANG TOLL: GERAKAN BARENG TOLAK LPJ PBNU. Saya: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Cicit Sayyid…

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 21, 20260

Sekolah Rakyat Menjadi Wujud Nyata Asta Cita dalam Membangun Manusia Indonesia  Oleh: Aziz Rahman Program Sekolah Rakyat kian menunjukkan bagaimana agenda Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diterjemahkan ke dalam kebijakan nyata pembangunan manusia. Pendidikan ditempatkan bukan hanya sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperluas kesempatan, memutus rantai kemiskinan, dan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki ruang yang lebih besar untuk menentukan masa depan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat karena program tersebut merupakan prioritas pemerintah. Dalam koordinasi lintas kementerian pada Mei 2026, Dody menyebut rata-rata progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 93 lokasi telah mencapai 62,63 persen dan pemerintah menargetkan penyelesaian agar fasilitas dapat segera difungsikan. Ia juga menekankan bahwa dirinya turun langsung ke lapangan bukan hanya untuk memantau, tetapi sekaligus mencari solusi atas persoalan teknis yang muncul. Sikap tersebut memperlihatkan karakter pemerintahan yang ingin memastikan program prioritas tidak berhenti pada perencanaan. Bahkan ketika menemukan pekerjaan yang terlambat, Dody memberikan teguran keras kepada kontraktor pembangunan Sekolah Rakyat di Mamuju pada awal Agustus 2026. Teguran itu penting dibaca sebagai bentuk pengawasan dan keberpihakan pada kepentingan publik: percepatan harus berjalan bersama mutu, keselamatan, dan kepastian manfaat bagi peserta didik. Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat DKI Jakarta yang digarap Hutama Karya telah memasuki tahap pemanfaatan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan 240 siswa bergabung pada gelombang pertama. Dari Papua, dukungan terhadap program ini memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti di pusat-pusat pertumbuhan. Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra sejak awal menyatakan kesiapan daerahnya mendukung Sekolah Rakyat. Pada tahap awal, Pemkab Biak Numfor mengusulkan revitalisasi aset Badan Diklat untuk dua rombongan belajar tingkat SMA dengan kapasitas 50 siswa, sekaligus menyiapkan lahan 10 hektare bagi pengembangan fasilitas jenjang SD dan SMP. Dalam perkembangannya, kapasitas pelaksanaan diperluas menjadi 100 siswa. Perkembangan terbaru semakin memperkuat arti penting dukungan daerah. Pada 1 Agustus 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan groundbreaking Sekolah Rakyat di Biak Numfor dan mengajak kepala daerah se-Tanah Papua mendukung program tersebut. Dengan demikian, Sekolah Rakyat di Papua bukan hanya proyek pendidikan, tetapi simbol bahwa kebijakan nasional dapat hadir secara nyata hingga wilayah timur Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melengkapi gambaran tersebut dengan menempatkan ketepatan sasaran sebagai prinsip utama. Saat merespons kesiapan Biak Numfor, ia menegaskan bahwa program harus memprioritaskan anak dari keluarga penerima manfaat pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, terutama yang berada di sekitar lokasi sekolah. Pemerintah juga terus membangun koordinasi lintas kementerian agar pengelolaan program, kurikulum, tenaga pendidik, dan mutu pendidikan berjalan selaras. Data nasional menunjukkan skala kebijakan ini terus membesar. Hingga April 2026, Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 15.000 siswa di 166 lokasi yang tersebar di 36 provinsi, dengan dukungan lebih dari 2.500 tenaga pendidik dan kependidikan. Sebelumnya, pada Januari 2026, Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang saat itu tersebar di 34 provinsi sekaligus melakukan groundbreaking 104 Sekolah Rakyat permanen. Perluasan cakupan hingga 36 provinsi menunjukkan program terus menjangkau wilayah yang lebih luas. Pada Juni 2026, ketika meninjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Presiden kembali menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang paling membutuhkan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.